Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

wegen india

fucan - Your Ultimate Sports Hub

Balaji School of Sports Science - Sri Balaji University, Pune

tradedial

Mizoram Ground Water Authority

Whoogle Expo

CIRCLE NEWS Hubungan Seksual di Luar Nikah Meningkat, BKKBN: Waspada! - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Lifestyle

CIRCLE NEWS Hubungan Seksual di Luar Nikah Meningkat, BKKBN: Waspada!

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Deputi Advokasi, Mobilisasi dan Informasi (Adpin) Badan Nasional Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, fenomena hubungan seksual di luar nikah yang semakin meningkat perlu mendapat perhatian.

Read More : Mau Naik Kereta Cepat Whoosh Hanya Bayar Rp 50.000? Ini Caranya

Pengumuman tersebut disampaikan Teguh menanggapi penurunan angka pernikahan di Indonesia pada tahun 2023. Tahun lalu, angka pernikahan di Indonesia merupakan yang terendah dalam 10 tahun dengan 1,5 juta pasangan.

“Orang yang sudah menikah tercatat dalam catatan sipil dan kependudukan, tetapi apakah orang yang menikah itu setara (sebanding) dengan orang yang melakukan hubungan seksual di luar nikah?” katanya.

Ia mengatakan, keengganan generasi muda untuk menikah bukanlah hal yang menentukan, meski tetap perlu mendapat perhatian. Namun, yang lebih penting adalah segera mengatasi hubungan seksual di luar nikah bersama-sama.

“Kalau melakukan hubungan seksual, belum menikah, tapi pernah melakukan hubungan seksual di luar nikah, hal ini harus dicegah dan diwaspadai. Karena berisiko dari segi medis, psikologis, dan sosial,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena di banyak negara, tidak hanya Indonesia, dimana usia menikah semakin menurun atau generasi muda enggan menikah. Sebaliknya, usia melakukan hubungan seksual di luar nikah (baik pria maupun wanita) biasanya lebih muda.

Teguh menjelaskan, data yang dimiliki BKKBN yang belakangan ini mulai menunjukkan angka kelahiran menurut usia atau age-spesifik fertilitas rate (ASFR) 10-15 tahun. Padahal, lima atau 10 tahun lalu tidak ada angka seperti itu, artinya hubungan seks di luar nikah biasanya dilakukan lebih awal, ujarnya.

Untuk itu, dia menegaskan, para pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk memberikan perhatian terhadap fenomena hubungan seksual di luar nikah yang semakin meningkat. Sebab jika tidak dicegah akan menimbulkan ketidakharmonisan dalam keluarga yang bisa berujung pada perceraian.

Ia juga menyinggung angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia yang menurut sensus 2020 sebesar 2,18.

Read More : Hasil Liga Inggris: MU Imbang di Debut Amorim, Liverpool Melaju Sendirian di Puncak

“Capaian ini merupakan perkembangan positif karena rata-rata nasional perempuan Indonesia melahirkan 2,1 anak. Hal ini menunjukkan keberhasilan penyelenggaraan keluarga melalui program Keluarga Berencana (KB),” ujarnya.

Namun, tambahnya, BKKBN masih menghadapi tantangan ketimpangan yang cukup besar. Misalnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), TFR masih tinggi yaitu 2,79, sedangkan DKI Jakarta memiliki TFR terendah yaitu 1,75.

“Kalau provinsi yang TFRnya sudah rendah, di bawah 2, tidak perlu diturunkan lagi, karena reproduksi tetap penting. Sedangkan di provinsi yang TFRnya tinggi, harus diturunkan karena berkaitan dengan kualitas kesehatan ibu dan anak, tingkat kesejahteraan keluarga dan masalah stunting,” kata Teguh.

 

 

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *