Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Mata Kanan dan Kiri Anak Merah Berbarengan, Bisa Jadi karena Alergi - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Mata Kanan dan Kiri Anak Merah Berbarengan, Bisa Jadi karena Alergi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mata merah merupakan keluhan yang umum dialami anak-anak. Namun tahukah Anda kalau mata merah yang muncul di kedua mata secara bersamaan pada anak biasanya disebabkan oleh alergi, bukan infeksi virus atau bakteri?

Read More : Mau Hidup Sehat? Coba Tips Simpel Ini!

Dr. Gisela H Anissa, SpM, dokter spesialis mata Dr. Gisela H Anissa, SpM mengatakan, mata merah pada anak sebelah kanan dan kiri biasanya disebabkan oleh alergi, bukan disebabkan oleh virus atau bakteri. “Anaknya mengeluh gatal-gatal, tidak terlalu merah, tidak terlalu nyeri, sering terjadi pada kedua mata. Mata kanan dan kiri merah dan gatal. Dugaan anak tersebut berbahaya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (23 ). ). /10/2024).

Menurut Gisela, banyak alergen di lingkungan yang bisa menyebabkan mata menjadi merah, antara lain debu, kutu atau kutu. Oleh karena itu, bagi mereka yang menderita alergi sebaiknya segera mencari penyebabnya agar penyakit mata merah tersebut tidak kembali lagi di kemudian hari.

Pengobatan tidak akan menghilangkan masalah ini karena jika sumber alerginya benar, maka di kemudian hari akan muncul kembali, kata dokter yang tergabung dalam Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang DKI Jakarta itu. ).

Selain alergi, penyebab mata merah yang paling umum adalah infeksi virus. Virus ini sama dengan virus penyebab flu.

Mata merah biasanya muncul sebelum batuk atau pilek atau setelah batuk dan pilek mereda. Gejala lainnya adalah sakit tenggorokan, demam.

Lalu, penyebab mata merah lainnya adalah infeksi bakteri. Untuk membedakan mata merah yang disebabkan oleh virus atau bakteri, biasanya berasal dari kotoran yang dihasilkan oleh kelenjar air mata yang bercampur dengan debu, minyak, lendir dan sel kulit mati (luka).

“Kalau bakteri, nodanya kuning, lengket, pinggirannya agak kuning. (Kelopaknya) susah dibuka. Tapi kalau kena virus, warnanya putih,” kata Gisela.

Gisela mengatakan, mata merah akibat bakteri biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun dokter umumnya memberikan obat tetes air steril kepada pasien untuk menghilangkan virus dari permukaan mata dengan cepat.

Read More : Ahli Jelaskan Cara Agar Bayi Terhindar dari Ruam Popok, Fitti Pants Buat Inovasi Ini

Sedangkan bila disebabkan oleh bakteri, dapat diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik. Mata merah adalah salah satu penyakit mata yang paling umum terjadi pada bayi dan anak kecil. Merupakan peradangan pada selaput yang menutupi permukaan bola mata atau lapisan konjungtiva.

Penderita sering mengeluh kelopak mata bengkak dan sulit terbuka akibat keluarnya cairan atau cairan agak kental berwarna putih kekuningan. “Jadi kalau tidur ada cairan di kelopak mata, jadi kalau bangun susah dibuka, mata bayi dan anak kecil cekung, bengkak, sering keluar air, suka digosok karena gatal. bercak putih atau kuning,” kata Gisela.

Ia mengingatkan, hal terpenting yang harus dilakukan saat menemukan anak bermata merah adalah memintanya menjaga kebersihan tangannya. Khusus untuk bayi dan anak kecil, sebaiknya orang tua menjaga kebersihan tangan anak.

Kemudian, bila salah satu matanya merah, ajari anak untuk membersihkan cairan kuning pada matanya dengan tisu, dan membuang tisu tersebut ke tempat sampah. “Segera buang tisunya. Jangan digunakan untuk membersihkan mata lainnya karena kuman atau bakteri bisa berpindah. Setelah itu cuci tangan dengan sabun dan air,” ujarnya.

Hal lainnya adalah jangan menaruh apapun selain obat ke mata. Caranya dengan merendam daun tertentu dalam air, misalnya sirih atau telang.

“Tidak disarankan direndam dalam air bersama daun sirih dan bunga telang. Belum diketahui apakah air tersebut direndam dalam daun, bakteri atau jamur,” kata dokter yang bekerja di Rumah Sakit Universitas Indonesia ini. UI). .

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *