Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Mendikdasmen Mu'ti Punya Dua Strategi Tekan Angka Anak Putus Sekolah - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Otomotif

Mendikdasmen Mu’ti Punya Dua Strategi Tekan Angka Anak Putus Sekolah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Muti mengaku telah menyusun dua rencana untuk menekan jumlah anak putus sekolah. Ia mengungkapkan, jumlah siswa putus sekolah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Read More : Dua Gol Julian Alvarez Pastikan Kemenangan Comeback Atletico atas Bayer Leverkusen

Muti mengatakan, dua strategi tersebut antara lain dengan merevitalisasi pendidikan nonformal, dan membangun ruang kelas melalui swadaya masyarakat dan pemerintah. Hal itu disampaikan Muti usai membuka Pameran Bulan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Senayan Jakarta Pusat, Senin (28/10/2024).

“Mengingat angka putus sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, maka kami membuka pilihan berbeda bagi seluruh anak di Indonesia, apapun kondisinya, agar mereka dapat belajar sebagai sumber daya dan modal untuk menjadi generasi hebat di masa depan,” M. katanya. ‘T.

Ia meyakini revitalisasi pendidikan nonformal menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia dari semua lapisan masyarakat. Sementara terkait pembangunan ruang kelas, Mutti menjelaskan belum ada cara untuk menyelesaikan gedung sekolah yang ada.

Salah satu caranya adalah dengan membuka ruang kelas pada sore atau malam hari. Menurut Mueti, banyak anak yang putus sekolah karena harus bekerja di pagi hari atau bekerja di pagi hari karena tidak ada pendampingan.

“Anak-anak kami banyak yang tidak bisa sekolah karena bekerja, bahkan tidak bisa sekolah karena jarak kami yang terlalu jauh dari tempat kami sekarang dan tidak ada yang menemani mereka di pagi hari, makanya kami berusaha menyediakan tempat belajar yang dekat dan mudah bagi anak-anak Indonesia,” kata Muti.

Read More : PSG Dikalahkan Atletico Lewat Gol Injury Time, Makin Merana di Liga Champions

Baca: Menhan Shafri dan Menkes Kunjungi Makam Jenderal Soeharto

Selain itu, apa yang diamati menghasilkan kesimpulan bahwa ada berbagai macam penyebab anak putus sekolah. Ini termasuk kondisi ekonomi, kondisi kehidupan dan penurunan berat badan. Oleh karena itu, Muti berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan berbagai kesempatan kepada anak-anak Indonesia agar lebih terbuka dan mudah diakses.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *