Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Ekonom: Kontribusi Pariwisata Terhadap PDB Bisa Tembus 5 Persen - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Otomotif

Ekonom: Kontribusi Pariwisata Terhadap PDB Bisa Tembus 5 Persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (SELIOS) Nailul Huda mengatakan kontribusi industri pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bisa melebihi 5 persen.

Read More : OJK dan OECD Kolaborasi Bangun Inisiatif Edukasi Keuangan Global

Dalam pidatonya di Jakarta, Selasa, ia menyampaikan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan nilai devisa pariwisata sebesar US$22,10 miliar dan kontribusi pariwisata terhadap PDB sebesar 4,6 persen.

Ia yakin tujuan tersebut bisa tercapai. “Pariwisata itu komprehensif, meliputi transportasi, akomodasi, dan atraksi. “Kalau digabung semuanya, kontribusinya bisa lebih dari 5 persen atau sekitar Rp 1,044 triliun (PDB 2023: Rp 20,892 triliun),” kata Huda.

Menurutnya, yang terpenting adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan. Salah satunya adalah pengelolaan pariwisata berkelanjutan dan fokus pada kecerdasan lokal, seperti mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, peraturan juga harus diubah. Misalnya saja terkait aktivitas online travel agency (OTA) luar negeri yang kerap mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak komisi kepada hotel.

Namun, dia mendorong masyarakat membuat aturan untuk memahami seluk beluk pariwisata. “Harus direstrukturisasi, siapa yang memungut, siapa yang memungut, dan siapa yang membayar pemerintah. “Pemerintah harus membereskannya terlebih dahulu,” katanya.

Melanjutkan hal tersebut, inspektur pariwisata Universität Gendarel Sodirman (Unsoid) Chusmeru mengatakan, banyak OTA yang beroperasi tanpa mengindahkan peraturan setempat, seperti tidak memiliki bentuk usaha tetap (BUT) dan tidak dikenakan pajak. Situasi ini menciptakan inefisiensi di pasar karena pelaku usaha lokal menanggung beban pajak.

Read More : Eder Militao Jadi Korban Kemenangan Madrid Atas Osasuna, Absen Panjang Akibat Cedera ACL

Chusmeru yakin isu ini penting dalam rencana aksi 100 hari Menteri Pariwisata Vidyanti Putri, yang tidak hanya akan melindungi pengusaha lokal tetapi juga menciptakan perdagangan yang adil.

Ia juga menekankan perlunya anggaran yang lebih baik untuk mempromosikan pariwisata, yang melemah karena kendala keuangan. Selain itu, pemerintah diharapkan fokus pada kualitas dan revitalisasi, tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan tetapi juga kualitas pariwisata yang berdampak positif pada perekonomian lokal.

“Pariwisata harus menjadi bagian dari kebudayaan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *