Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Psikolog: Penjudi Online Bisa Lakukan Detoksifikasi Diri Menghindari Candu Judi - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Psikolog: Penjudi Online Bisa Lakukan Detoksifikasi Diri Menghindari Candu Judi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Psikolog sekaligus Direktur Minauli Consulting Medan, Irna Minauli mengatakan, para penjudi online sebaiknya melakukan detoksifikasi untuk menghindari semakin meningkatnya kecanduan berjudi.

Read More : Prediksi Tren Kesehatan Global Yang Akan Populer Tahun Depan

“Seharusnya mereka melakukan detoksifikasi, yaitu menghindari perjudian online, minimal selama tiga minggu,” kata Irna di Medan, Selasa (12/11/2024).

Ia mengatakan, selama proses detoks, mereka dapat menggunakan cara lain yang lebih positif untuk mengatasi stres, misalnya berolahraga atau melakukan aktivitas sosial yang konstruktif.

Lebih lanjut, Irna mengatakan pengobatan psikologis dengan terapi perilaku kognitif terbukti sangat efektif. Sebab terapi dengan menerapkan peran dukungan sosial lingkungan juga bisa digunakan.

“Karena penjudi online yang sudah masuk kategori adiksi sudah masuk dalam kategori judi patologis, yaitu penjudi patologis, sehingga kebiasaannya sulit dihentikan,” kata Irna.

Katanya, sama seperti pecandu, mereka sangat ingin berhenti, tapi mereka sudah kecanduan. Jadi, Anda merasa tidak nyaman saat tidak bermain. Sebab, mereka merasakan kegelisahan yang perlu dikelola dengan kembali bermain.

Selain itu, Irna mengatakan pada awalnya juga memiliki toleransi yang semakin meningkat, seperti pada awalnya pemain hanya harus bertaruh dengan jumlah uang yang kecil.

Read More : Ini Penjelasan Gregoria Usai Putuskan Mundur di Semifinal Denmark Open

“Namun seiring berjalannya waktu, kebutuhan dalam jumlah yang lebih besar menjadi lebih besar. Makanya mereka akan merusak tabungannya atau mencuri atau menggunakan jasa pinjaman online, yang justru akan memperparah permasalahan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Menurut Irna, gamer online tampaknya semakin meningkat saat tidak bekerja atau beraktivitas. Secara umum, seperti jenis kecanduan lainnya, pemain merasakan kebosanan atau jenuh, merasa kesepian, stres, dan lain sebagainya.

“Ini adalah situasi yang dirasakan banyak pengangguran, ditambah dengan ekspektasi yang tidak realistis untuk segera mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *