Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Kasus HIV/AIDS di Surabaya Didominasi Usia Produktif, Pakar Bongkar Penyebabnya - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Kasus HIV/AIDS di Surabaya Didominasi Usia Produktif, Pakar Bongkar Penyebabnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kasus HIV kembali meningkat. Mulai tahun 2024 Sejak Januari hingga Oktober, terdapat 243 pasien aktif pengobatan antiretroviral (ART) di Surabaya. Jumlah ini didominasi oleh penduduk usia kerja.

Read More : Diwarnai Pelemahan Daya Beli, INDEF Proyeksi Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh 5 Persen

Tentang fenomena ini, pakar imunologi dan mikrobiologi Universitas Airolanga. Agung Dwi Wahiu Widodo mengatakan salah satu faktor utama penyebab meningkatnya infeksi HIV pada masa produksi adalah kebiasaan merokok. narkoba dan seks bebas. “Salah satu faktornya adalah pengguna narkoba yang tertular melalui jarum suntik. Agung seperti dikutip, Jumat (15/11/2024): “Selain itu penularannya juga melalui hubungan seksual.”

Agung menjelaskan, HIV menular melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi. Oleh karena itu, pengguna narkoba dan seks disebut-sebut sebagai jalur utama penularan HIV pada masa reproduksi.

“Merokok narkoba sangat berbahaya. Mereka menggunakan obat-obatan mirip morfin yang mempercepat penyebaran HIV. Belum lagi jarum suntik yang diganti, kata Agung.

Ia menegaskan, proses mutasi dan glikosilasi terjadi setelah penularan HIV. Ini adalah dua mekanisme yang membantu HIV bertahan hidup di dalam tubuh, menghindari respons imun, dan bahkan tetap menular dalam kondisi yang berbeda.

“Ini tidak signifikan dan menunjukkan proses penularan yang cukup berbahaya di kalangan usia kerja,” ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran HIV selama masa produksi, Agung menyarankan strategi pencegahan yang efektif. Menurutnya, upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi dan informasi yang memadai mengenai pencegahan HIV sedini mungkin.

Read More : Pupuk Indonesia Optimistis Rampungkan Target Penyaluran Pupuk Bersubsidi

“Khususnya bagi Generasi Z, pelajar dan masyarakat usia kerja.” “Dengan kampanye ABC, kita bisa mencegah AIDS,” ujarnya.

Kegiatan ABC terdiri dari pantang, yaitu sikap berhenti atau tidak melakukan aktivitas seksual, terutama pada pasangan yang belum menikah. Kemudian setia atau setia dan tekankan kesetiaan kepada mereka yang menjadi pasangannya. Dan yang terakhir adalah apartemen.

“Kampanye kondom bukan berarti kita mengajarkan hal yang salah (melegitimasi seks kasual),” ujarnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *