Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Baju Thrifting Berisiko Paparkan Bakteri Penyebab Infeksi Kulit dan Darah - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Baju Thrifting Berisiko Paparkan Bakteri Penyebab Infeksi Kulit dan Darah

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta – Permintaan pakaian bekas (toko) meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak konsumen menganggap pakaian vintage sebagai cara yang murah dan ramah lingkungan untuk ditambahkan ke lemari pakaian mereka.

Read More : JAHANGIR NEWS Indonesia Lakukan 3 Uji Vaksin TBC, Langkah Maju Menuju Indonesia Bebas TBC

Namun, terlepas dari daya tariknya, penting bagi konsumen untuk memastikan bahwa pakaian bekas terlindungi dengan baik sebelum memakainya. Sebab, pakaian bekas bisa menjadi sumber berbagai penyakit menular.

Para peneliti di Universitas Leicester menemukan bahwa pakaian dapat menampung banyak patogen, termasuk bakteri seperti Staphylococcus aureus (yang menyebabkan infeksi kulit dan darah), salmonella, E coli, norovirus, dan rotavirus (demam, muntah). dan diare) dan jamur yang dapat menyebabkan kaki dan kurap. Setelah memeriksa pakaian bekas, khususnya yang dijual di pasar Pakistan, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar sampel yang dikumpulkan mengandung Bacillus subtilus dan Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi kulit dan darah. Pakaian bekas juga mengandung kuman penyebab penyakit kulit (seperti dermatitis dan kudis).

Tak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa kuman dari berbagai patogen, seperti E coli, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes, dapat bertahan hidup di pakaian selama berbulan-bulan jika disimpan dalam suhu ruangan. Kuman dapat hidup pada pakaian berbahan katun atau serat campuran hingga 90 hari.

Namun pada kain poliester, mikroba tersebut mampu bertahan selama 200 hari saat kelembapan udara tinggi. Artinya pakaian sebaiknya disimpan di tempat yang kering untuk mengurangi pertumbuhan kuman.

Read More : Bank Indonesia Dukung Program 3 Juta Rumah, Ini Peran dan Langkah Strategisnya

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *