Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Soal Impor Susu Bebas Bea Pajak, Begini Kata Dirjen Bea Cukai - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Teknologi

Soal Impor Susu Bebas Bea Pajak, Begini Kata Dirjen Bea Cukai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Isu pembebasan pajak impor susu belakangan menjadi sorotan menyusul protes sejumlah peternak sapi perah di berbagai daerah di Indonesia yang dinilai menghambat transaksi produksi susu dalam negeri. Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Ascolani mengatakan pembebasan bea masuk susu merupakan kesepakatan bersama. 

Read More : Review Teknologi Drone Mini Untuk Rekreasi Dan Hobi

“Ini terkait dengan perjanjian perdagangan di kawasan perdagangan bebas, biasanya antara ASEAN, Australia, dan Selandia Baru. Ini juga sedang kami lakukan,” kata Ascolani kepada wartawan di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Jakarta Timur, Kamis (14/11/2024). 

Saat ditanya apakah ketentuan bea masuk perlu ditinjau ulang, Ascolani mengatakan hal itu merupakan amanah Direktorat Jenderal Pajak. 

“Inilah sahabat perpajakan,” ujarnya ketus. 

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koperasi Budi Ari Setiadi saat jumpa pers di kantornya di Jakarta, Senin (11/11/2024) mengatakan, sekitar 80 persen susu yang dikonsumsi masyarakat Indonesia saat ini merupakan impor, dengan importir susu terbesar saat ini. berasal dari Selandia Baru dan Australia. Hal ini menanggapi permasalahan peternak sapi perah yang membuang susu atau “mandi susu” sebagai bentuk protes karena produksinya tidak meningkat. 

“Selandia Baru dan Australia mendapat manfaat dari perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia yang menghapuskan bea masuk produk susu, sehingga membuat harga produk susu mereka setidaknya 5 persen lebih rendah dibandingkan dengan harga produk susu eksportir global lainnya,” ujarnya.

Read More : JAHANGIR NEWS Instagram Punya Aturan Baru, Pengguna di Bawah Usia 18 Tahun ‘Gak Bisa’ di-DM

Menurut dia, keadaan semakin buruk karena industri pengolahan susu (MPS) lebih memilih mengimpor susu kering dibandingkan susu segar. Akibatnya para peternak sapi perah di Indonesia merugi karena harga produksi susu segarnya sangat rendah yakni hanya Rp 7.000 per liter, jauh di bawah harga ideal Rp 9.000 per liter.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Ferry Giuliantono menambahkan, 70 persen dari total produksi susu nasional berasal dari koperasi peternak sapi perah. Namun jumlah tersebut hanya mampu memenuhi 20 persen dari total kebutuhan susu rumah tangga.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *