Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Kasus Pasutri Cerai karena Beda Pilihan Politik, Ini Kata KPPPA - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Hiburan

Kasus Pasutri Cerai karena Beda Pilihan Politik, Ini Kata KPPPA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perceraian karena perbedaan politik pemilu dinilai menjadi persoalan yang memerlukan penyelesaian komprehensif.  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menilai banyaknya pasangan suami istri yang bercerai karena perbedaan pilihan politik merupakan dampak dari budaya patriarki yang masih mendarah daging di masyarakat Indonesia.

Read More : Tren Konser Virtual Artis Global Pasca Pandemi

“Perbedaan ini tidak boleh berujung pada perceraian jika suami/pasangan bisa menghormati pilihan politik istrinya,” kata Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Adat dan Rentan KPPA Eni Widiyanti saat dihubungi di Jakarta, Jumat (22/11/2021). 2024). ).

Menurutnya, sebagian besar perempuan tidak berani mempunyai pilihan politik lain selain suami. “Dalam budaya patriarki yang masih sangat kuat di Indonesia, sebagian besar perempuan tidak berani mengambil pilihan politik selain suami,” kata Eni.

Ia mengatakan, banyak dampak negatif perceraian terhadap tumbuh kembang anak. “Karena budaya patriarki kita masih sangat kuat, maka tidak menutup kemungkinan angka perceraian akan meningkat yang tentunya berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan ada provinsi yang mencatat 500 perceraian karena perbedaan pemilu politik. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kajian lebih lanjut terkait peningkatan data perceraian.

Read More : Review Film Gladiator II: Makin Gereget dengan Aksi Penuh Darah

“Perceraian karena politik juga besar sekali. Di satu provinsi ada 500 perceraian karena politik. Laki-laki pilih A, perempuan pilih B, cerai. Begitu rapuhnya sebuah pernikahan,” kata Nasaruddin Umar.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *