Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Miskin Ekstrem Ditargetkan Nol pada 2026, Saat Ini Masih Ada Sekitar 2 Juta Orang - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Edukasi

Miskin Ekstrem Ditargetkan Nol pada 2026, Saat Ini Masih Ada Sekitar 2 Juta Orang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mengakhiri kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 sudah menjadi target yang dicanangkan. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan target penurunan kemiskinan ekstrem hingga nol persen akan tercapai dalam dua tahun ke depan. .

Read More : Erick Siapkan Lahan PTPN untuk Program Swasembada Pangan Prabowo

“Tujuannya dalam dua tahun ke depan kita berjuang sekuat tenaga untuk menurunkan kemiskinan ekstrem dari 0,83 persen saat ini menjadi nol persen,” ujarnya saat konferensi pers didampingi Menteri Kependudukan dan Keluarga Berencana (Mendukbanga) Vihaji. Gedung Kementerian Sosial di Jakarta, Selasa (05/11) malam.

Terkait angka kemiskinan, kata dia, targetnya akan berada di bawah enam persen dalam lima tahun ke depan.

“Untuk kemiskinan, sekarang kita bisa menurunkannya menjadi 9,03 persen dari hasil BPS sebelumnya. Mudah-mudahan dengan kerja keras dan kerja sama bisa turun minimal enam persen atau kurang beberapa tahun ke depan atau lima tahun ke depan,” ujarnya.

Kementerian Sosial memiliki data perlindungan sosial, sedangkan Kementerian Kependudukan dan Kependudukan memiliki data di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga yang akan digabungkan menjadi satu data terpadu.

“Presiden perintahkan nanti semua data masing-masing kementerian, khususnya dua kita, bisa diintegrasikan oleh BPS dengan pimpinan BAPENS, satu per satu, setelah terintegrasi akan dikembalikan ke keduanya. katanya.

Mendukbanga Vihaji mengatakan, amanat Presiden Prabowo Subiano adalah menghilangkan ego daerah dan meningkatkan kerja sama untuk saling mendukung, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Read More : BNI Kontribusi Rp 77 Triliun ke Penerimaan Negara dalam Lima Tahun

“Karena yang kita urus itu sebelum menikah, lalu kehamilan, anak kecil, orang tua, itu urusan kita karena kita berkeluarga, tentu semangatnya untuk melahirkan generasi emas yang kita semua cita-citakan,” ujarnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bangga dapat memperluas kerja sama teknis dengan Kementerian Sosial sehingga kerja sama ke depan dapat terlaksana dengan cepat, efektif, efisien dan langsung.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin ekstrem di Indonesia terus mengalami penurunan, dari 6,18 persen menjadi 0,83 persen sejak tahun 2014, atau sekitar 2,3 juta orang pada Maret 2024. Jumlah penduduk miskin terlalu banyak. . 40.000 saja per hari dengan penghasilan rendah. 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *