Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

OJK Sebut Perlu Ada Inovasi Produk yang Iurannya Fleksibel untuk Sasar Pekerja Informal - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Teknologi

OJK Sebut Perlu Ada Inovasi Produk yang Iurannya Fleksibel untuk Sasar Pekerja Informal

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG – Ketua Harian Pengawas Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, diperlukan pengembangan produk yang fleksibel untuk mampu menarik minat pekerja informal menjadi peserta dana pensiun. Seiring dengan reformasi pasar dengan iuran yang fleksibel, pekerja informal yang tidak memiliki pendapatan tetap akan lebih mudah memasuki industri dana pensiun. 

Read More : Tingkatkan Kenyamanan Bertransaksi, Bank Mandiri Hadirkan Layanan Verifikasi Bank Garansi

Disebutkan Ogi, potensi pekerja informal terbilang besar, yakni mencapai sekitar 57-58 persen dari 277 juta penduduk Indonesia. Sementara jumlah peserta pensiun baru mencapai 28 juta orang, sebagian besar bersifat wajib, antara lain ASN, TNI, Polri, dan pekerja tetap. 

OJK juga mencatat kontribusi industri dana pensiun terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 5-6 persen yakni total aset Rp 1.500 triliun per September 2024. Ogi meyakini dengan masuknya pekerja informal ke industri , iuran pensiun terhadap perekonomian diyakini akan meningkat. 

“Jika kita bertanya kepada pengelola skema pensiun: ‘Apakah pihak luar (pekerja informal) ikut dalam skema pensiun?’ (Jawabannya) adalah ‘tidak ada pasar’,” Organisasi Dunia untuk Dana Pensiun Swasta di Bali pada Rabu (20/11/2024) ) dan diklik usai Pertemuan Tahunan Administrator Pensiun (IOPS) dan Konferensi Dunia OECD/IOPS/ kata OJK.

Terkait hal tersebut, Ogi mengaku telah menerima masukan dari negara-negara lain yang saling berdiskusi dalam agenda Global Forum OECD/IOPS/OJK yang digelar di OJK. Ide yang muncul adalah melakukan inovasi pada produk pensiun yang diberi nama Kontribusi Fleksibel.  

“Katanya berubah itu bisa diubah, jadi berubah artinya kalau punya uang simpan, kalau tidak ambil. Jadi pasar harus lakukan,” ujarnya.  

Read More : Persija Kalahkan Madura United 4-1, Naik ke Posisi Kelima Klasemen BRI Liga 1

Menurutnya, menarik untuk mencoba menerapkan konsep intervensi fleksibel di Indonesia. Dana Pensiun Badan Usaha (DPLK) dan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) diharapkan dapat mengkaji, mendalami dan melaksanakannya. 

Ogi mengatakan, “Pekerja non tetap itu 57-58 persen, masih sangat (potensial), kalau mereka bergabung (masuk ke perusahaan dana pensiun), kita akan langsung terjun,” kata Ogi.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *