Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Unilever Digugat karena Bungkam Ben & Jerry's Soal Gaza - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Hiburan

Unilever Digugat karena Bungkam Ben & Jerry’s Soal Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Merek es krim Ben & Jerry’s dalam pengajuannya, Rabu (14/11/2024) menyatakan perusahaan induknya, Unilever, telah meninggalkan upayanya untuk memberikan dukungan kepada Palestina. Unilever disebut mengancam akan membubarkan direksi dan menggugat pemegang sahamnya atas masalah tersebut.

Read More : Trailer ‘Squid Game 2’ Ungkap Detail Plot Baru

Dalam gugatan barunya, Ben & Jerry’s mengklaim Unilever melanggar ketentuan penyelesaian tahun 2022, yang masih dirahasiakan. Namun, sebagai bagian dari perjanjian, Unilever harus “mengawasi dan mengakui peran penting direktur independen Ben & Jerry dalam misi sosial Ben & Jerry,” menurut jaksa.

Menurut undang-undang, “Ben & Jerry’s telah melakukan empat upaya untuk berbicara di depan umum untuk mendukung perdamaian dan hak asasi manusia. Unilever telah mengabaikan semua upaya ini.”

Dalam gugatannya, Ben & Jerry’s mengatakan pihaknya mencoba untuk mengajukan banding atas konflik tersebut, mempromosikan keselamatan pengungsi Palestina ke Inggris, mendukung protes mahasiswa di perguruan tinggi Amerika yang memprotes kematian warga sipil di Gaza dan memprotes penghentian bantuan militer Amerika ke Israel. Namun, semua upaya untuk mempublikasikan pesan tersebut diblokir oleh Unilever. Dewan independen telah berbicara secara terpisah mengenai beberapa topik, namun posisi perusahaan tetap diam, kata gugatan tersebut.

Agresi brutal Israel terhadap Jalur Gaza sejauh ini telah menewaskan lebih dari 43.000 warga Gaza, sebagian besar anak-anak dan perempuan. Blokade Israel juga menyebabkan kelaparan di Gaza. Pemboman Israel juga membuat hampir tidak ada rumah sakit yang beroperasi di Gaza. 

Read More : Bagaimana Teknologi Vr Dan Ar Masuk Ke Dunia Hiburan

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *