Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Ingin Capai Target Pertumbuhan 8 Persen, Indonesia Dinilai Perlu Turunkan Biaya Logistik - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Sains

Ingin Capai Target Pertumbuhan 8 Persen, Indonesia Dinilai Perlu Turunkan Biaya Logistik

REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA: Pemerintah Indonesia dinilai perlu menekan biaya pelayaran dalam negeri, khususnya di bidang logistik darat. Hal ini sebagai upaya mencapai target pertumbuhan sebesar 8%.

Read More : Menjadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Transisi Energi, PLN Sabet Penghargaan

Berdasarkan studi Southeast Strategic Research Institute yang dirilis Jumat (22 November 2024), pemerintah berhasil menurunkan biaya transportasi dibandingkan produk domestik bruto (PDB) dari 23,08% menjadi 14,1% pada tahun 2018, namun biaya transportasi dalam negeri tidak akan mencapai angka ini pada tahun 2023. Itu hanya refleksi.

“Termasuk biaya pengiriman ekspor yang menyumbang 8,98% terhadap PDB, total biaya logistik,” kata Peneliti Senior Southeast Strategics Eva Novi Karina dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (22 November 2024). “Benar,” katanya.

Menurut data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, belanja logistik dalam negeri Indonesia diperkirakan mencapai 14,1% PDB pada tahun 2022, sedangkan biaya pengiriman ekspor diperkirakan meningkat menjadi 8,98% PDB.

Dari 14,1% tersebut, biaya logistik darat menyumbang sekitar 50% PDB dan 7% produk domestik bruto (PDB). Alasan adanya kebutuhan mendesak untuk mengurangi biaya transportasi adalah karena tingginya biaya tersebut merupakan beban yang signifikan bagi sektor korporasi.

Kenaikan biaya logistik berhubungan langsung dengan kenaikan biaya bahan baku, produksi, dan pengiriman, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan indeks harga produsen (PPI). Situasi ini berdampak pada kenaikan harga konsumen dan menurunkan daya saing Indonesia di pasar dunia.

Read More : Isu Shine Muschat, Badan Pangan Nasional Ajak Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Buah Lokal

Biaya logistik dalam negeri yang ditetapkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagian besar mencakup tiga item: biaya pengiriman, biaya pergudangan, dan biaya pengelolaan. Studi ini juga menyoroti tantangan lain di sektor logistik Indonesia: kurangnya konektivitas antar moda transportasi.

Keterhubungan antara transportasi darat, laut, dan udara masih terfragmentasi sehingga menyebabkan inefisiensi dalam proses distribusi produk. Tentu saja integrasi antar sarana transportasi penting untuk menjamin kelancaran arus barang melalui kelancaran peralihan dari satu moda ke moda lainnya, sehingga mempercepat pengiriman dan menekan biaya.

Untuk menekan tingginya biaya transportasi, pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional di sektor transportasi dan logistik. Kebijakan tersebut antara lain insentif pajak untuk sektor jasa, reformasi ekologi melalui teknologi digital, dan pembangunan infrastruktur jalan tol untuk mendukung pergerakan barang yang cepat dan efisien.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *