Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Bambang Brodjonegoro: Kelas Menengah Indonesia Tergerus oleh Biaya Hidup yang Melonjak - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Edukasi

Bambang Brodjonegoro: Kelas Menengah Indonesia Tergerus oleh Biaya Hidup yang Melonjak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Meningkatnya biaya hidup menjadi ancaman nyata bagi stabilitas kelas menengah di Indonesia. Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Perekonomian Bambang Brodjonegoro menjelaskan, banyak masyarakat kelas menengah kini tergerus oleh peningkatan pengeluaran yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan pasca pandemi Covid-19.  

Read More : LPPM UMJ Gelar INTERCON Conjunction SEMNAS UMJ 2024

“Penurunan daya beli bisa terjadi dari dua sisi, yaitu dari sisi pendapatan atau pengeluaran. Jika daya beli menurun maka pendapatan kita bisa turun atau pengeluaran kita meningkat. Misalnya kenaikan harga pangan khususnya beras sangat besar. berpengaruh karena itu kebutuhan pokok. Jadi harga beras akan meruncing ke barang lain, sehingga daya beli masyarakat turun,” jelas Bambang di itu. Workshop Kader Muhammadiyah bertema ‘Prospek Perekonomian Indonesia 2025’ di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Bambang juga menyoroti inflasi pangan yang terkadang mencapai 10 persen menjadi beban terbesar. Selain itu, kenaikan harga barang impor akibat fluktuasi nilai tukar dolar juga memperburuk keadaan. Dengan nilai tukar yang menyentuh Rp16.000 per dolar AS, biaya produksi meningkat sehingga memicu kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.  

Selain inflasi pangan, pengeluaran besar seperti perumahan dan transportasi juga memberikan tekanan pada kelas menengah. Menurut Bambang, harga BBM yang terus naik dan tingginya cicilan rumah menambah beban perekonomian masyarakat.  

“Biaya hidup yang terus meningkat menyulitkan banyak orang, terutama mereka yang bergantung pada pendapatan tetap atau kecil. Jika pemerintah tidak memberikan subsidi atau solusi sosial yang memadai, keluarga-keluarga tersebut akan semakin menderita,” ujarnya.  

Selain itu, perubahan pascapandemi juga mendorong banyak masyarakat keluar dari zona aman kelas menengah. Ia mencontohkan sebuah keluarga yang dulunya memiliki penghasilan Rp 30 juta per bulan dari bisnis jasa pernikahan, namun kini bertahan hanya dengan bekerja serabutan karena bisnisnya belum sepenuhnya pulih.  

Read More : Sarasehan Pendamping KMI Expo 2024: UNM Komitmen Tingkatkan Kualitas Wirausaha Mahasiswa

Menyikapi tantangan tersebut, Bambang menekankan perlunya kebijakan yang tidak hanya memberikan bantuan sosial tetapi juga memperbaiki struktur perekonomian.  

“Kita perlu membuat kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dasar, seperti transportasi umum dan perumahan. Kebijakan perpajakan juga harus adil, sehingga tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat kelas menengah untuk bertahan dan untuk tumbuh, dan juga harus fokus pada peningkatan infrastruktur dasar, seperti transportasi umum dan perumahan,” kata Bambang.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *