Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Dian Sastrowardoyo Bicara AI: Jadi Tantangan Buat Sineas - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Hiburan

Dian Sastrowardoyo Bicara AI: Jadi Tantangan Buat Sineas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kehadiran teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT menghadirkan tantangan baru bagi berbagai industri khususnya industri kreatif dan perfilman, dengan segala kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan AI banyak diminati masyarakat. khawatir tentang masa depan karya kreatif.

Read More : Aktor Korea Song Jae-rim Ditemukan Meninggal di Apartemen, Artis Sampaikan Duka

Aktris sekaligus produser Diane Sastrovardoyo mengaku isu terkait kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap industri film saat ini sedang ramai diperbincangkan di kalangan produser film. “Karena keberadaan kecerdasan buatan benar-benar menjadi tantangan bagi kami,” kata Dian dalam talkshow Women’s Innovation Demo Day 2024, Selasa (26/11/2024) di Jakarta Selatan.

Meski demikian, Dian menilai kecerdasan buatan tidak akan mampu menggantikan kreativitas manusia, khususnya di kalangan penulis skenario. Orisinalitas cerita, kata Dian, menjadi salah satu faktor yang membuat sebuah cerita menyentuh hati penontonnya, secara teknis bisa menciptakan dialog atau membangun plot, namun mesin tidak mampu menulis cerita dengan kedalaman emosional.

Lebih lanjut Dian mengatakan, kualitas film sangat dipengaruhi oleh narasi yang kuat, mengharukan, dan relevan dengan berbagai persoalan sosial, budaya, dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat itu. Ini adalah sensitivitas dan pendekatan yang tidak dimiliki AI.

“Film bisa bagus, berkualitas, menarik, dan terbuka bagi penonton jika berangkat dari naskah yang ditulis dengan perasaan dan kedalaman yang menjawab kekhawatiran dan permasalahan di sekitarnya. AI tidak memiliki kepekaan itu,” kata Dian.

Diane, di sisi lain, meyakini keberadaan AI tidak semuanya buruk. Menurutnya, kecerdasan buatan bisa menjadi alat yang memudahkan pekerjaan seseorang, seperti membuat rangkuman atau yang lainnya.

Read More : Ayah Nia Gadis Penjual Gorengan Kecam Kuburan Anaknya Jadi Lokasi Syuting Video Klip

“Tapi kalau menciptakan penemuan, yang harus dilakukan adalah manusia, bukan robot. Ya, manusia harus pintar dalam menggunakan kecerdasan buatan atau teknologi apa pun di masa depan,” kata Diane.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *