Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Apindo Tunggu Jenis Stimulus yang Diberikan Pemerintah Soal PPN 12 Persen - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Lifestyle

Apindo Tunggu Jenis Stimulus yang Diberikan Pemerintah Soal PPN 12 Persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani bereaksi terhadap rencana stimulus pemerintah dengan kenaikan data pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen. Harapkan penundaan. Shinta mengatakan, pihaknya menunggu stimulus apa yang diberikan pemerintah terkait kebijakan tersebut.

Read More : JAHANGIR NEWS Alisson akan Absen Sebulan Bela Liverpool karena Cedera Hamstring

“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang mendengarkan permohonan masyarakat terkait penundaan PPN 12 persen. Memang ada upaya dari pemerintah untuk mempertimbangkannya, tapi kita harus lihat dulu apa motivasinya,” kata Shinta kepada wartawan di acara Klingking Fun. di Jakarta Selatan pada Rabu (27/11/2024).

Dalam situasi saat ini, kebijakan kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen yang rencananya akan dilaksanakan pada 1 Januari 2025 merupakan kebijakan yang menghambat kondisi perekonomian masyarakat saat ini, kata Shinto. Daya beli.

Kebijakan ini terutama merugikan pekerja formal dan dapat berdampak pada sektor ekonomi seperti ritel, karena dibutuhkan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, sebaiknya pemerintah mengevaluasi atau menundanya.

Pak Luhut (Ketua Dewan Ekonomi Nasional) mengatakan, “Pemerintah akan memberikan stimulus.” Ya kami ingin melihat dulu. Saya ingin tahu dulu apa motivasinya. Yang penting adalah sekarang. “Pemerintah mendengarkan imbauan seluruh masyarakat, tidak hanya pengusaha, untuk menunda PPN,” jelasnya.

Read More : Jadi Menteri Lagi, Trenggono Janji Kebut Impelentasi Ekonomi Biru

Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), mengatakan pemerintah berencana menunda tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025.

Ya pasti ditunda, kata Luhut di Jakarta, Rabu.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *