Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Kurator: Keluarga Pemilik Ikut Tagih Utang Rp 1,2 Triliun ke Sritex - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Bisnis

Kurator: Keluarga Pemilik Ikut Tagih Utang Rp 1,2 Triliun ke Sritex

Republikos.co.id, Jakarta – Pt Sri Rejeki Isman TBK (SRITEX) Keeper kebangkrutan telah mencatat akun utang banyak perusahaan yang dimiliki oleh pemilik keluarga pabrik tekstil terbesar di Indonesia. Nilainya sekitar 1,2 triliun rp.

Read More : Bisnis Jasa Konsultasi Keuangan Khusus Untuk Generasi Milenial

“Ada 11 perusahaan yang terlibat dalam direktur keluarga Skrex,” kata Denny Ardiansyah, salah satu kurator kebangkrutan Sriex, Senin (13/01/2012).

Bahkan, ia melanjutkan dengan salah satu perusahaan yang mendaftarkan akun utang, pemilik Iwan Kurniawan Lukminto, presiden Pt Sritex. 

Sejauh ini, ia mengatakan bahwa total biaya utang Pt Skalstex, yang menerima kurator, mencapai 32,6 triliun rp. Menurutnya, biaya utang terbesar dari kreditor atau kreditor paralel yang tidak memiliki jaminan materi, yang bernilai 24,7 triliun rp, menjadi bermanfaat. 

Kurator juga mencatat empat uang kertas janji bank pemerintah, yaitu BJB, BNI, DKI Bank dan BRI. Dia mengatakan bahwa total tagihan empat bank memiliki sekitar 4,8 triliun rp. 

Ketika berkaitan dengan data properti, ia mengatakan nilainya hanya sekitar 10 triliun rps. Aset yang ada tidak akan dapat menutup hutang penuh, yaitu 32,6 triliun rp. 

Dia menyebutkan salah satu hambatan, yaitu upaya untuk mencegah pekerjaan penjaga untuk mendapatkan data dan memverifikasi kondisi perusahaan secara langsung. 

Read More : Bisnis Jasa Fotografi Digital Untuk Acara Keluarga Dan Perusahaan

Penjaga, yang mengikutinya, tidak bertemu langsung dengan direktur Iwan Lukmint. Faktanya, katanya, tidak ada hak oleh debitur Skalstex yang bangkrut setelah kebangkrutan. 

“Staf kurator melakukan tugas di bawah undang -undang 2004 nomor 37 yang berkaitan dengan kebangkrutan dan PKPU,” katanya.

Sebelumnya, Kamar Dagang Semarang memutuskan bahwa Pt Sri Rejeki Isman (Spetex) dan tiga anak perusahaannya telah mengajukan permohonan salah satu kreditor perusahaan tekstil. Salah satu Pt Sritex, yaitu PT Indo Bharat Rayon, mengajukan aplikasi untuk pembatalan perjanjian penyelesaian sehubungan dengan keterlambatan kewajiban pembayaran utang pada tahun 2022.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *