Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

JAHANGIR CIRCLE Pemerintah Rancang Peringatan Dini Banjir Bandang Berbasis Komunitas - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Sains

JAHANGIR CIRCLE Pemerintah Rancang Peringatan Dini Banjir Bandang Berbasis Komunitas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Banyak instansi pemerintah yang bekerja sama menciptakan sistem peringatan dini bencana atau banjir di Sumatera Barat (Sumbar). Berdasarkan pengalaman bencana yang terjadi pada pertengahan bulan Mei, berbagai penelitian dilakukan untuk mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif.

Read More : Aturan Tembakau Kemenkes Tuai Protes, Ini Dampaknya ke Sektor Pertanian

Abdul Muhari, Direktur Pusat Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengatakan, “Berdasarkan pengalaman bencana di masa lalu, penelitian berbeda dilakukan oleh kedua organisasi untuk mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif terhadap hujan lebat atau bencana galodo.” 2024).

Ia menjelaskan, kerja sama pengembangan sistem peringatan dini bencana Galodo merupakan upaya bersama antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Pengurangan Bencana Geologi. (BMKG). PVMBG).

“BMKG saat ini merekomendasikan peningkatan pemantauan terkait peringatan dini banjir dan longsor di sekitar Gunung Marapi,” jelas Silence.

Suaidi Ahadi, Direktur Geofisika Padang Panjang, dalam rapat Rencana Manajemen Pengurangan Risiko Galodo yang digelar di Bukittinggi, Sabtu (25 Mei 2024), mengatakan model EWS yang dibuat tim BMKG merupakan peringatan pertama yang keluar dari Tanah Air. sistem. 

Idenya adalah memasang peralatan pemantauan kualitas air yang dapat menggunakan radar untuk memantau ketinggian air sungai. Hal ini berdasarkan hasil survei terhadap sungai-sungai di wilayah Galodo dengan jenis sungai jangka panjang.

“Sungai jenis ini memiliki ketinggian air yang berbeda-beda tergantung musim, yaitu pada musim hujan airnya kering dan pada musim kemarau airnya kering,” jelas Abdul.

Sederhananya, cara kerja EWS adalah untuk mendukung peringatan dini terjadinya gempa meteorologi dan gempa bumi atau mikrotremor yang disediakan oleh BMKG. Saat peringatan EWS dibunyikan, komunitas jagawana Nagari di sekitar Gunung Marapi siaga bencana bisa segera menyelenggarakan perjalanan mandiri.

BMKG menghitung kebutuhan EWS spesies ini di 23 lokasi di Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang yang mengelilingi sungai yang bersumber dari Gunung Marapi. Harapannya, setelah 23 stasiun EWS sungai ini dipasang, peringatan dini dan jalur evakuasi akan terbentuk selamanya.

Read More : Kalahkan Tuan Rumah Borneo FC, Persis Solo Sementara Lepas dari Zona Degradasi

“Tim BNPB bersama BMKG saat ini sedang melakukan survei lokasi pemasangan EWS. Survei tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi drone atau pemantauan atmosfer dari helikopter,” jelasnya.

Usulan BMKG ini akan dibahas secara detail bersama usulan lain yang disampaikan ke BNPB oleh PVMBG dan akademisi untuk memastikan perangkat EWS yang dibangun responsif terhadap kebutuhan informasi nyata di tingkat masyarakat.

Ketidaktahuan dalam menghadapi bencana….

 

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *