Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Aakriti Infraa Solutions

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

Erura

JAHANGIR NEWS BPR Diarahkan untuk Berada di Bawah Naungan BPD, Ini Alasan OJK - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Otomotif

JAHANGIR NEWS BPR Diarahkan untuk Berada di Bawah Naungan BPD, Ini Alasan OJK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi meluncurkan cara penguatan dan pengembangan Bank Pembangunan Daerah (BPD) 2024-2027. Melalui jalur tersebut, OJK memberikan instruksi, antara lain Badan Perkreditan Rakyat (BPR) akan berada di bawah naungan BPD. 

Berdasarkan berbagai pengalaman selama ini, serta kebijakan kehadiran tunggal, ke depan keberadaan BPR tetap dimiliki oleh pemerintah daerah, kabupaten, dan kota, namun melalui BPD, kata Ketua Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana. Rae saat peluncuran Road Map penguatan dan pengembangan BPD di wilayah Jakarta Pusat, Senin (14/10/2024). 

Dian mengatakan, posisi BPD diasumsikan lebih kuat dalam berbagai aspek. Mulai dari aspek permodalan hingga tata kelola. Sementara BPD diketahui banyak menghadapi tantangan terutama masalah permodalan sehingga sangat mengharapkan bantuan atau rangsangan. 

Alasan lain juga berkaitan dengan birokrasi. Untuk berada di bawah sayap BPD, BPR tidak mengalami proses pengambilan kebijakan yang panjang, karena hingga saat ini harus melalui proses politik di DPRD terlebih dahulu. 

“Oleh karena itu, ke depan jika ada masalah di BPR, maka BPR bisa lebih cepat terselamatkan. Mereka tidak lagi bergantung pada proses politik di DPRD dan sebagainya.” Padahal kalau kita lihat skala BPR, sangat kecil dibandingkan kekuatan BPD”, jelasnya. 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *