Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Gangguan Kelenjar Tiroid Bisa Turunkan Produktivitas, Jangan Anggap Sepele - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Sains

Gangguan Kelenjar Tiroid Bisa Turunkan Produktivitas, Jangan Anggap Sepele

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan kejadian masalah tiroid di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Masalah tiroid seringkali diabaikan. Padahal, jika penyakit ini tidak terdeteksi dan diobati tepat waktu, dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup.

Read More : KTT APEC Peru Hasilkan Deklarasi Machu Picchu

Dokter penyakit dalam RS Bethsaida, Rochsismandoko menjelaskan, penyakit prostat tidak menunjukkan gejala apa pun sehingga deteksi dan diagnosis dini sangat penting. “Dengan pengobatan yang tepat, pasien dapat terhindar dari masalah serius yang menurunkan produktivitas dan kualitas hidup,” kata dr Rochsismandoko dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (29/11/2024).

Fungsi kelenjar tiroid adalah menghasilkan hormon yang bertugas mengendalikan proses metabolisme dalam tubuh, seperti mengendalikan suhu tubuh, mengendalikan penyerapan nutrisi dan konsumsi energi, mengendalikan reproduksi, meningkatkan perkembangan otak dan sistem saraf, serta mengendalikan darah. tekanan dan detak jantung. Masalah kelenjar dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu perubahan ukuran atau bentuk kelenjar yang biasa disebut penyakit gondok, masalah fungsi hormon tiroid, atau gabungan masalah bentuk dan masalah fungsi hormon tiroid.

Perubahan ukuran prostat yang sering disebut kelenjar tiroid ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tumor ganas dan tumor ganas. Kekurangan hormon juga terbagi menjadi hipertiroidisme (kelebihan hormon) dan hipotiroidisme (kekurangan hormon). ), tambahnya.

Gejala hipertiroidisme antara lain badan gemetar, gelisah, mata melotot. Kemudian terjadi penurunan berat badan, meski makan banyak. Ada juga gangguan tidur, kelelahan, jantung berdebar. Intoleransi panas, diare dan masalah menstruasi. Otot lemah, gelisah, denyut nadi cepat, kelenjar gondok membesar.

Pada saat yang sama, gejala hipotiroidisme termasuk kelelahan, penambahan berat badan, dan kelupaan. Sulit konsentrasi, rambut rontok, kulit kering. Toleransi dingin, kolesterol tinggi, mata bengkak. Denyut nadi lemah, suara serak, siklus haid tidak teratur.

Read More : Kontroversi Eksperimen Sains Yang Memicu Perdebatan Ilmuwan

Ia mengatakan, dengan pembesaran tiroid yang efektif, prosedur invasif saat ini, yang juga dikenal sebagai radiofrekuensi ablasi (RFA), dapat dilakukan tanpa operasi. Cara ini digunakan untuk memperkecil ukuran dan menghilangkan tumor tiroid (nodul).

Prosedur RFA akan dilakukan dengan memasukkan elektroda ke leher menggunakan USG hingga mencapai tumor di kelenjar, kemudian menyalakan generator listrik untuk menyalurkan energi panas guna menghancurkan struktur tumor, ujarnya. .

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *