Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Gelar KTT BRICS, Putin Ingin Saingi Hegemoni Barat - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Teknologi

Gelar KTT BRICS, Putin Ingin Saingi Hegemoni Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kelompok ekonomi negara berkembang BRICS melancarkan kampanye melawan hegemoni Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Banyak pemimpin negara mulai berkumpul di Rusia untuk berpartisipasi dalam pembukaan KTT BRICS. 

Read More : WhatsApp Siapkan Fitur Baru, Pengguna Lebih Mudah Simpan Kontak

KTT BRICS, yang akan diadakan di Kazan, Rusia, pada tanggal 22 hingga 24 Oktober 2024, merupakan pertemuan terbesar yang diadakan di Rusia sejak invasi negara tersebut ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin telah mencoba menunjukkan bahwa upaya Barat untuk mengisolasi Rusia telah gagal.

Beberapa pemimpin anggota BRICS dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam KTT BRICS, seperti Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Di sisi lain, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva tiba-tiba membatalkan rencana pertemuan tersebut setelah mengalami cedera kepala yang menyebabkan pendarahan otak ringan.

“Rusia telah menjadikan perluasan kelompok BRICS (singkatan dari nama-nama anggota utama seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) sebagai pilar kebijakan luar negeri negaranya,” kata ilmuwan politik yang berbasis di Moskow. , Konstantinus. kata Kalachev kepada AFP di Jakarta, Rabu (23/10/2024).

Di Kazan, Putin akan bertemu secara terpisah dengan Modi dan Xi, serta dengan para pemimpin Afrika Selatan dan Mesir, dan kemudian mengadakan pembicaraan terpisah dengan Presiden Turki Recep Erdogan dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Read More : OpenAI Laporkan Pengguna Aktif Mingguan ChatGPT Capai 400 Juta

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *