Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Geliat Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi, dan Pekerjaan Rumah Sektor Transportasi

jahangircircle.org, JAKARTA – Masa jabatan pemerintahan Presiden Joko Widodo berakhir hari ini, Minggu (20/10/2024). Jokowi memimpin Indonesia selama dua periode atau 10 tahun.

Saat ini, infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selalu berkomitmen dalam pembangunan perumahan yang baik dan berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2014 hingga 2024, Kementerian PUPR telah berhasil mewujudkan banyak proyek infrastruktur yang berdaya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ada dua peran penting infrastruktur, yang pertama infrastruktur sebagai produksi dan untuk memperlancar pertumbuhan ekonomi seperti jalan, jalan tol, energi, dan bendungan.

Kedua, pembangunan infrastruktur yang berbasis pada penyediaan pelayanan dasar seperti air minum, jalan dan jembatan, perumahan, sanitasi, dan air bersih. Infrastruktur dasar sendiri merupakan investasi penting untuk menunjang infrastruktur bisnis.

Dalam pengerjaan sumber daya air, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air berhasil membangun 53 bendungan dari 61 bendungan yang dibangun. Bendungan yang telah selesai dibangun antara lain Bendungan Sepaku Semoi, Bendungan Ameroro, Bendungan Leuwikeris, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Kuningan. Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga juga telah menyelesaikan pembangunan jalan baru sepanjang 5.999 km, pembangunan jembatan sepanjang 125.904 meter, jembatan gantung sebanyak 583 meter, dan flyover/underpass sepanjang 27.673 meter.

Di bidang perumahan, Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya telah mencapai air minum (SPAM) sebesar 36.380 liter per detik, sehingga akses terhadap air minum yang cukup akan mencapai 93 persen dari seluruh warga. Setelah itu, pengolahan pemukiman seluas 94.321 hektare, pengolahan sampah dan sanitasi bagi 13,7 juta keluarga, hingga akses sanitasi yang baik hingga 82 persen dari total masyarakat. Lalu ada pembangunan Pos Perbatasan Terpadu (PLBN) di 15 wilayah, serta pembangunan, renovasi atau rehabilitasi 5.939 fasilitas pendidikan, olah raga, dan usaha.

Di industri real estate, Kementerian PUPR melalui Otoritas Perumahan telah membangun 10,2 juta rumah kerjasama APBN melalui Proyek Satu Perumahan. Kemudian 1,49 juta unit rumah disediakan oleh Perumahan Swadaya/Perumahan Swadaya (BSPS), 40.347 apartemen swasta, dan 71.731 unit rumah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memberlakukan pembatasan anggaran di empat bidang utama, termasuk sumber daya air, pengembangan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan perumahan dalam 10 tahun pemerintahan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Jadi batasan anggaran penggunaan air yang pertama sebesar Rp171,98 triliun, dan batasan anggaran kedua sebesar Rp236,78 triliun, kata staf ahli tersebut kepada Juru Bicara Sirkulasi dan Juru Bicara Menteri Teknologi, Industri, dan Lingkungan Hidup Kementerian PUPR. Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja di Jakarta, Sabtu (5/10/2024).

Endra juga menambahkan, untuk pembangunan sosial, anggaran periode pertama (2015-2019) sebesar Rp246,75 triliun, dan anggaran periode kedua (2020-2024) sebesar Rp324,64 triliun. Kemudian untuk bidang kreativitas, anggaran periode pertama (2015-2019) sebesar rubel 96,35 triliun, dan anggaran periode kedua (2020-2024) sebesar rubel 126,93 triliun. Sementara untuk perumahan, anggaran periode pertama (2015-2019) sebesar Rp45,04 triliun, dan anggaran periode kedua (2020-2024) sebesar Rp49,73 triliun.

Dalam pidatonya yang dikutip setkab.go.id, Jokowi telah mengatasi fakta keberhasilan di bidang infrastruktur. Ini bukan hanya tentang arsitektur. Tapi apa yang bisa membantu?

“Kita tahu karena pembangunan infrastruktur, daya saing global kita meningkat dari 34 menjadi 27. Daya saing itulah yang ingin kita capai dengan pembangunan saat ini, selain memanfaatkan proses untuk manusia. tidak bagus, tidak akan ada anak laki-laki yang mau datang,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Ia menambahkan, kunci menarik investasi adalah infrastruktur. Sekaligus akan menurunkan biaya logistik, dari 24 persen menjadi 14 persen. Menurut dia, hal ini otomatis menurunkan harga di pasar dan berdampak pada inflasi.

Dalam pengumumannya, Asosiasi Transportasi Indonesia (MTI) telah mendukung pembangunan transportasi di bawah pemerintahan yang akan datang. Tentu saja dengan perkembangan. MTI mengapresiasi transportasi yang sudah menjadi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan.

“Transportasi sesuai dengan kebutuhan untuk berkreasi juga menentukan kemajuan bumi dan memberikan kontribusi terhadap kesehatan masyarakat,” kata Wakil Presiden Bidang Pemberdayaan dan Pemberdayaan Daerah MTI Pusat, Joko Setijovarno.

MTI menyebutkan, menurut Kementerian PUPR (2024), pembangunan infrastruktur pada tahun 2015-2024 meliputi jalan tol seluas 2.432 meter persegi atau rata-rata sepanjang 270 km per tahun, jalan nasional sepanjang 5.999 mil, jalan layang dan terowongan (underpass) sepanjang 27.673 meter. . . Jalan Trans Sumatera belum tersambung sepanjang 1.610 kilometer yang menghubungkan Aceh dengan Lampung.

Jalan Tol Trans Jawa sejak tahun 2018 terbukti mampu memperlancar arus dan pertumbuhan lalu lintas serta meningkatkan pergerakan orang, distribusi dan pengembangan pelayanan. Ia kemudian mampu memangkas waktu perjalanan hingga 50 persen dan kini bersaing dengan kereta api dan pesawat terbang. Perjalanan darat dari Jakarta ke Semarang atau ke tempat lain memakan waktu 10-12 jam, namun sekarang menjadi 6 jam. Semarang – Surakarta memakan waktu 2-3 jam, kini hanya satu jam. Semarang – Surabaya yang dulunya memakan waktu 6-8 jam, kini menjadi empat jam. Semarang – Malang hanya 5 jam, Semarang – Bandung hanya lima jam.

Tarif angkutan barang diturunkan dari 24 persen menjadi 14 persen, namun hal ini tidak meningkatkan kesehatan pengemudi truk. Rata-rata, uang yang dibawanya pulang adalah 500 ribu rubel seminggu, bekerja sebagai sopir angkutan di kota. Perilaku tersebut masih meluas dan pengaruh konten APH di UPPKB masih ada. UPPKB tidak cocok untuk bekerja di banyak daerah. Pasalnya, kemampuan memberikan pelayanan yang tiada banding kepada truk akan diuji. Modernisasi pelayanan UPPKB harus segera dilakukan (WIM/berat dalam pergerakan) dan memperbanyak fasilitas UPPKB yang jauh dari kota.

Penanganan Overloading and Overloading (ODOL) harus segera diatasi. Sejak tahun 2017 telah dilakukan upaya perbaikan, namun masih terdapat dampak pekerjaan yang tidak disetujui. Setidaknya 10 departemen/organisasi terlibat dalam pengoperasian kendaraan ODOL. Insiden terkait transportasi kargo sering terjadi. Namun, pihak pengirim barang dan pemilik kargo seringkali menolak atau tidak menerima sanksi hukum.

Kereta api dan saluran air tidak digunakan dengan baik untuk transportasi. Harus ada tarif pengangkutan yang sama antara jalan raya dan kereta api sehingga jalan raya tidak terbebani untuk mengangkut barang. Logistik kereta api juga dikenakan PPN, biaya perjalanan dan akses bahan bakar non-subsidi (TAC), sehingga biaya kereta api menjadi mahal.

Terminal Tipe A dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan, pembangunan enam terminal baru dan renovasi 53 terminal. Terminal penumpang tidak boleh kita jadikan semewah bandara, yang penting fungsional. Pasca peresmian, sejumlah terminal belum mendapat pelayanan maksimal (tanpa pelanggan) karena belum berkembangnya angkutan umum. Pelayanan transportasi umum sedang menghadapi krisis kepercayaan masyarakat. Keberadaan angkutan umum harus menjadi perhatian utama pemerintah di masa depan.

Pembangunan truk penting di kawasan perbatasan, yakni empat sudah selesai (PLBN Entikong, PLBN Nanga Badau, PLBN Motaain, PLBN Skow) dan tiga sudah mulai (PLBN Aruk, PLBN Motamasin dan PLBN Wini). Padahal kebutuhan sarana transportasi pada jaringan jalan tanah air sangat baik. Pengendara kerap memanfaatkan bahu jalan untuk beristirahat. Tidak ada stasiun angkutan truk yang dibangun di jalan nasional. Depo kargo dimiliki oleh swasta dan pemerintah daerah. 

Pada tahun 2015 hingga 2024 telah dibangun prasarana angkutan sungai, danau, dan penyeberangan dengan 44 stasiun baru, 31 stasiun, dan 16 danau. Direktorat Perhubungan Sungai, Danau dan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan (2023), Terdapat sekitar 840 danau di Indonesia dengan luas 7.103 kilometer persegi. Sedangkan jumlah sungai di Indonesia mencapai 2.397 sungai dengan panjang 84.678 km (km). Untuk mengatasi hal tersebut perlu dibentuk organisasi Direktorat Jenderal Perhubungan Sungai, Danau dan Penyeberangan.

Pada tahun 2024, 322 rute bus telah diselesaikan di 35 negara bagian dari 340 rute. Pada tahun 2015, masih terdapat 217 jalan di 32 negara bagian. Provinsi Pegunungan Papua membutuhkan Jasa Angkutan Bus Perintis. Armada bus perintis harus segera diganti, kondisinya sudah usang, sebagian besar baru dibangun pada 2016.

Perum Damri yang merupakan BUMN yang diserahi tanggung jawab pengelolaan bus perintis, harus membina PMN dalam pembelian bus baru. Pelayanan bus perintis dapat didirikan seperti bus AKDP ke pulau-pulau tengah seperti Pulau Halmahera, Pulau Sumba, dan Pulau Seram. Juga di wilayah produksi dan pulau-pulau kecil seperti Moroval, Pulau Obi, Pulau Alori, Pulau Adaro, Pulau Bunyu, Pulau Sebatik, Kepulauan Meranti. Jangan lupa, daerah transisi harus ada jalan dan angkutan umum.

Subsidi angkutan barang berbasis sambungan jalan raya dan jembatan udara sangat diperlukan agar harga pokok barang tidak mahal bagi daerah pedalaman. Implementasi alat angkut baru di 6 negara bagian luar Pulau Jawa. Kendala peningkatan transportasi adalah kondisi jalan di wilayah tersebut yang masih sangat rusak (sekitar 40 persen). Perlu percepatan pembinaan pemerintahan daerah Presiden, selain pemerintah daerah, dengan penggunaan dana pembangunan jalan di daerahnya.

Terdapat 269 trayek perintis dan 104 kapal perintis untuk pelayanan angkutan perintis. Terminal yang dibangun tidak terisi sehingga orang tanpa identitas bisa masuk ke dalam kapal feri. Tidak ada batasan bagi penumpang yang belum memiliki tiket keberangkatan. Gedung terminal sepi dari penumpang yang harus menunggu sebelum penumpang diperbolehkan naik. 

Transportasi umum di kota telah dimodernisasi, namun masih jauh dari mencapai tujuannya. Sesuai Renstra Kementerian Perhubungan 2015-2019 berada di 32 kota, dan sesuai Renstra Kementerian Perhubungan 2019-2014 berada di 27 kota. Faktanya hanya ada di 14 kota. Sebanyak 11 kota dikelola oleh Ditjen Perhubungan dan 3 kota dikelola oleh BPTJ. Selain itu, terdapat 20 pemerintah daerah yang telah melaksanakan pelayanan angkutan umum dengan dana hibah APBD. Ada 98 kota dan 416 kabupaten.

Sayangnya subsidi yang diberikan DPR RI hanya sebatas Rp 500 juta sehingga sulit mencapai target lima tahun sekali. Oleh karena itu, yang perlu dikelola adalah Dana DIPA Terpisah Kementerian Keuangan (DAK) dan bukan subsidi BBM Rp 113 miliar yang berpihak pada 93 persen kendaraan pribadi. Angkutan umum hanya menyumbang tiga persen dari subsidi BBM. Pada kawasan aglomerasi (20 zona aglomerasi aglomerasi), harus didirikan pusat transportasi dalam kota.

Telah dibangun 27 bandara baru di bidang udara dan 64 bandara telah direnovasi. Hampir semua pulau kecil dan perbatasan telah dibangun bandara yang dapat disinggahi oleh pesawat terbang. Berikutnya, pembuatan pesawat laut bisa diperluas ke pulau-pulau kecil dan pariwisata. Tarif maskapai penerbangan masih mahal dan beberapa bandara yang dibangun belum beroperasi (Bandara Ngloram di Blora, Bandara Jesar Besar Sudirman di Purbing, Bandara Viridianata di Tasikmalaya, Bandara Kurtajati di masa depan.

Pada saat yang sama, 28 pelabuhan baru dibangun di laut dan 65 pelabuhan direnovasi. Target 229 unit kapal perintis dicapai oleh 103 kapal perintis. Dari target 113 ruas jalan, telah rampung 107 ruas jalan perintis. Selesaikan tol laut dengan 39 kapal, 39 jalan dan 114 pelabuhan. Sterilisasi pelabuhan, seperti stasiun kereta api, tidak bisa diterapkan di semua pelabuhan. Kapal laut yang menghubungkan pulau-pulau kecil di negara ini masih dibutuhkan. Malaku, Prov. Maluku Utara, Pro. Papua Barat Daya.

Penyelesaian jalur kereta tersebut adalah LRT Jabodebek (49,21 km), Bypass Lebak Bulus – Hi (15,7 km), Kereta Cepat Jakarta -Bandung (142,3 km) dan KA (157,7 km). ). Banyak jalur kereta api yang masih perlu direstorasi, seperti Jalur Kedunjat-Tuttang (30 km), Bandung-Tsivide (35 km), Yogakarta-Magelang-Ambarawa, Purokerto-Vonoosobo (8km), Semarang-Rembonogoro (94). ). km). Masalah lintas batas masih harus diselesaikan. Departemen PUPR sudah merencanakan pembangunan jalur kereta api di jalan nasional yang dapat selesai pada tahun 2039.

Keamanan transportasi masih menjadi isu besar bagi negara ini, khususnya dalam bidang transportasi. Program Keamanan Sekolah Anak (RASS) telah diperkuat dan Departemen Keamanan Pertanahan diharapkan dapat kembali beroperasi. Selain itu juga kerjasama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam kerjasama informasi perkeretaapian. Perahu yang membawa pelajar ke pulau-pulau kecil, danau, dan sungai harus dilengkapi dengan jaket pelampung.

 

Frederick Bata

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *