Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Indef Ingatkan Pemerintah Berhati-hati Ambil Kebijakan Soal PPN 12 Persen - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Otomotif

Indef Ingatkan Pemerintah Berhati-hati Ambil Kebijakan Soal PPN 12 Persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peneliti Institute for Economic and Financial Development (Indef) Agus Herta Sumarto mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengeluarkan aturan kenaikan pajak. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menurunkan daya beli masyarakat

Read More : BSD City, Primadona Investor Properti: Peluang Emas di Tengah Perkembangan Smart City

“Salah satu cara menaikkan tarif pajak kita adalah dengan menaikkan tarif pajak, meski ada cara lain. Tapi pemerintah juga harus hati-hati jangan sampai kenaikan pajak ini benar-benar menurunkan daya beli,” kata Agus saat dihubungi dari Jakarta, Selasa. (19/11/2024).

Ia pun memahami apa yang dilakukan pemerintah dengan menaikkan tarif pajak. Pasalnya, salah satu permasalahan perpajakan adalah tax share Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara-negara G20 dan beberapa negara ASEAN.

Untuk tahap awal, ia mengusulkan penerapan PPN sebesar 12% yang akan diberlakukan pada tahun 2025 untuk sektor-sektor tertentu yang tidak berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat luas.

Menurutnya, pemilihan produk elektronik, produk fashion, dan mobil merupakan langkah yang cerdas, karena produk tersebut bukan produk primer yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat luas, ketiga jenis produk tersebut menurutnya masuk dalam kategori tersebut. dari kebutuhan sekunder. mereka digolongkan sebagai barang mewah atau barang mewah.

Read More : Sensor Parkir Mobil Pintar

“Jadi yang akan terkena dampak langsung adalah masyarakat kelas menengah atas yang memiliki pendapatan relatif tinggi,” ujarnya.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *