Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

JAHANGIR NEWS Kiat dari Psikolog Agar Anak tidak Jadi Korban Perundungan - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

JAHANGIR NEWS Kiat dari Psikolog Agar Anak tidak Jadi Korban Perundungan

REPUBLIKA.CO.ID, Psikolog — Psikolog klinis anak dan remaja Vera Itabiliana Hadividjojo dari Institut Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) memberikan nasehat kepada orang tua agar anak tidak menjadi sasaran atau korban bullying. Ajari anak untuk menjadi kuat.

Read More : JAHANGIR NEWS Pengamat: Taktik Coba-Coba Starting XI Shin Tae-yong Blunder

“Ajarkan anak untuk bersikap tegas, berani mengungkapkan perasaannya dengan jelas dan beretika, terapkan pola asuh demokratis dimana anak terbiasa mengutarakan pendapat,” kata Vera di Jakarta, Kamis (19/9/2024).

Sikap asertif adalah kemampuan mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dirasakan kepada orang lain, namun tanpa maksud untuk menyerang orang lain, dengan tetap menjaga dan menghormati hak dan perasaan pihak lain.

Oleh karena itu, pola asuh yang mendukung ketegasan dan komunikasi terbuka dapat membuat anak merasa berdaya dan lebih mampu menghadapi situasi berbahaya, termasuk perundungan.

Anak yang memiliki keterampilan asertif dapat lebih merespon perilaku agresif teman sebaya, misalnya dengan menetapkan batasan atau meminta bantuan, sehingga mengurangi risiko menjadi korban.

“Ajari dan teladani anak bagaimana membela diri saat merasa tertindas, temukan dan kembangkan kelebihan anak, yang penting anak bisa tampil percaya diri,” sarannya. 

Mengajari anak-anak untuk membela diri dan mengembangkan kekuatan mereka dapat memberikan strategi yang diperlukan untuk menghindari intimidasi sekaligus membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial mereka.

Terakhir, Vera mengimbau para orang tua untuk selalu menciptakan lingkungan yang hangat bagi anak di rumah. Lingkungan rumah yang harmonis terbukti berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak, serta kesejahteraan psikologisnya.

Read More : Gen Z Dinilai Lebih ‘Pintar’ Soal Menopause, Berkat Medsos?

“Isi kehidupan anak-anak di rumah dengan kasih sayang, agar anak-anak tidak merasa pelaku (pengganggu) bisa lepas begitu saja,” jelasnya.

Sementara itu, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan kekerasan terhadap anak mencapai 141 kasus pada awal tahun 2024. 35 persen dari seluruh pengaduan berasal dari sekolah atau satuan pendidikan.

Pada awal tahun 2024, sebanyak 46 anak mengakhiri hidupnya. Dari total kasus tersebut, 48 persen terjadi di satuan pendidikan atau anak (korban) masih mengenakan pakaian sekolah.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *