Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Masyarakat Diimbau Waspada Demam Berdarah Selama Musim Hujan - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Masyarakat Diimbau Waspada Demam Berdarah Selama Musim Hujan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Masyarakat diimbau mewaspadai risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD) saat musim hujan. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Read More : Skor ESG di S&P Meningkat, BRI Perkuat Posisi Pemimpin Keberlanjutan Sektor Perbankan

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Dr Tri Yunis Miko Wahiono, MSc, mengatakan masyarakat harus mewaspadai genangan air. “Barang bekas yang memungkinkan air masuk ke kolam sebaiknya disingkirkan dan dikurangi,” kata Tri Younis, Kamis (21/11/2024).

Miko menjelaskan, kasus DBD biasanya meningkat pada awal dan akhir musim hujan. Curah hujan yang tinggi di awal musim hujan menyebabkan air tergenang sehingga ideal untuk berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Namun ketika hujan sudah berhenti atau reda, nyamuk-nyamuk ini biasanya tidak bisa terbang terlalu jauh, sehingga penyebarannya terbatas. Sebaliknya, di penghujung musim hujan, saat curah hujan berkurang, nyamuk akan aktif kembali dan bisa menyebar lebih luas. Oleh karena itu, peningkatan kasus DBD tertinggi sering terjadi pada bulan November hingga Desember dan Maret hingga Juni.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk waspada menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk (3M). Untuk menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah (DBD), menurut dosen kesehatan masyarakat UI ini, diperlukan berbagai upaya atau intervensi yang dapat dilakukan secara bersamaan.

“Belum ada solusi tunggal yang bisa mengatasi masalah ini. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain vaksinasi, penerapan program 3M, dan penggunaan obat nyamuk. Semuanya harus digunakan,” ujarnya.

Read More : JAHANGIR CIRCLE Kebiasaan Sederhana pada Pagi Hari yang Bisa Memperpanjang Usia, Kata Para Ahli

Menurutnya, untuk mencapai hasil yang maksimal, upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif. Ia mengatakan vaksinasi bisa sangat efektif, terutama bagi mereka yang belum pernah tertular virus demam berdarah.

Vaksin ini membantu melindungi individu terhadap risiko demam berdarah di masa depan. Namun bagi mereka yang sudah tertular, tetap bisa divaksinasi, namun dengan aturan berbeda.

Bagi orang yang sudah tertular, sebaiknya vaksinasi diberikan satu kali saja, bukan dua kali, sebagaimana dianjurkan bagi mereka yang belum pernah tertular. “Seluruh intervensi ini harus dilaksanakan secara koheren dan terpadu, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat dan sektor lainnya,” ujarnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *