Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Penyelamatan Sritex Terancam Sia-Sia Jika Impor Ilegal Tetap Merajalela - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Bisnis

Penyelamatan Sritex Terancam Sia-Sia Jika Impor Ilegal Tetap Merajalela

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bangkrutnya PT Sritex mengungkap bahayanya industri tekstil Indonesia dan menarik banyak perhatian pemerintah. Presiden Prabowo Subianto juga menginstruksikan empat menteri untuk menyelamatkan perusahaan yang memiliki pabrik di Sukoharjo, Jawa Tengah itu. Namun, langkah ini mungkin akan sia-sia jika impor ilegal terus berlanjut dalam skala besar.

Read More : Rayakan HUT ke-129, BRI Tawarkan Program Spesial BRIguna

Koordinator Aliansi Masyarakat Tekstil Indonesia (AMTI) Agus Rianto memuji respons cepat pemerintah terhadap krisis Sritex. Namun, dia menegaskan permasalahan utamanya adalah impor ilegal yang mendominasi pasar.

“Langkah cepat yang dilakukan pemerintah memang luar biasa, namun kita tidak bisa hanya mengandalkan amandemen aturan perdagangan atau kebijakan baru. Impor ilegal dan tidak bayar pajak secara besar-besaran adalah masalah besar,” kata Agus, Selasa (5/11/2024). “Jika hal ini tidak segera diakhiri, upaya menyelamatkan Sritex akan sia-sia,” tegasnya dalam sebuah pernyataan.

Agus mengatakan 80 persen pasar tekstil tradisional Indonesia dikuasai oleh produk impor ilegal yang menghindari peraturan dan pajak. Meskipun praktik ini diketahui oleh Bea dan Cukai dan Kementerian Keuangan, namun tidak ada tindakan nyata yang diambil untuk memberantasnya.

“Hal ini sudah berlangsung lama dan perlu tindakan nyata dari pemerintah untuk memberantasnya,” kata Agus.

Kelangsungan hidup Sritex yang kini menghadapi risiko PHK massal (PHK) terhadap lebih dari 50 ribu karyawannya akan sangat bergantung pada keamanan pasar dalam negeri. Jika impor ilegal terus membanjiri pasar, produsen lokal seperti Sritex akan kesulitan bertahan.

Read More : Total Aset Dana Pensiun di Indonesia per September 2024 Capai Rp 1.500 Triliun 

“Tanpa memberantas impor ilegal, Shritex dan industri tekstil lainnya tidak akan pernah kembali normal,” tegas Agus.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan Peraturan Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024 bertujuan untuk melindungi industri TPT dalam negeri. Namun, ia juga menilai kebijakan tersebut harus dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap praktik impor.

“Kami akan terus mengevaluasi dan memastikan regulasi ditegakkan secara konsisten. Namun tantangan utamanya adalah penegakan hukum terhadap impor ilegal yang merugikan industri lokal,” kata Budi.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *