Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Peternak Buang-Buang Susu Sampai 200 Ton, Kebijakan Pemerintah Disorot - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Bisnis

Peternak Buang-Buang Susu Sampai 200 Ton, Kebijakan Pemerintah Disorot

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kisah para peternak yang membuang susu hasil produksi sapi perah sebagai bentuk protes menarik perhatian masyarakat luas. Ini adalah masalah kompleks yang telah teridentifikasi dan memerlukan tindakan segera dari pemerintah. 

Read More : CIRCLE NEWS Transaksi Tembus Rp1 Miliar, Booth UMKM PLN Jadi Primadona di Inacraft 2024

Menteri Luar Negeri (Mensenig) Presti Hadi turut serta dalam diskusi Kementerian Pertanian (Kaminta) terkait protes petani dan pengumpul susu. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian Pertanian atas tindakan cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Menlu menjelaskan, budaya ini harus didorong. Akan selalu ada masalah dalam industri. Yang paling penting adalah seberapa cepat Anda bertindak.

“Alhamdulillah, hal ini harus selalu kita dorong, walaupun ada permasalahan, semangat persatuan sangat luar biasa, kita cari solusi bersama, kemudian mitra industri dan peternak serta produsen susu berjanji untuk tumbuh bersama.” Saya kira ini energi positif dan energi yang luar biasa,” kata Prastew dalam jumpa pers di kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (11/11/2024).

Ia menjelaskan topik pembahasan itu penting. Pada dasarnya semua orang memerlukan zat gizi. Salah satunya adalah konsumsi susu.

Prosto memahami produksi susu dalam negeri saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nasional. Oleh karena itu impor diperlukan. Kemudian masalah lain muncul di lapangan, seperti baru-baru ini.

Mensesneg menyinggung program makanan bergizi gratis. Konsumsi susu akan meningkat. Jadi semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan semuanya berjalan baik.

“Saya yakin ini yang bisa kami tawarkan, sekali lagi terima kasih. Kedepannya, kami berharap kalaupun ada masalah, kami akan menemukan solusi terbaiknya.”

Read More : Boikot dan Penurunan Daya Beli Bikin Memble Kinerja Produk Pro Israel

Di masa lalu, terdapat beberapa kasus penyalahgunaan yang dilakukan oleh produsen susu. Susu segar yang mereka hasilkan terpaksa dibuang karena tidak diserap atau dibeli oleh Industri Pengolahan Susu (IPS). Menurut data Dewan Susu Nasional, lebih dari 200 ton susu segar terbuang setiap hari.

Setelah beberapa jam perundingan, tercapai kesepakatan yang menyatakan IPS harus menerima susu dari peternak setempat. Kementerian Pertanian melakukan perubahan aturan sebagai langkah konkrit perjanjian tersebut.

 

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *