Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Program Makan Bergizi Gratis Direncanakan Mulai Januari, Sasar 3.000-4.000 Siswa per Kota - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Lifestyle

Program Makan Bergizi Gratis Direncanakan Mulai Januari, Sasar 3.000-4.000 Siswa per Kota

REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA: Menteri Luar Negeri (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan program populer Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah Kesehatan Gratis (MBG) akan dimulai Januari mendatang. 

Read More : CIRCLE NEWS BRImo FSTVL 2024 Ajak Generasi Muda Main di Playzone

“Makanan itu salah satu prioritasnya. (Saat skema dimulai) Insya Allah mulai Januari sudah selesai,” kata Prasetyo, Minggu (27/10/2024). 

 

Ia juga mengatakan, pencapaian tersebut tidak akan sempurna. Pasalnya, melihat negara lain yang sudah lama melakukan hal tersebut, kata dia, Indonesia baru mulai melakukan hal tersebut. 

 

“Tapi mungkin sistemnya belum sempurna. Karena kita di tahun baru ini. Negara kita akan menggunakan produk pangan,” ujarnya. 

 

“Saat ini banyak negara yang sudah bekerja selama puluhan tahun. Kami mohon doanya. Kami memberkati Anda. Mohon pengertiannya bahwa pada awalnya sistem ini belum sempurna,” imbuhnya. 

 

Read More : Bagnaia Rebut Pole Position GP Thailand dan Cetak Rekor

Ia juga mengatakan, pada saat pelaksanaan program pertama belum bisa dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Pasalnya, ada beberapa yang perlu berbeda sehingga tidak bisa disamakan untuk menggunakan layanan canggih ini. Ia juga mengatakan, nantinya di setiap kota akan fokus pada 3.000 hingga 4.000 pelajar. 

 

“Kalau begitu mungkin liputannya belum bisa menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Kita harus cari jalan ke daerah lain. Misalnya di pantai timur, jawaban utara Papua. Tentu kita tidak bisa menandinginya. Kalau beritanya mau lihat di sini, “ini adalah contoh bawaan.” 

 

“Lain kali siap membiayai 3.000 hingga 4.000 siswa,” tutupnya.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *