Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Stroke Intai Anak Muda, Gaya Hidup Ini Jadi Penyebabnya - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Stroke Intai Anak Muda, Gaya Hidup Ini Jadi Penyebabnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyakit kanker yang dikenal sebagai penyakit lansia semakin meningkat. Mengubah gaya hidup yang tidak sehat menjadi salah satu alasan utama mengapa hal ini terjadi.

Read More : Prabowo Terima Laporan Soal Progres Peresmian Danantara, Ini Arahannya

Dokter dari Persatuan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni) Dr Dodik Taskworo mengatakan, pola hidup yang tidak sehat seperti tidak berolahraga dan terlalu banyak mengonsumsi lemak dan gula merupakan faktor risiko terjadinya stroke. “Beberapa orang yang saya temui di usia 30-an dan 40-an adalah orang-orang yang menyukainya dan beberapa hal menyebabkan rasa sakit di masa kecil mereka semakin meningkat karena kesehatan,” kata Dodik saat diwawancarai masyarakat di Jakarta. Jumat (25/10/2024).

Ia mengatakan, merokok, minum minuman beralkohol, dan stres yang tinggi berkontribusi terhadap risiko stroke pada generasi muda. “Stres juga penting karena bagi mereka banyak persaingan yang berujung pada gangguan tidur dan semua itu menjadi faktor risiko stroke,” ujarnya.

Selain gaya hidup, kata dia, stroke bisa disebabkan oleh riwayat penyakit genetik dan penyakit lain seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan obesitas. Untuk mencegah penyakit stroke sejak dini, Dodik menganjurkan untuk menggunakan ungkapan 3O + 1D yang artinya berolahraga selama 30 menit sehari, berolahraga atau bersenang-senang dan melakukan hal-hal yang membuat hati bahagia, menguatkan jiwa atau mendekatkan diri kepada Tuhan tanpa melakukan apa pun di dalam. . makan, dan makanan sehat dengan mengurangi makanan berlemak.

Ia yang akrab disapa Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Yudhi Pramono mengatakan, 90% kasus stroke dapat dicegah dengan mengendalikan hal-hal seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, merokok, dan kekurangan fisik. bekerja. Faktanya, 90 persen stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dislipidemia, gangguan jantung, merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, stres, dan alkoholisme, kata Yudhi.

Read More : Rekomendasi Makanan Sehat Tradisional Kaya Manfaat Alami

Yudhi mengatakan, Kementerian Kesehatan merekomendasikan pemeriksaan kesehatan dilakukan pada setiap hari ulang tahun warga negara sebagai salah satu cara mencegah maraknya penyakit kanker di Indonesia. “Ada filter profil kolesterol dan lipid yang digunakan untuk memprediksi stroke,” ujarnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *