Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

anak kecanduan gadget Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/anak-kecanduan-gadget/ berita dari seluruh kalangan dunia Wed, 20 Nov 2024 16:58:30 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://jahangircircle.org/wp-content/uploads/2024/10/cropped-jc-32x32.png anak kecanduan gadget Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/anak-kecanduan-gadget/ 32 32 Alasan Orang Tua Sebaiknya tak Beri Anak Gadget Sejak Dini https://jahangircircle.org/alasan-orang-tua-sebaiknya-tak-beri-anak-gadget-sejak-dini/ https://jahangircircle.org/alasan-orang-tua-sebaiknya-tak-beri-anak-gadget-sejak-dini/#respond Wed, 20 Nov 2024 16:58:30 +0000 https://jahangircircle.org/alasan-orang-tua-sebaiknya-tak-beri-anak-gadget-sejak-dini/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Beberapa orang tua merasa gadget bukan solusi cepat untuk menenangkan anak. Namun di balik kemudahan dan kepraktisan tersebut, diyakini terdapat dampak negatif yang signifikan terhadap tumbuh kembang anak. Konselor Sekolah Cikal Surabaya, Tania Nurmalita, S.T., M.Si., menyoroti...

Artikel Alasan Orang Tua Sebaiknya tak Beri Anak Gadget Sejak Dini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Beberapa orang tua merasa gadget bukan solusi cepat untuk menenangkan anak. Namun di balik kemudahan dan kepraktisan tersebut, diyakini terdapat dampak negatif yang signifikan terhadap tumbuh kembang anak.

Konselor Sekolah Cikal Surabaya, Tania Nurmalita, S.T., M.Si., menyoroti tren pengasuhan anak modern yang mengkhawatirkan. Jelaskan dampak negatif jika orang tua mengenalkan gadget kepada anak sejak dini. Siaran pers yang diperoleh Republika.co.id pada Rabu (20/11/2024) menyebutkan sebagai berikut:

1. Mempengaruhi perkembangan kognitif anak

Tania menjelaskan, penggunaan gawai yang berlebihan dan tidak dilibatkannya aktivitas motorik anak dapat menurunkan kemampuan kognitif anak. “Kemampuan anak dalam mengolah kosa kata, mengolah informasi, dan mengelola rangsangan yang diterima anak akan menurun. Biasanya gadget hanya memberikan paparan audiovisual, sehingga anak mungkin belum bisa memanfaatkannya secara maksimal,” kata Tania. Keterampilan tidak akan terlatih jika sering menggunakan gadget,” kata Tania.

2. Menyebabkan keterlambatan bicara pada anak

Menurut Tania, salah satu dampak negatif yang ditimbulkan anak akibat paparan gadget berlebihan adalah keterlambatan bicara atau Speech Delay. Dalam hal ini keterlambatan bicara akan mempengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Gadget bisa membingungkan anak dalam berbicara, yang akhirnya berujung pada keterlambatan bicara karena ada perbedaan antara bahasa yang digunakan ibu sehari-hari dengan bahasa yang didengar anak dari gadget. Itu – anak mengutarakan keinginannya,” kata Tania, mereka lebih suka diam lalu menggunakan isyarat untuk menunjukkan apa yang diinginkannya,” kata Tania.

3. Membuat anak kurang berempati

Penggunaan gawai yang berlebihan diduga akan mengurangi interaksi anak dengan dunia luar, sehingga menurunkan kemampuannya dalam memahami dan merespons emosi orang lain. Tania mengatakan, saat bermain gadget, anak-anak jarang sekali berinteraksi dengan manusia.

Mereka, katanya, memvalidasi emosi berdasarkan sudut pandangnya. “Kondisi ini membuat anak sulit berempati terhadap situasi orang lain. Jadi kalau mereka diberitahu, ‘Ini berdampak pada kamu? Kalau berdampak pada orang lain, bagaimana perasaanmu?’ “Anak yang kurang empati umumnya akan menjawab, ‘Iya bagus, kamu tidak keberatan kalau dipukul’,” kata Tania. Situasi ini membuat anak sulit menempatkan dirinya di lingkungan sosial, ”kata Tania.

4. Membuat anak menyukai benda yang instan

Kebiasaan langsung yang diperkenalkan oleh gadget, seperti mengatur ulang permainan setelah memutar video atau mempercepat permainan, menyulitkan anak-anak untuk memahami konsekuensi dari tindakan mereka dan menyebabkan berkurangnya kesabaran dan kurangnya apresiasi terhadap proses tersebut. “Saat menggunakan gadget, banyak hal instan yang ditawarkan. Hal ini akan menyulitkan anak untuk memahami akibat dari tindakannya karena mereka merasa jika melakukan reset maka tidak akan terjadi apa-apa. Padahal, di dunia nyata, segala sesuatu yang kita lakukan bisa berdampak dan berdampak pada orang lain, ujarnya.

Artikel Alasan Orang Tua Sebaiknya tak Beri Anak Gadget Sejak Dini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/alasan-orang-tua-sebaiknya-tak-beri-anak-gadget-sejak-dini/feed/ 0
JAHANGIR CIRCLE Dokter Sebut Paparan Gadget Berpotensi Bikin Anak Lambat Bicara https://jahangircircle.org/dokter-sebut-paparan-gadget-berpotensi-bikin-anak-lambat-bicara/ https://jahangircircle.org/dokter-sebut-paparan-gadget-berpotensi-bikin-anak-lambat-bicara/#respond Tue, 15 Oct 2024 15:53:01 +0000 https://jahangircircle.org/dokter-sebut-paparan-gadget-berpotensi-bikin-anak-lambat-bicara/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dokter spesialis anak menolak dr. Fitri Hertanto meyakini screen time dapat membantu anak belajar bahasa lebih cepat. Menurutnya, paparan gadget atau screen time sejak dini bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak, termasuk memicu terjadinya keterlambatan bicara....

Artikel JAHANGIR CIRCLE Dokter Sebut Paparan Gadget Berpotensi Bikin Anak Lambat Bicara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dokter spesialis anak menolak dr. Fitri Hertanto meyakini screen time dapat membantu anak belajar bahasa lebih cepat. Menurutnya, paparan gadget atau screen time sejak dini bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak, termasuk memicu terjadinya keterlambatan bicara.

“Banyak orang tua percaya bahwa screen time membantu anak mereka belajar bahasa Inggris lebih cepat. Sekalipun itu tidak benar. Berdasarkan penelitian, screen time berdampak negatif pada perkembangan, perilaku, dan bicara anak, kata Dr. Fitri saat konferensi virtual di Jakarta, Selasa (15/10/2024).

Ia menjelaskan, paparan terhadap gawai seperti menonton video, memainkan alat elektronik, dan melakukan video call sebaiknya dihindari sejak usia muda, terutama pada masa kritis anak, yaitu usia nol hingga 2 tahun. Pada masa ini, orang tua hendaknya didorong untuk melakukan interaksi langsung untuk mendorong anak belajar bahasa.

Interaksi langsung dengan lingkungan seperti berbicara dengan orang tua atau orang lain terbukti membantu anak mengembangkan kemampuan berbahasa. Interaksi langsung seperti bermain bersama, mengobrol, mendengarkan suara, mengamati ekspresi wajah dan merespons secara langsung sangat penting dalam pembelajaran bahasa anak Anda.

“Jangan menggunakan alat media elektronik atau gadget atau bahasa yang merangsang karena anak lebih tertarik pada gadget itu sendiri dibandingkan belajar,” ujar Dr. Fitri.

Selain menjauhkan anak dari gawai, ia juga mengingatkan para orang tua untuk tidak memberikan rangsangan negatif pada anak. Dorongan negatif adalah ketika orang tua sering kali menanggapi bahasa tubuh atau tindakan anaknya tanpa dorongan. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan keterlambatan bicara, karena anak menganggap bahasa tubuh sudah cukup untuk berkomunikasi.

“Saya selalu menceritakan hal ini kepada orang tua yang datang berkonsultasi. Saya katakan, jangan memberikan rangsangan dan kasih sayang negatif kepada anak. Misalnya saja saat anak berbicara, sebaiknya orang tua hanya merespons saat anak berbicara. “Tetapi biasanya orang tua ketika mengajar anak tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar bahasa lisan, tetapi memberikan apa yang dibutuhkan anak,” kata Dr. Fitri.

Keterlambatan bicara merupakan keterlambatan bicara atau keterlambatan kemampuan bicara ekspresif anak yang tidak sesuai dengan kelompok usianya. Tanda-tanda keterlambatan bicara muncul seiring bertambahnya usia, misalnya anak usia 8 bulan tidak mencari sumber suara dari samping atau belakang. Lalu saat anak berumur 9 bulan, saat dipanggil tidak menjawab dan tidak ada suara.

Tanda-tanda keterlambatan bicara pada usia 12-18 tahun adalah ketika anak tidak mengucapkan kata-kata yang bermakna dan tidak dapat memahami instruksi sederhana. Pada usia 24 bulan, anak belum dapat mengucapkan kalimat dua kata yang dapat dipahami. Kemudian pada usia 3 tahun, anak belum bisa mengucapkan kalimat yang terdiri dari tiga kata atau lebih.

“Ada Speech Milestone yang harus diwaspadai oleh orang tua. Milestone ini bisa dijadikan acuan untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami keterlambatan bicara atau tidak,” kata dr Fitri.

Artikel JAHANGIR CIRCLE Dokter Sebut Paparan Gadget Berpotensi Bikin Anak Lambat Bicara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/dokter-sebut-paparan-gadget-berpotensi-bikin-anak-lambat-bicara/feed/ 0
JAHANGIR CIRCLE Tips Buat Orang Tua: Begini Cara ‘Ubah’ Screen Time Anak Jadi Kebiasaan Membaca https://jahangircircle.org/tips-buat-orang-tua-begini-cara-ubah-screen-time-anak-jadi-kebiasaan-membaca/ https://jahangircircle.org/tips-buat-orang-tua-begini-cara-ubah-screen-time-anak-jadi-kebiasaan-membaca/#respond Wed, 09 Oct 2024 19:32:46 +0000 https://jahangircircle.org/tips-buat-orang-tua-begini-cara-ubah-screen-time-anak-jadi-kebiasaan-membaca/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ada cara bagi orang tua untuk mengubah screen time anak atau waktu yang dihabiskan di depan gawai menjadi kesempatan belajar. Hal ini berlaku tidak hanya pada anak usia sekolah yang sudah bisa membaca, namun juga pada anak...

Artikel JAHANGIR CIRCLE Tips Buat Orang Tua: Begini Cara ‘Ubah’ Screen Time Anak Jadi Kebiasaan Membaca pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ada cara bagi orang tua untuk mengubah screen time anak atau waktu yang dihabiskan di depan gawai menjadi kesempatan belajar. Hal ini berlaku tidak hanya pada anak usia sekolah yang sudah bisa membaca, namun juga pada anak prasekolah yang sudah bisa mengenal huruf dan kata.

Disadur dari Slate, Minggu (26/05/2024) Cara ini mengaktifkan fitur teks atau subtitle pada siaran Anda, baik di televisi, ponsel, tablet, atau laptop. Menurut penelitian, metode ini membantu anak belajar membaca.  

Hal ini penting karena statistik global menunjukkan bahwa tingkat membaca dan menulis anak-anak telah menurun di sebagian besar negara dibandingkan lima tahun lalu. Di zaman di mana waktu pemakaian perangkat mendapat reputasi buruk, metode pemberian teks adalah cara membaca yang menyenangkan untuk anak-anak. 

Penulis dan ilmuwan Tessa Fiorini Cohen mengatakan bahwa teks yang diaktifkan secara alami tidak dapat diabaikan karena mata mendeteksinya secara otomatis. Jika anak belum bisa membaca, matanya tetap tertuju pada teks.   

Subtitle tidak mengurangi pengalaman menonton. Kemudian, setelah anak mendengarkan konten dan melihat subjudulnya dan setidaknya mampu mencocokkan huruf dengan suaranya, manfaatnya pun dimulai.  

Cohen, yang mengajar di Universitas Edinburgh di Skotlandia, mengatakan: “Sinonim membuat hubungan langsung antara suara, makna dan teks, secara real time, memfasilitasi pengembangan membaca dan bahasa.”

India begitu terbebani dengan manfaat yang didapat sehingga pemerintahnya mengeluarkan undang-undang yang menyatakan bahwa pada tahun 2025, 50 persen televisi arus utama harus memiliki subtitle secara default. Sebuah proyek literasi global bernama Turn On The Subtitles mencoba menghadirkan ide serupa ke dalam program anak-anak di platform streaming dan streaming Inggris. 

Menurut Cohen, bukti pertama manfaat teks muncul pada tahun 1980an sebagai produk penelitian yang mengejutkan. Penelitian ini mengkaji teks-teks yang ditujukan untuk anak-anak tuna rungu atau gangguan pendengaran.  

Tim menemukan bahwa teks memiliki efek menguntungkan pada pendengaran dan anak-anak dalam penelitian tersebut. Sejak itu, beberapa penelitian telah dilakukan dan tahun lalu hasil dari berbagai tes tersebut dikumpulkan dan dianalisis dalam studi komprehensif yang menegaskan komunikasi efektif dalam berbagai bahasa seperti Inggris, Jepang, Yunani, Arab, dan Cina.

“Subtitel sangat membantu bagi anak-anak yang baru belajar membaca dan pembaca pemula. Melalui akses ke subtitel, hubungan antara suara dan teks diperkuat secara perlahan dan tanpa disadari,” kata Cohen. Namun, ia menegaskan, mengaktifkan subtitle bukanlah pengganti membaca buku fisik yang tetap diwajibkan. 

 

 

Artikel JAHANGIR CIRCLE Tips Buat Orang Tua: Begini Cara ‘Ubah’ Screen Time Anak Jadi Kebiasaan Membaca pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/tips-buat-orang-tua-begini-cara-ubah-screen-time-anak-jadi-kebiasaan-membaca/feed/ 0