Artikel BPOM Uji Sampel Anggur Shine Muscat, Seperti Ini Hasilnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Direktur BPOM Taruna Ikrar dalam jumpa pers di Jakarta mengatakan, pengambilan sampel anggur muscat berwarna cerah mencakup banyak wilayah, terutama daerah asal buah tersebut, antara lain Jabodetabek, Bandung, Bandar Lampung, Surabaya, Pontianak, Makassar, dan Medan. Pengujian sampel dari Jabodetabek, Bandung, dan Bandar Lampung telah selesai dilakukan di Balai Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) BPOM, kata Taruna, Senin.
Untuk menguji parameter residu pestisida Klorpirifos, ujarnya, menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa atau GC/MSMS (Batas deteksi atau LOD 0,02 μg/kg / Batas kuantifikasi atau LOQ 0,07 μg/kg). Tidak ada hasil.
Taruna mengatakan BPOM berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pemeriksaan pangan segar terkait pencarian fakta media, serta melakukan penelusuran sampel dan pengujian laboratorium.
“BPOM sebagai koordinator analisis risiko keamanan pangan akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan mengenali dan memilih produk yang aman, berkualitas, dan peduli.
Konsumen juga diminta untuk menggunakan cara penyimpanan makanan yang sesuai dengan standar keamanan pangan, yaitu menjaga suhu penyimpanan makanan tertentu dan mengkategorikan makanan, serta menjaga kebersihan tempat penyimpanan makanan agar tidak terjadi kontaminasi.
“Untuk buah-buahan yang sering dimakan tanpa kulit, disarankan untuk membilasnya terlebih dahulu dengan air bersih dan hati-hati terhadap residu pestisida, kemudian membersihkan, mencuci dan membuang kulitnya dapat mengurangi risiko terkena residu dan kontaminan lain yang tersisa pada buah. buah. permukaan
Artikel BPOM Uji Sampel Anggur Shine Muscat, Seperti Ini Hasilnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Isu Keamanan Anggur Shine Muscat Mencuat, Bos Bapanas Imbau Konsumsi Buah Lokal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Pemilihan buah-buahan lokal menunjukkan potensi pangan kita dan komitmen kita dalam memanfaatkan sumber daya,” kata Arif dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/11/2024).
Ditanya apakah dorongan mengonsumsi buah-buahan lokal ada kaitannya dengan pemberitaan produk anggur impor Shine Muscat, Arif mengatakan masyarakat punya kebebasan makan apa pun yang diinginkannya.
Bapanas juga mengatakan anggur Shine Muscat aman dikonsumsi setelah uji cepat residu pestisida dengan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) menunjukkan hasilnya memenuhi standar keamanan pangan.
Namun, ia juga menekankan bahwa ketahanan pangan yang kuat didasarkan pada kebebasan pangan.
“Untuk membangun ketahanan pangan yang kuat, kebebasan pangan adalah landasannya. Artinya kita harus mengutamakan produksi dalam negeri,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki beragam buah-buahan andalan antara lain manggis, mangga, pisang, dan salak.
Oleh karena itu kami mendorong masyarakat untuk memilih buah-buahan lokal yang tidak hanya segar, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan petani Indonesia, tambahnya.
Arif mengatakan, konsumsi buah-buahan lokal merupakan wujud upaya diversifikasi konsumsi pangan berbasis potensi sumber daya lokal sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 81 Tahun 2024.
Dikatakannya, ada tiga hal positif yang bisa dicapai dengan mengkonsumsi buah-buahan lokal yaitu pertama menunjang pola hidup sehat, kedua memajukan perekonomian daerah dan nasional, dan ketiga meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“Karena produksi petani pribumi bisa terserap dengan baik,” kata Arif.
Berdasarkan data Pola Pangan yang Diharapkan (PPH) tahun 2023, konsumsi buah Indonesia tercatat sebesar 76,7 gram per orang per hari pada tahun 2021, meningkat dari 85,2 gram per hari, dan meningkat 3 gram pada tahun 2023 mencapai 88,7 gram. satu orang setiap hari antara periode 2022-2023.
Namun, meskipun tren konsumsi buah masyarakat meningkat, rata-rata konsumsi buah Indonesia masih berada di bawah target PPH dan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Data PPH tahun 2023 menunjukkan rata-rata masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi 34,4 kg buah per orang per tahun, sedangkan WHO merekomendasikan konsumsi buah minimal 65 kg per orang per tahun.
Direktur Keanekaragaman Pangan Bapnas, Rinna Shyawal mengatakan, dibandingkan buah impor, buah lokal memiliki banyak keunggulan dalam hal kesegaran dan nutrisi yang maksimal.
“Buah lokal lebih segar dan sehat karena dipanen saat sudah matang dan tidak perlu menempuh jarak jauh untuk sampai ke konsumen. “Hal ini tidak hanya menjamin kesegaran, tapi juga menjaga kualitas nutrisi buah,” kata Rinna.
Ia juga mengatakan, pihaknya aktif mempromosikan dan mengkampanyekan konsumsi buah-buahan lokal dalam berbagai kegiatan pada tahun 2024.
“Kami membagikan sekitar 9.050 botol jus sayur dan buah serta 15.350 buah pisang secara gratis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya buah-buahan lokal,” kata Rinna.
Selain kampanye langsung di masyarakat, Bapnas juga menyelenggarakan program “B2SA Goes to School” (BGtS) yang diperkenalkan di sekolah-sekolah dengan konsep gizi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dengan fokus pada bahan pangan lokal. .
Rinna mengatakan, program ini dilaksanakan di 380 sekolah di 38 provinsi dengan tujuan menjangkau 80.000 siswa.
Artikel Isu Keamanan Anggur Shine Muscat Mencuat, Bos Bapanas Imbau Konsumsi Buah Lokal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kepala Badan Pangan: Anggur Shine Muscat di Peredaran Aman Dikonsumsi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kepala Badan Pangan: Anggur Shine Muscat di Peredaran Aman Dikonsumsi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Badan Pangan Rapid Test Residu Pestisida Anggur Shine Muscat di 100 Kota, Ini Hasilnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sebagian besar atau 90 persen hasilnya negatif, dan 10 persennya mengandung residu dalam jumlah yang aman sehingga aman untuk dikonsumsi. “Hasil rapid test yang dilakukan OKKP menunjukkan bahwa anggur Muscat saat ini aman dikonsumsi karena dalam jumlah yang aman dari semua rapid test. Kami masih mengirimkan beberapa sampel ke laboratorium untuk memastikan kandungannya,” kata Yusra. dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024).
Sebelumnya, Ketua NFA Arif Prasetio Adi menegaskan dalam pernyataannya, Rabu (30/10/2024) bahwa dirinya akan menyelidiki lebih lanjut pemberitaan media yang melibatkan anggur muscat bersinar di Thailand. Pihaknya telah meminta OKKP dan OKKPD provinsi memperketat pengawasan keamanan pangan segar untuk menjamin keamanan produk yang beredar di pasar Indonesia.
Sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional, kami akan terus memperkuat pengawasan keamanan produk pangan segar yang beredar di masyarakat melalui pengambilan sampel dan uji laboratorium secara berkala, kata Yusra.
Kasus tersebut bermula dari Thailand, dimana dilaporkan anggur red muscat yang diimpor dari Tiongkok ditemukan mengandung residu pestisida di atas batas aman. Terkait hal tersebut, Food and Drug Administration (FDA) Thailand telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa produk Shine Muscat Grape aman untuk dikonsumsi. https://oryor.com/media/newsUpdate/media_news/3025.
Meski hasil rapid test menunjukkan buah anggur aman untuk dikonsumsi, namun badan nasional juga mendorong masyarakat untuk menerapkan praktik yang baik sebelum mengonsumsi buah anggur. Hal ini termasuk memilih wine yang memiliki izin edar; Cuci dengan air bersih sebelum digunakan.
Badan Pangan Nasional juga menggalakkan konsumsi buah-buahan lokal. Buah-buahan lokal juga memiliki keunggulan dalam hal kesegaran dan kualitas, karena kami menggunakan buah-buahan sesuai musim, menurut Reena Syaval, direktur keanekaragaman konsumsi pangan di NFA.
“Buah lokal tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke konsumen, jadi lebih segar dan rasanya lebih enak,” kata Reena.
Menurut dia, ajakan mengonsumsi buah-buahan lokal sejalan dengan Perpres 81 Tahun 2024 yang mengacu pada peningkatan keanekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal.
“Mengonsumsi buah-buahan lokal merupakan bagian dari mencintai produk lokal, khususnya di bidang pangan. Kita harus bersama-sama melaksanakan Perpres 81 Tahun 2024 untuk memperkuat kebebasan pangan kita,” kata Reena.
Artikel Badan Pangan Rapid Test Residu Pestisida Anggur Shine Muscat di 100 Kota, Ini Hasilnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Isu Anggur Shine Muscat Berujung Aman, Bapanas Galakkan Makan Buah Lokal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Dan mereka menyatakan hasil pengujian anggur lokal Shine Muscat aman dikonsumsi,” kata Yusra dalam keterangannya, Jumat (1/11/2024).
Ketua NFA, Arif Prasetio Adi, mengatakan timnya masih bekerja keras untuk memastikan semua produk pangan segar, termasuk yang diimpor ke Indonesia, memenuhi standar keamanan yang diperlukan.
“Kami menyadari kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan anggur muscat dan laporan anggur muscat di Thailand, kami segera meminta tim keamanan pangan baru di NFA dan layanan pangan regional untuk segera melakukan pengujian dan uji laboratorium agar dapat segera melakukan pengujian dan uji laboratorium. bilang aman,” kata Arif.
Otoritas Keamanan Pangan Thailand, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Thailand, telah menyatakan bahwa produk muscat berry aman dikonsumsi.
Saat itu, pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Malaysia menyebutkan bahwa hasil uji keamanan pangan tidak menunjukkan bahwa anggur Shine Muscat berada di atas batas residu yang ditentukan, sehingga aman untuk pangan.
Otoritas Pangan Singapura/Singapore Food Agency (SFA) juga menyatakan bahwa produk anggur Shine Muscat yang didistribusikan di negara tersebut aman dan tidak ditemukan pestisida di luar perbatasan.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (NFA) melakukan uji cepat residu pestisida pada buah anggur muscat dan dinas yang membidangi pangan provinsi selaku Otoritas Pengawasan Pangan Daerah (OKKPD). Silakan Pangak Yusra Egayanti Deputi Bidang Keberagaman dan Keamanan menyampaikan, sekitar 100 kabupaten/kota sudah dilakukan tes cepat. Sebagian besar atau 90 persen produknya berbahaya, dan 10 persen sisanya mempunyai residu yang banyak sehingga aman digunakan.
“Hasil rapid test yang dilakukan OKKP menunjukkan bahwa anggur muscat saat ini aman dikonsumsi, karena dalam jumlah yang aman dari semua rapid test. Kami masih mengirimkan beberapa sampel ke studio untuk dipastikan kandungannya,” kata Yusra dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024).
Artikel Isu Anggur Shine Muscat Berujung Aman, Bapanas Galakkan Makan Buah Lokal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Isu Residu Bahaya Anggur Muscat, Wamentan: Kita Lagi Cek pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami sedang memeriksa,” kata Sudaryono di kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (29/10/2024).
Sudaryono mengaku kaget dengan kabar tersebut. Sudaryono kerap menyantap anggur Shine Muscat impor. Sudaryono meminta Direktorat Hortikultura segera mengkonfirmasi kabar tersebut. Sudaryono mengatakan keamanan produk pertanian menjadi prioritas Kementerian Pertanian.
“Hasil pertanian ini kita cek keamanannya. Saya juga suka makan, termasuk di kamar saya, jujur saya minum dan makan. Jadi, saya cek dulu. Warnanya hijau,” kata Sudaryono.
Kementerian Kesehatan Malaysia sebelumnya menyatakan bahwa anggur muscat impor yang beredar di Malaysia tidak mengandung residu kimia melebihi batas yang diizinkan. Program Kualitas dan Keamanan Pangan Malaysia menguji 234 sampel anggur, kata kementerian itu.
“Sampel tersebut tidak memenuhi Kadar Residu Maksimum (MRL), namun tidak termasuk buah anggur muscat,” demikian keterangan Kementerian Kesehatan, Senin (28/10/2024) seperti dikutip laman The Star.
Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (THAI-PAN) telah mengumumkan lusinan residu kimia berbahaya dalam anggur muscat yang diimpor ke Thailand. Mereka menunjukkan bahwa 23 dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang diambil dari 15 toko di Bangkok memiliki residu pestisida di atas batas normal.
Artikel Isu Residu Bahaya Anggur Muscat, Wamentan: Kita Lagi Cek pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Terkait Anggur Shine Muscat, Badan Pangan Nasional Siap Investigasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Terkait pemberitaan media mengenai Shine Muscat asal Tiongkok, NFA dan OKKP akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan produk tersebut di pasar Indonesia,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10/2024). komitmen untuk “Memastikan pangan, khususnya pangan segar yang diperdagangkan di Indonesia, aman untuk dikonsumsi.”
Arif mengatakan, berdasarkan Keputusan Republik Nomor 66 Tahun 2021 yang merupakan penerus UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012, salah satu amanah Badan Pangan Nasional adalah menjamin keamanan pangan segar yang diedarkan. Hal ini dilaksanakan melalui dua cara: penerbitan izin dan pemantauan distribusi.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Badan Pangan Nasional akan terus memberikan informasi keamanan pangan baru secara transparan, sesuai dengan prosedur pemantauan keamanan pangan baru yang telah ditetapkan. “ucap Arif.
Selain itu, Yusra Ejayanti, Pj Wakil Presiden Bidang Keanekaragaman Konsumen dan Keamanan Pangan Federasi Nasional Keamanan Pangan, mengungkapkan pihaknya terus memperkuat aturan maksimal residu pestisida demi keamanan pangan.
“Standar MMR pestisida diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 53 Tahun 2018. Saat ini Badan Pangan Nasional sedang berupaya menyempurnakan standar BMR dalam Peraturan Badan Pangan Nasional yang saat ini sedang dalam tahap harmonisasi dengan memperhatikan pangan. Penjelasan konsumsi dan praktik di Indonesia.
Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor. Undang-Undang Nomor 2023 tentang Pelabelan Pangan Segar.
“Khusus wine, kita membutuhkan ungkapan ‘cuci sebelum dikonsumsi’. Ia menambahkan, “proses pencucian sangat penting untuk mengurangi risiko residu atau kontaminasi yang mungkin tertinggal pada permukaan buah, mengingat anggur merupakan salah satu komoditas. yang sebagian besar dikonsumsi langsung tanpa kulitnya”.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti praktik keamanan pangan seperti membaca label dan berhati-hati sebelum membeli sehingga masyarakat dapat lebih teredukasi tentang pentingnya keamanan pangan,” kata Yusra.
Ia menambahkan, produk pangan baru yang mendapat izin edar telah melalui proses evaluasi persyaratan keamanan pangan. Salah satu caranya adalah melalui pengujian laboratorium. Namun demi meningkatkan keamanan pangan, produk pangan yang beredar terus dipantau oleh Badan Pangan Nasional bersama Dinas Pangan yang disebut OKKPD, secara berkala dan dilaporkan melalui PSAT (pangan segar asal tumbuhan). ) sistem informasi.
“Hasil pengambilan sampel yang dilakukan pada tahun 2023 dan 2024 menunjukkan wine yang beredar berada di bawah ambang batas BMR sehingga aman dikonsumsi, namun terkait permasalahan di Thailand seperti yang diungkapkan Kepala Badan Pangan Nasional Yusra. mengonfirmasi bahwa kami akan terus menyelidiki lebih lanjut.”
Artikel Terkait Anggur Shine Muscat, Badan Pangan Nasional Siap Investigasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pestisida Anggur Shine Muscat, Ahli Bagikan Kiat Konsumsi Buah yang Aman pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dokter Ciputo Mangunkusumo Jakarta Fitri Hudayani, ahli gizi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN), menjelaskan risiko mengonsumsi buah-buahan yang mengandung residu pestisida. Kami juga memberikan tips konsumsi buah yang sehat dan aman.
“Risiko tertelannya pestisida merupakan masalah kesehatan. Pestisida merupakan bahan kimia yang tidak memiliki fungsi pangan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan,” kata Fitri, Kamis (31/10/2024).
Baru-baru ini, tiga organisasi besar Thailand menemukan bahwa Shine Muscat yang berbahaya dengan residu pestisida melebihi nilai standar masih dijual secara bebas. Penemuan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama di negara-negara yang mengimpor Shine Muscat dari Tiongkok.
Sejauh ini, tidak ditemukan residu pestisida berbahaya pada buah anggur Shine Muscat Indonesia. Namun pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian melalui BPOM melakukan uji pengambilan sampel di berbagai toko dan pasar untuk memastikan keamanan produk yang diedarkan.
Fitri juga menjelaskan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi residu pestisida yang mungkin masih ada di lapisan buah. Mulai dari mencuci sebelum makan hingga mengupas kulitnya.
“Apabila mengonsumsi makanan yang diduga mengandung pestisida, perlu dilakukan pengobatan untuk mengurangi risikonya,” kata Fitri.
Misalnya, dapat ditingkatkan dengan mencuci (buah) secara menyeluruh dengan air mengalir atau menggunakan sabun yang aman untuk makanan. Atau, jika Anda mengupas makanan atau buah, kupaslah.
Selain memperhatikan kebersihan buah-buahan, Fitri juga menyarankan agar Anda dapat menyesuaikan asupan buah-buahan, khususnya anggur, dengan kebutuhan sehari-hari. Anggur mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga batasi asupannya pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penderita diabetes.
“Rata-rata nilai gizi buah anggur berdasarkan daftar bahan Food Exchange adalah energi 50 kilokalori dan karbohidrat 12 gram per 20 biji anggur ukuran sedang atau 165 gram,” kata Fitri.
“Kalau buah anggurnya lebih besar, misalnya anggur Muscat, bisa diubah menjadi 10 buah anggur per porsi, atau jenis anggur lain yang ukurannya sangat besar,” lanjutnya.
Meski sebagian orang dengan kondisi tertentu mungkin perlu membatasi asupan buah anggur, namun buah anggur tetap baik dikonsumsi karena mengandung vitamin dan antioksidan. Selain anggur, konsumsilah jenis buah-buahan lain agar tubuh Anda mendapat manfaat dari beragam buah-buahan seperti pepaya, jeruk, melon, dan pisang.
“Mengkonsumsi buah yang aman berarti memilih buah yang segar, mencuci buah dengan baik sebelum dimakan, dan buah tertentu boleh dikupas terlebih dahulu,” kata Fitri.
“(Namun), buah yang sudah dikupas sebaiknya segera dikonsumsi untuk mencegah kontaminasi dari peralatan makan dan udara,” ujarnya.
Artikel Pestisida Anggur Shine Muscat, Ahli Bagikan Kiat Konsumsi Buah yang Aman pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Rendam Anggur 15 Menit dalam Larutan Soda Kue untuk Kurangi Kontaminasi Pestisida pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Meski belum ada laporan resmi di Indonesia mengenai buah anggur kesturi mengkilap yang mengandung pestisida berbahaya, masyarakat tetap disarankan untuk mencuci buah anggur dengan benar. Pembina kesehatan sekaligus pendiri Harmony Healthy Indonesia, Dr. Kasim Rasjidi menyarankan untuk merendam buah dalam larutan baking soda selama 15 menit sebelum disajikan.
Setelah direndam, sebaiknya buah anggur dicuci hingga bersih sebelum diolah atau dimakan. Semua proses ini penting dalam mengurangi risiko residu pestisida.
“Pertanian narkoba adalah sebuah masalah. “Yang bisa dilakukan adalah merendam sayur dan buah dalam larutan baking soda selama 15 menit lalu dibilas hingga bersih,” kata dr Kasim kepada Republika.co.id pada Rabu, 30 Oktober 2024.
Aji Muhavarman, Kepala Komunikasi Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), juga menyarankan agar masyarakat mencuci sayur dan buah seperti anggur untuk mengurangi residu pestisida. Larutan yang bisa digunakan antara lain garam dan cuka.
“Mencuci buah secara menyeluruh dengan air mengalir atau merendamnya dalam larutan garam dan cuka dapat mengurangi residu pestisida,” kata Aji saat memberikan sambutan, Rabu (30/10/2024).
Aji juga mengimbau masyarakat untuk memilih produk buah organik. Menurut Aji, buah-buahan tersebut mampu melindungi dan mencegah penyakit akibat pestisida. “Pilihlah produk buah organik yang tidak menggunakan pestisida. “Pilihlah buah-buahan yang bisa dikupas untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Pada saat yang sama, menanggapi pengungkapan Thai-Pan, Badan Karantina Indonesia juga melaporkan bahwa pihaknya memantau secara ketat setiap barang yang masuk ke Indonesia.
Artikel Rendam Anggur 15 Menit dalam Larutan Soda Kue untuk Kurangi Kontaminasi Pestisida pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Heboh Anggur Shine Muscat, Apa yang Terjadi Jika Menelan Pestisida? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pestisida merupakan zat beracun yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati, menimbulkan resistensi, kebangkitan kembali, munculnya hama baru dan gangguan kesehatan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga harus digunakan dengan sangat hati-hati. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa lebih dari 1.000 jenis pestisida digunakan di seluruh dunia. Di bidang pertanian, termasuk budidaya anggur, pestisida sering digunakan untuk membunuh hama yang merusak tanaman.
Menurut penelitian yang diterbitkan oleh PMC, residu pestisida yang umum ditemukan pada tanaman anggur antara lain fungisida seperti boscalid dan insektisida seperti methoxyfenozide. Seperti jenis pestisida kimia lainnya, fungisida dapat mencemari sumber air minum yang sangat penting bagi kesehatan manusia.
Toksisitas akut fungisida terhadap manusia umumnya dianggap rendah, namun dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Menghirup uap atau debu semprotan pestisida ini dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, bersin, dan batuk, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Pennsylvania State University. Paparan fungisida konsentrasi rendah secara kronis dapat menyebabkan efek buruk bagi kesehatan.
Semprotan insektisida juga berbahaya bagi manusia. Banyak pestisida yang dapat menyebabkan keracunan jika tertelan, terhirup, atau terserap melalui kulit. Gejalanya mungkin termasuk mata berair, batuk, masalah jantung, dan kesulitan bernapas.
Apakah ada pestisida yang aman?
Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa pestisida, berdasarkan sifatnya, berpotensi menjadi racun bagi organisme lain, termasuk manusia. Tidak ada pestisida yang benar-benar aman bagi manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, penggunaan pestisida yang aman hanya dapat dicapai jika batasannya dipatuhi dan pestisida tersebut dibuang dengan tepat untuk mencegah pencemaran lingkungan.
“Pestisida merupakan penyebab utama kematian akibat keracunan diri, dan beban ini dirasakan secara tidak proporsional di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah,” demikian dilansir laman resmi WHO, Rabu (30/10/2024). .
Selain itu, pestisida yang lebih tua dan lebih murah (yang sudah tidak dipatenkan) seperti dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT) dan lindane dapat bertahan di tanah dan air selama bertahun-tahun. Hal ini berdampak buruk pada sebagian besar ekosistem dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Bahan kimia ini dilarang oleh negara-negara yang menandatangani Konvensi Stockholm tahun 2001.
Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan pengurangan penggunaan pestisida sebanyak mungkin. Pertama-tama tentukan sejauh mana penggunaan pestisida sebenarnya diperlukan. Carilah cara untuk memecahkan masalah dengan pengendalian hama non-kimia jika memungkinkan. Jika pestisida diperlukan, pilihlah produk yang risikonya paling kecil terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Artikel Heboh Anggur Shine Muscat, Apa yang Terjadi Jika Menelan Pestisida? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>