Artikel Lewat Kejurnas, Pupuk Indonesia Bantu Regenerasi Atlet Angkat Besi Nasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Puluhan atlet asal Aceh hingga pegunungan Papua mengikuti kejuaraan nasional tahun ketiga yang diselenggarakan Pupuk Indonesia Group,” kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pupuk Indonesia Tina T Kemala Intan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa. 22 Februari). Oktober 2024).
Tina mengatakan, Pupuk Indonesia mempunyai tanggung jawab yang besar sebagai perusahaan pelat merah, tidak sebatas sekedar mencari keuntungan, namun juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan mendukung lahirnya atlet-atlet elit Tanah Air, khususnya angkat besi.
Tina mengatakan: “Pupuk Indonesia dan ketiga anak perusahaannya Petrokimia Gresik, Pupuk Kalimantan Timur dan Pupuk Sriwidjaja Palembang telah mendukung Pengurus PABSI (Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia) sejak tahun 2022.
Tina mengaku bangga Kejuaraan Nasional Powerlifting sebelumnya berhasil melahirkan para powerlifter berbakat. Tina berharap dukungan Pupuk Indonesia dapat mendorong para atlet muda Tanah Air untuk menunjukkan potensinya di cabang olahraga angkat besi.
Tina berpesan agar para atlet yang bertanding dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan menjadi atlet yang mengharumkan nama negara baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai inspirasi, Tina menyebut Rizki Juniansyah sebagai pencetak sejarah peraih medali emas pertama angkat besi di Olimpiade, disusul Eko Yuli Irawan, Rahmat Erwin Abdullah, Nurul Akmal dan lain-lain yang meraih prestasi gemilang di angkat besi Indonesia.
“Mereka juga merupakan lulusan Kejurnas yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia,” lanjut Tina.
Tina menambahkan, kejuaraan nasional kali ini diikuti sekitar 93 atlet dari 22 Pemerintah Provinsi (Pengprov) yang berasal dari Aceh dan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua khususnya Gunung Papua. Kejurnas ini mempertandingkan 12 kategori junior putra dan putri, antara lain Kelas 45Kg, Kelas 49Kg, Kelas 55Kg, Kelas 59Kg, Kelas 64Kg, dan kelas +64Kg pada kategori putri. Pada kategori putra terdapat kelas 55Kg, kelas 61Kg, kelas 67Kg, kelas 73Kg, kelas 81Kg, dan kelas +81Kg pada kategori putra.
Sekjen PB PABSI Djoko Pramono sangat mengapresiasi kontribusi Pupuk Indonesia dalam pembinaan atlet angkat besi nasional secara menyeluruh, mulai dari generasi muda, junior, dan senior. Para atlet ini telah mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan internasional, termasuk Olimpiade Paris baru-baru ini.
“Keikutsertaan tujuh (angkat besi) kita di Olimpiade selalu menghasilkan medali bagi tim Merah Putih, dan sekarang kita punya medali emas,” kata Djoko.
Djoko optimistis bisa kembali meraih medali emas di Olimpiade mendatang dengan dukungan Pupuk Indonesia. Djoko mengatakan, Kejuaraan Nasional Angkat Berat Junior akan memberikan dampak signifikan terhadap semakin cepatnya perkembangan prestasi menuju level senior.
Dukungan Pupuk Indonesia memberikan motivasi kepada para atlet di seluruh daerah untuk meraih prestasi. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut di masa mendatang, kata Djoko.
Ketua KONI Pusat Marciano Norman pun menyampaikan apresiasinya kepada Pupuk Indonesia yang merupakan pendukung utama PB PABSI dalam pengembangan angkat besi nasional. Marciano yakin, melalui Kejurnas Junior ini akan lahir atlet-atlet angkat besi yang berprestasi, seperti para senior seperti Rizky Juliansyah yang pernah meraih medali emas di Olimpiade Paris, dan para atlet angkat besi berprestasi lainnya.
Marciano mengatakan: “Kerja sama antara PB PABSI dan Pupuk Indonesia dapat menjadi contoh kerjasama BUMN yang membanggakan. Dukungan Pupuk Indonesia terhadap PB PABSI akan membuahkan hasil.”
Artikel Lewat Kejurnas, Pupuk Indonesia Bantu Regenerasi Atlet Angkat Besi Nasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Ayahanda Peraih Emas Angkat Besi Olimpiade Rizki Juniansyah Wafat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Berdasarkan informasi keluarga yang diterima wartawan, Muhamad Yasin yang juga mantan atlet meninggal dunia karena sakit pada pukul 15.26 WIB.
Pria kelahiran Bandung, 28 Maret 1966 ini merupakan atlet angkat besi seumur hidup yang meraih perunggu kategori 82kg pada SEA Games 1984 di Bangkok, Thailand, dan SEA Games 1987 di Indonesia.
Almarhum yang diketahui merupakan ayah Pedro merupakan salah satu atlet lulusan SMA Ragunan tahun 1984. Ia seangkatan dengan mantan atlet nasional yang kini menjadi pelatih nasional angkat besi Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI). . ) Dirja Wihar.
Dirja mengenang ayah Rizki sebagai sosok yang sangat tekun mempelajari ilmu latihan angkat besi.
“Saat itu kami anggota timnas melakukan persiapan di Pintu Kuning, Stadion Gelora Bung Karno Senayan dan mengikuti TC di Hongaria,” kata PABSI Binpres Dirja Wihardja saat dihubungi wartawan.
Almarhum sangat rajin dalam studi kepelatihannya. Rizki memanfaatkan ilmunya sejak dini dan selalu berbagi acara dan berdiskusi dengan saya. Selamat tinggal Pedro, kata Dirja.
Mendiang ayah Pedro meninggalkan empat orang putra dan putri, termasuk mantan atlet angkat besi Rizka. Ia merupakan istri dari mantan atlet angkat besi Triyatnu yang juga merupakan pelatih Rizki Juniansyah.
Artikel CIRCLE NEWS Ayahanda Peraih Emas Angkat Besi Olimpiade Rizki Juniansyah Wafat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>