Artikel Pemerintah dan Industri Bahas Masa Depan PLTS Atap di Indonesia Solar Vision Forum pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Forum ini dihadiri oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah, pelaku industri hingga pemasok teknologi energi surya dengan mengusung tema “Disrupting the New Solar Landscape: Regulation, Implementation and Real World Benefits”. Dalam diskusi tersebut ditekankan pada implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 2014. 2 Tahun 2024 menawarkan fleksibilitas baru pada sistem kuota PLTS Atap.
Mohamad Alhakurahman Isa dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menjelaskan, pemerintah tidak lagi membatasi kapasitas PLTS selama kuota sistem masih tersedia. Rahmi Khandayani, Wakil Presiden Ritel dan Layanan Pelanggan PLN, menambahkan, penerapan sistem kuota awal pada Juli lalu mendapat respons positif, dengan 90 persen kuota terisi dalam waktu singkat.
Ketua AESI Mada Ayu Habsari menegaskan, skema pembiayaan seperti zero upfront investment menjadi katalis utama peningkatan minat industri terhadap PLTS Atap. Selain itu, Juan Davis, CEO ATW Solar, menutup forum tersebut dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Transisi menuju energi terbarukan memerlukan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. “Forum ini merupakan contoh nyata bagaimana kerja sama dapat mempercepat adopsi energi surya di Indonesia,” ujarnya.
ATW Solar berharap forum ini dapat menjadi jembatan kerja sama antar sektor, merangsang terciptanya solusi inovatif dan mempercepat pencapaian tujuan transisi energi nasional.
Artikel Pemerintah dan Industri Bahas Masa Depan PLTS Atap di Indonesia Solar Vision Forum pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>