Artikel Pemerintah Sebut Program B40 tak Ganggu Produksi Minyak Goreng, Cuma Butuh CPO Segini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Rencananya program tersebut akan dilaksanakan pada tahun depan. “Kalau (minyak kelapa dibutuhkan untuk makanan) aman. Jadi seharusnya tidak ada masalah, katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/11/2024).
Menurut Dida, meski produk minyak goreng terjamin; Secara khusus, daya beli masyarakat sangat berfluktuasi karena banyak faktor, dan harga pasar bisa sangat berfluktuasi.
Dida menambahkan, kebijakan B40 tidak akan berdampak pada ekspor minyak sawit Indonesia. Ia menambahkan, pemerintah saat ini sedang mencari standar yang tepat untuk mengendalikan penggunaan minyak sawit, memenuhi produksi biodiesel dan kebutuhan pangan, serta mengendalikan ekspor.
Sebab, kelapa sawit merupakan salah satu produk ekspor dan berkontribusi terhadap pembangunan negara.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), total produksi minyak sawit Indonesia pada tahun 2023 adalah 54,84 juta ton, termasuk minyak zaitun sebesar 50,07 juta ton dan CPKO sebesar 4,77 juta ton. Pada periode yang sama, ekspor minyak sawit senilai US$30,32 miliar dan ekspor sebesar 32,22 juta ton.
Artikel Pemerintah Sebut Program B40 tak Ganggu Produksi Minyak Goreng, Cuma Butuh CPO Segini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kementerian ESDM Kembangkan B100 Secara Bertahap pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Jadi perlu persiapan lagi, kita tambah 2 juta (CPO), pabrik kita masih perlu menambah tenaga untuk B40. Misalnya B50, B60, atau B100, teorinya mesinnya bisa, tapi bisa. mesin lum,” kata Eniya usai menghadiri Dialog Transisi Energi Indonesia (IETD) 2024 di Jakarta (4/11/2024).
Ia menambahkan, pengembangan B50 menjadi B100 memerlukan pengujian yang ketat terlebih dahulu. “Coba dulu di mesin statis yang ada di sana. “Yang mengujinya adalah tim Lemigas dan tim BRIN,” ujarnya.
Pada Minggu (3/11), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan proyek konseptual pengembangan bahan bakar biodiesel hingga B100 untuk mencapai swasembada energi.
“Rencana yang dilaksanakan salah satunya adalah menyiapkan semua konsep hingga B100, tapi tentunya bertahap nanti akan kami laporkan,” kata Bahlil.
Saat ini produk biodiesel yang akan digunakan di Indonesia adalah B35 yang merupakan campuran 35 persen metil ester asam lemak (FAME) dari minyak sawit dan 65 persen solar, mulai 1 Februari 2023.
Saat ini produk B40 sudah siap digunakan dan program wajib pakai B40 siap dilaksanakan pada 1 Januari 2025. Insya Allah (diimplementasikan pada 1 Januari 2025), (produk B40) sudah diuji coba dan siap dipasarkan. pelaksanaannya,” ujarnya.
Artikel Kementerian ESDM Kembangkan B100 Secara Bertahap pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>