Artikel Direktur Keuangan Bank DKI Raih Most Popular CFO 2024 dari The Iconomics pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan dua kriteria utama, antara lain hasil pemantauan media dan indikator kinerja keuangan. Melalui media pemantauan, jumlah pencarian kata kunci terkait nama Romy dan Bank DKI diukur sejak tahun 2023 hingga triwulan III tahun 2024. Sedangkan evaluasi kinerja keuangan mencakup tiga indikator utama yaitu arus kas operasi, investasi, dan pembiayaan.
Penghargaan ini menambah panjang daftar prestasi Romi sebagai salah satu CFO terbaik di Indonesia. Sebelumnya, berbagai penghargaan bergengsi telah diraihnya seperti kategori Best Chief Financial Officer (CFO) untuk bank dengan aset < Rp 100 triliun selama tiga tahun berturut-turut (2022-2024) dari The Finance (Infobank Media Group). .
Selain itu, direktur keuangan paling efektif pada Januari 2024 dari Warta Ekonomi dalam implementasi rencana strategis untuk mencapai tujuan kinerja keuangan berkelanjutan (bank daerah).
CFO Terbaik di Indonesia 2023 Prakiraan: Sangat Bagus oleh SWA Media Group pada Oktober 2023. Top 10 CFO Awards Paling Populer 2023 oleh The Finance (Infobank Media Group) pada November 2023.
Akseptasi bank DKI
Selain penghargaan Roma, Bank DKI juga mendapatkan penghargaan Perusahaan Paling Terpercaya Indonesia 2024 kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD). Penghargaan ini didasarkan pada penelitian, survei online, dan diskusi kelompok terfokus (FGD), dengan mempertimbangkan empat kriteria utama:
Peer Trust – Pengakuan publik atas popularitas dan reputasi suatu merek.
Jaminan Kualitas – Evaluasi kualitas produk dan layanan.
Kepercayaan purna jual – kepuasan pelanggan terhadap layanan purna jual.
Kepercayaan pemberi rekomendasi – kesediaan responden untuk merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain.
Penghargaan ini menunjukkan konsistensi Bank DKI dalam menjaga kepercayaan masyarakat melalui layanan berkualitas tinggi dan pendekatan yang berfokus pada nasabah.
Artikel Direktur Keuangan Bank DKI Raih Most Popular CFO 2024 dari The Iconomics pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kredit UMKM Bank DKI Capai Rp 5,7 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pertumbuhan tersebut mencakup pertumbuhan sektor mikro sebesar 14,33%, dari Rp3,27 triliun pada September 2023 menjadi Rp3,74 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Sektor usaha kecil dan menengah juga meningkat signifikan sebesar 17,91% mencapai 1,96 triliun rupiah.
Perkembangan ini memperkuat posisi Bank DKI dalam mendukung stabilitas perekonomian nasional dan daerah serta menegaskan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pengembangan sektor UMKM. “Bank DKI fokus memberikan kredit yang berkualitas dan berkelanjutan untuk mendukung stabilitas perekonomian negara melalui sektor UMKM,” kata Presiden Bank DKI Agus H Widodo, Kamis (31 Oktober 2024).
Bank DKI berharap dapat mencapai pertumbuhan positif pada akhir tahun 2024 dengan melakukan berbagai integrasi internal, termasuk perbaikan sistem dan proses bisnis. Hal ini diimbangi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
Secara keseluruhan, total kredit dan pembiayaan Bank DKI meningkat 9,55% dari Rp49,96 triliun pada September 2023 menjadi Rp54,73 triliun pada September 2024, dengan total rasio kredit bermasalah (NPL) tetap sebesar 2,21%. Sektor dunia usaha meraih pertumbuhan positif sebesar 10,29%, meningkat dari Rp23,45 triliun menjadi Rp25,86 triliun.
Romy Wijayanto, Direktur Keuangan dan Strategi Bank DKI, mengatakan situasi sektor perbankan tetap terkendali dengan baik meski persaingan suku bunga sangat ketat. Bank DKI fokus menjaga kecukupan likuiditas, dengan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) sebesar 86,19%, AL/NCD sebesar 103,24%, AL/DPK sebesar 18,14%, dan NSFR sebesar 104,17%.
Selain itu, Bank DKI terus berupaya meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) dengan mengoptimalkan dana murah dan mengembalikan dana mahal. Per September 2024, DPK mencapai Rp63,50 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun lalu.
Dengan berbagai pencapaian tersebut, total aset Bank DKI meningkat 3,19% menjadi Rp 80,74 triliun pada akhir triwulan III 2024 dibandingkan Rp 78,24 triliun pada September 2023. Konsistensi ekspansi bisnis yang terus berlanjut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan aset dengan laba bersih sebesar Rp 513,23 miliar.
Artikel Kredit UMKM Bank DKI Capai Rp 5,7 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kuartal III, Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan UMKM Bank DKI Capai 15,54 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Segmen UKM juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 17,91 persen dari Rp1,66 triliun menjadi Rp1,96 triliun. Pertumbuhan ini memperkuat posisi Bank DKI dalam mendukung stabilitas perekonomian nasional dan daerah, serta menegaskan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pengembangan sektor UKM.
“Bank DKI fokus dalam memberikan kredit yang berkualitas dan berkelanjutan, mendukung ketahanan perekonomian nasional melalui sektor UKM,” kata Direktur Utama Bank DKI Agus H Widodo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Bank DKI juga optimis dapat meraih pertumbuhan positif pada akhir tahun 2024 dengan melakukan berbagai konsolidasi internal, termasuk pembenahan sistem dan proses bisnis. Hal ini diimbangi dengan penekanan pada prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
Secara keseluruhan, total kredit dan pendanaan Bank DKI meningkat 9,55 persen dari Rp49,96 triliun pada September 2023 menjadi Rp54,73 triliun pada September 2024. Rasio kredit bermasalah bruto tetap berada di angka 2,21 persen. Segmen komersial tumbuh positif 10,29 persen, naik dari Rp23,45 triliun menjadi Rp25,86 triliun.
Kepala Keuangan dan Strategi Bank DKI Romy Wijayanto mengatakan, kondisi perbankan di tengah ketatnya persaingan suku bunga tetap terkelola dengan baik. Bank DKI fokus menjaga kecukupan likuiditas dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,19 persen.
Selain itu, perseroan terus berupaya meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) dengan mengoptimalkan dana murah dan revaluasi dana mahal. Hingga September 2024, DPK mencapai Rp63,50 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun lalu.
Dengan berbagai pencapaian tersebut, hingga akhir kuartal III, total aset Bank DKI meningkat 3,19 persen menjadi Rp 80,74 triliun dibandingkan Rp 78,24 triliun pada September 2023. Konsekuensi dari ekspansi bisnis yang terus berlanjut turut berkontribusi pada peningkatan laba bersih sebesar Rp513,23 miliar.
Artikel Kuartal III, Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan UMKM Bank DKI Capai 15,54 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>