Artikel Transportasi Penting Bagi Kelas Menengah, Ojol Dinilai Masih Layak Dapat BBM Subsidi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Ia yakin Ojol masih sangat membutuhkan BBM bersubsidi. Mengapa ini? Sebab, ojol merupakan salah satu alat transportasi penting, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.
“Daya beli masyarakat kelas menengah saat ini sedang menurun sehingga perlu dilakukan subsidi dan insentif lainnya. Tidak ada subsidi langsung seperti bansos. Kelas menengah tidak harus seperti itu, tapi setidaknya untuk transportasi yang terjangkau. , agar mereka bisa melakukan aktivitas – aktivitas produktif seperti bekerja dan sebagainya,” kata Faisal kepada Republika.co.id, Kamis (28/11/2024).
Ia yakin jika mereka tidak mendapat dukungan, daya beli mereka akan semakin terpuruk. Dampaknya akan lebih besar lagi bagi perekonomian, bagi konsumsi nasional. Sebab, kelompok kelas menengah merupakan yang terbesar.
Kontribusi kelas menengah terhadap konsumsi juga paling besar. “Kelas menengahnya 40 persen, potensi kelas menengahnya 44 persen, totalnya 84 persen. dan masyarakat kelas bawah, maka justru akan memperumit lagi keadaan masyarakat,” kata Faisal.
Artikel Transportasi Penting Bagi Kelas Menengah, Ojol Dinilai Masih Layak Dapat BBM Subsidi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Jokowi Ungkap Tingkat Kepuasan Publik Melorot saat Potong Subsidi BBM pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“10 tahun yang lalu, saya ingat ketika kita memindahkan subsidi BBM. Kami memotong subsidi. Tapi harga pasti naik. “Presiden berkata:
Saat itu, Jokowi mengatakan bahwa tingkat dukungan masyarakat terhadap dirinya turun dari 72 persen menjadi 43 persen karena kebijakannya.
“Waktu itu saya ingat rating persetujuan saya 72 (persen) karena kenaikan bahan bakar dikurangi menjadi 43%, tapi saya pikir itu adalah risiko yang harus saya ambil. Dalam memutuskan apa yang akan kita ukur. Saya akan melakukannya. atau tidak,” saya putuskan berani, ke 72 (persen), turun ke 43 (persen)”.
Namun, kata Jokowi, karena kebijakan yang tidak populer tersebut, Indonesia mungkin memiliki ruang fiskal yang lebih besar. Hal ini terutama terjadi pada proyek infrastruktur.
“Anggarannya meningkat menjadi Rp 170 juta pada periode itu. Kemudian kami mulai membangun apa yang disebut infrastruktur,” kata Presiden.
“Dan 10 tahun terakhir jelas anggarannya ada, kita punya jalan desa baru. “Saya memulai dengan jalan desa karena orang sering berbicara tentang mencari jalan meskipun kami telah membangun jalan desa sepanjang 366.000 kilometer dalam 10 tahun terakhir.”
Selain itu, ruas tol yang dibangun sepanjang 2.433 kilometer dalam 10 tahun terakhir.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Jokowi Ungkap Tingkat Kepuasan Publik Melorot saat Potong Subsidi BBM pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>