Artikel ICCT Luncurkan Peta Jalan Nol Emisi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel ICCT Luncurkan Peta Jalan Nol Emisi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Mendag Dan Dirut PPN Tinjau SPBU yang Diduga Lakukan Kecurangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Penutupan SPBU tersebut merupakan hasil pemeriksaan PPN yang dilakukan oleh UPTD Direktorat Metrologi Sleman dan wilayah Jawa Tengah. Saat itu, tanda-tanda manipulasi dosis terdeteksi oleh alat yang dipasang di SPBU di dispenser bahan bakar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut baik pemeriksaan serentak SPBU di seluruh wilayah Indonesia dengan melakukan berbagai pemeriksaan kualitas dan pemeriksaan harga oleh Unit Metrologi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Negara Bagian Myanmar.
“Kami berterima kasih kepada Bupati, Wakapolda, Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Perdagangan atas upayanya mencari atau memperoleh hasil yang berdampak pada masyarakat selama ini,” kata Budi. Lihat keterangan resmi Pertamina pada Selasa (26/11/2024).
Menurut UU No. 2 Tahun 1981, pemasangan meteran termasuk dispenser air di SPBU; Peralatan dan perlengkapan timbang akan diperiksa secara berkala dan diberi stempel serta segel.
“SPBU ini telah didaftarkan pada Agustus 2024 dan masa sertifikat berlaku hingga Agustus 2025, namun setelah dilakukan pengujian, dipasang perangkat di dispenser yang dapat menurunkan harga bahan bakar yang dibeli konsumen, dan digunakan dengan benar. alat untuk mengeluarkan barang setelah dilakukan pemeriksaan, hal ini tidak akan ditolerir,” jelas Budi.
Artikel Mendag Dan Dirut PPN Tinjau SPBU yang Diduga Lakukan Kecurangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Rumor SPBU Shell di Indonesia Bakal Ditutup, Ini Reaksi Tegas Manajemen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea menegaskan, informasi yang beredar tidak benar. “Kami tidak bisa mengomentari spekulasi yang terjadi di pasar. Shell Indonesia masih fokus pada pengoperasian SPBU untuk pelanggan kami,” kata Susi kepada Republika.co.id, Minggu (24/11/2024).
Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Aspermigas) pun mengumumkan. Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menyinggung kondisi operasional SPBU yang dikelola Pertamina saat ini. Hal ini merupakan tantangan bagi perusahaan lain.
Dia menjelaskan, secara umum Pertamina mendominasi bisnis SPBU di Tanah Air. Hal ini juga karena peran pemerintah dalam hal ini. Menurut dia, sebanyak 90 persen SPBU di nusantara dimiliki mayoritas.
“Tidak ada yang bisa disembunyikan. Pertamina mendistribusikan BBM bersubsidi. Pasar BBM bersubsidi sangat besar, sehingga dengan pasar tersebut saja Pertamina sudah menguasai mayoritas,” kata Moshe.
Di sisi lain, dia mengakui kualitas produk Pertamina semakin membaik. Ada perbaikan dan pengembangan. Hal ini mendorong hadirnya inovasi-inovasi baru.
Dengan cara ini, keunggulan pihak lain seolah tereduksi, jelas Moshe. “Mungkin dari segi performa, dari segi kualitas bahan bakar, dulu ada keunggulan dibandingkan Pertamino. Sekarang keunggulannya berkurang. Pembeli lihat kalau tidak ada bedanya, kenapa saya harus bayar lebih.”
Moshe ketika berbicara soal persaingan, melirik bisnis SPBU non-Pertamina, bukan hanya Shell. Ada juga Vivo, lalu BP-AKR. Saat ini hanya Shell Indonesia yang menjadi sorotan.
Pada bulan Agustus 2024, tersiar kabar tentang rencana Shell untuk menutup 1.000 SPBU di beberapa negara pada tahun 2025. Tidak ada pernyataan lebih lanjut yang dibuat oleh negara mana pun.
“Tapi mereka tidak menyebutkan SPBU yang mana ya? Iya mungkin ada anggapan, wah ini SPBU yang ada di Indonesia. Karena Indonesia, tadi saya bilang, saya melihat tantangannya cukup besar. Jadi mungkin dari situlah rumor itu berasal.” kata Moshe.
Pada dasarnya, kata dia, manajemen Shell hanya berwenang menanggapi apa yang disampaikan. Toh produk Shell di Indonesia tidak hanya SPBU saja, tapi juga minyak pelumas. Hal ini masih cukup umum.
Moshe menyarankan pemerintah untuk lebih menjaga keseimbangan regulasi. Soal bagaimana mengatur distribusi BBM bersubsidi, yang dalam hal ini mencerminkan peran Pertamina sebagai badan usaha milik negara, namun di sisi lain harus tetap menarik bagi investasi. Konkritnya, masih banyak masyarakat yang terlibat dalam persaingan di bidang ini.
Dengan mendorong banyak kompetitor, otomatis mendatangkan inovasi. Ini mempengaruhi harga, layanan dan kualitas. “Ungkapan dominannya bilang, (pelanggan) mau beli barang saya, kenapa saya harus peduli dengan inovasi. Sedangkan kalau ada persaingan (tentu saja berbeda). Makanya saya bilang produk pertamina semakin bagus, ada inovasi.
Ia melihat inovasi tercermin dari apa yang terus dilakukan Pertamina. Di saat yang sama, Moshe terus mendorong pemerintah untuk membuka investasi sebesar-besarnya di sektor SPBU untuk menjamin persaingan yang sehat dan berkualitas. Pelanggan akan menikmati situasi ini.
Artikel Rumor SPBU Shell di Indonesia Bakal Ditutup, Ini Reaksi Tegas Manajemen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BPS: Harga BBM Nonsubsidi Deflasi Dua Bulan Berturut-turut pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Untuk komoditas bensin terjadi penurunan selama dua bulan berturut-turut, hal ini seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dilakukan PT Pertamina dan tren penurunan harga minyak di pasar dunia,” dalam konferensi pers, Jumat (11/1/2024).
Kelompok transportasi merupakan salah satu sektor yang akan menurunkan inflasi pada Oktober 2024. BPS melaporkan laju inflasi pada Oktober 2024 tercatat sebesar 0,08 persen secara bulanan dari 105,93 pada September menjadi 106,01 pada Oktober 2024. Pada Oktober 2024, inflasi mengakhiri tren penurunan. Yang terjadi mulai Mei 2024.
“Kelompok transpor mengalami defisit sebesar 0,52 persen dengan pangsa defisit sebesar 0,06 persen. Barang yang dominan menjadi pendorong deflasi pada kelompok ini adalah tarif bensin dan angkutan udara yang memberikan kontribusi penurunan masing-masing sebesar 0,06 persen dan 0,01 persen,” kata Amalia. Dijelaskan.
Diketahui, PT Pertamina telah menurunkan harga BBM nonsubsidi pada September dan Oktober 2024. Penurunan harga dilakukan untuk berbagai jenis bahan bakar, mulai dari Pertamax, Pertamax Green, Pertamax Turbo, Dexalite hingga Pertamina Dex. Angka pengurangannya sekitar 750 rp.
Artikel BPS: Harga BBM Nonsubsidi Deflasi Dua Bulan Berturut-turut pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Teknologi Pendeteksi Kebocoran Bisnis BBM Diminati Sejumlah Negara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menurut United Nations University Institute for World Development Economics (UN-WIDER), FIS merupakan jawaban atas permasalahan penipuan dan kebocoran perdagangan bahan bakar global yang diperkirakan mencapai US$130 miliar atau sekitar Rp2.000 triliun. Jumlah tersebut menjadikan bahan bakar sebagai sumber daya alam dengan nilai kebocoran tertinggi.
Berbagai negara di Eropa, Asia, Afrika, dan Timur Tengah telah mengadopsi teknologi analisis bahan bakar ini. Teknologi ini terbukti membantu menjaga dan memaksimalkan pendapatan pajak bahan bakar dengan memerangi penipuan dalam rantai distribusi dan memastikan konsumen menerima bahan bakar berkualitas. Dengan menjaga kualitas bahan bakar, polusi udara dapat dikendalikan dengan lebih baik.
“Solusi integritas bahan bakar SICPA diakui oleh lembaga-lembaga pemerintah di seluruh dunia. Melalui gabungan inovasi selama satu abad dalam ilmu material, ilmu digital dan ilmu data, kami memberikan lembaga-lembaga pemerintah kemampuan forensik ultra-cepat dari uji lapangan yang ‘dapat digunakan sebagai bukti dalam pengadilan,” kata Pemimpin Divisi Bahan Bakar SICPA Omar Meslem, seperti dikutip Kamis (17/10/2024).
“Melalui sistem ini, pemerintah dapat mengatasi kekurangan bahan bakar dan dengan demikian mendukung pengelolaan cadangan minyak strategis, kemandirian energi, dan keamanan nasional,” lanjutnya.
Selain itu, pelabelan bahan bakar SICPA juga membantu pemerintah dalam memerangi berbagai permasalahan perdagangan bahan bakar ilegal seperti penyelundupan, pelaporan yang kurang, penyelewengan, penimbunan, pemalsuan atau bahkan pemalsuan.
Misalnya saja di Timur Tengah, solusi pelabelan bahan bakar SICPA efektif dalam mencegah ekspor bahan bakar ilegal dari satu negara ke negara tetangga, sekaligus mencegah penyalahgunaan di pasar domestik.
SICPA bekerja dengan melampirkan tanda hukum yang spesifik dan tidak dapat diidentifikasi pada setiap sumber bahan bakar di wilayah tersebut. Sinyal-sinyal ini akan diukur oleh kendaraan penelitian di lapangan.
Kesulitannya adalah bahan bakar yang tercampur atau dipalsukan dapat diidentifikasi dalam waktu kurang dari 5 menit. Dengan menggunakan teknologi informasi, data hasil pengujian akan segera dikomunikasikan untuk mengidentifikasi pola risiko pemalsuan bahan bakar di berbagai lokasi.
Secara global dan di berbagai negara, SICPA bekerjasama dengan perusahaan Swiss SGS.
Kolaborasi antara SICPA dan SGS telah memberikan keyakinan terhadap kinerja, stabilitas, dan keandalan program integritas bahan bakar bersama mereka.
Artikel Teknologi Pendeteksi Kebocoran Bisnis BBM Diminati Sejumlah Negara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>