Artikel Menteri Perumahan Sepakat Tapera Seharusnya Bersifat Sukarela pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Maksud saya kalau menabung itu kan menabung. Namanya harus sesuai fungsinya. Kalau mau bertanggung jawab, jangan pakai nama untuk menabung, kata pria yang akrab disapa Ara itu saat ditemui di Jakarta pada Senin (25 November 2024) untuk membahas program 3 juta rumah dengan BP Tapira.
Oleh karena itu, Ara meminta BP Tapera melakukan terobosan dan menciptakan sistem yang menarik bagi program Tapera yang didukung masyarakat. Kadang-kadang kita memaksa tetapi tidak membantu, sehingga orang tersebut marah. Katanya, “Jadi Pak, tolong pikirkan bagaimana cara agar orang tetap aman dengan tapira ingin melakukan dan manfaat yang mereka bawa.”
Ia juga meminta BP Tapera mempertimbangkan apakah perlu ada perubahan peraturan untuk mendukung program 3 juta rumah agar masyarakat bisa memiliki rumah terjangkau.
Pemerintah memiliki program 3 juta rumah per tahun yang menjadi salah satu prioritas penyediaan perumahan bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu upaya untuk mewujudkan program ini adalah dengan memanfaatkan tanah yang disita karena korupsi.
Lahan yang diambil alih untuk mendukung program ini menggunakan total 1.000 hektare lahan di Banton yang diambil alih oleh Jaksa Agung dari oknum koruptor.
Lebih lanjut, Ara mengungkapkan, setidaknya ada lima perusahaan yang saat ini berkomitmen mendukung program 3 juta rumah, antara lain Agung Sedayu Group, Adaro Group, Salim Group, dan Astra melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
Data Kementerian Perumahan Rakyat dan Perumahan Rakyat menunjukkan hingga 30 Oktober 2024, capaian pembangunan perumahan pemerintah mencapai 94.086 unit dibandingkan target pemerintah sebanyak 145.976 unit. Proyek pengembangan tersebut meliputi 2.268 unit apartemen dari target 7.745 unit, 1.426 unit rumah terpisah dari target 2.732 unit, dan 90.402 unit rumah mandiri dari target 135.319 unit. Nantinya sebanyak 177.961 unit dari target 200.000 unit melalui Program Subsidi atau Bantuan Keuangan Perumahan (FLPP) dan 4.411 unit dari target 7.525 unit melalui program Tapera.
Artikel Menteri Perumahan Sepakat Tapera Seharusnya Bersifat Sukarela pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS BP Tapera: Pemerintah Setujui Penambahan Kuota FLPP pada 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami sangat bersyukur, surat resmi ini telah kami terima. “Dengan tambahan kuota 34 ribu unit rumah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam menyediakan hunian yang layak huni dan terjangkau,” kata Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Jakarta, Selasa (10/1). 8). ). /2024).
Dalam KMK, telah ditetapkan Rp17,02 triliun (sebelumnya Rp13,72 triliun) sebagai alokasi anggaran investasi nonpermanen pada program Mekanisme Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Selanjutnya berdasarkan surat berisi informasi alokasi anggaran investasi non pemerintah untuk program FLPP yang disampaikan kepada BP Tapera oleh Direktur Sistem Pengelolaan Investasi, Dirjen Departemen Keuangan Kementerian Keuangan. , diumumkan. bahwa dengan keluarnya KMK ini, maka target tambahan program FLPP (2024) adalah 34.000 hunian. Dengan demikian, target program FLPP berubah dari 166 ribu rumah menjadi 200 ribu apartemen pada tahun 2024.
Pemberitahuan resmi yang disampaikan kepada BP Tapera oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Direktur Sistem Pengelolaan Investasi Kementerian Keuangan, menunjukkan kesediaan pemerintah menjawab keingintahuan asosiasi pengembang perumahan dan bank distribusi. Keberlanjutan program FLPP.
Database BP Tapera mencatat hingga 2 Oktober 2024, sebanyak 161.277 unit rumah senilai Rp 19,72 triliun telah dialokasikan pada program pembiayaan FLPP, sehingga total alokasi FLPP sepanjang 2010 – 2024 mencapai Rp 1.559.856 unit rumah. 1400000000000000000000000000.
FLPP merupakan Bantuan Likuidasi Pembiayaan Perumahan Bagi Masyarakat Miskin (MBR) yang dikelola oleh BP Tapera. Ketentuan FLPP adalah bunga tetap 5 persen berjangka waktu, KPR meliputi premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Kemudian cicilan KPR maksimal 20 tahun, uang muka mulai 1 persen dan tanpa PPN.
Persyaratan penerima FLPP adalah warga negara Indonesia dan belum pernah menerima hibah pemerintah atau bantuan pembiayaan perumahan dalam bentuk KPR atau pinjaman/pembiayaan untuk membangun rumah swadaya. Kemudian orang atau perseorangan yang masih lajang atau berpasangan tidak memiliki rumah yang penghasilan tetap atau tidak tetapnya tidak melebihi batas penghasilan tertinggi Rp 8 juta per bulan, mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 242/KPTS/M. /2020.
Artikel CIRCLE NEWS BP Tapera: Pemerintah Setujui Penambahan Kuota FLPP pada 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS BP Tapera Klaim Realisasi Pengembalian Dana Taperum PNS Pensiun Capai Rp 1,8 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Melaksanakan pengembalian dana Taperum bagi pensiunan PNS atau ahli waris mantan Bapertarum-PNS bernilai Rp 1,8 triliun untuk 446.819 orang,” kata Deputi Komisioner Penggalangan Dana Tapera Sugiyarto pada kesempatan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) tentang pengembalian tabungan Perumahan Dikutip dalam keterangan resmi Jumat (10/11/2024)
Sugiyarto menjelaskan, BP Tapera saat ini sedang melakukan berbagai langkah kerja sama. Dalam rangka sosialisasi mengenai mekanisme pengembalian tabungan perumahan warga. Termasuk melalui jaringan atau agen PWRI untuk dapat memproses pengembalian tabungan secara efisien dan selektif untuk mempercepat pengembalian tabungan perumahan masyarakat.
“Hingga saat ini BP Tapera masih menghadapi tantangan terkait integritas data PNS peserta Tapera yang akan memasuki usia pensiun. Terutama nomor rekening yang belum terisi,” jelasnya.
Langkah tersebut diwajibkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 122/PMK.05/2020. Tentang proses pengalihan dan pengembalian Dana Tabungan Perumahan Pemerintah Sedang dalam proses pengembalian tabungan peserta Pengelolaan Dana Taperum bagi pensiunan PNS/ahli waris dibagi menjadi 3 periode: Periode 1 diselenggarakan selama 3 tahun pertama (2021-2023), Periode 2 diselenggarakan selama 30 tahun (2024-2023) dan masa pemerintahan ketiga setelah 30 tahun (>2054)
Selain menjalin kerja sama dengan PWRI, BP Tapera juga mengambil langkah strategis dengan menjalin kerjasama dengan PT Pos Indonesia pada 13 Agustus 2024. PT Pos Indonesia diharapkan dapat membantu BP Tapera dalam melacak keberadaan pensiunan PNS/ahli warisnya. dan dapat membantu Proses klaim santunan dan proses penyaluran dana ke lokasi pensiunan pejabat/ahli waris penyandang cacat/cacat fisik.
Menggunakan E-Cclaims untuk mempercepat pencairan tabungan… (Baca halaman berikutnya)
Artikel JAHANGIR NEWS BP Tapera Klaim Realisasi Pengembalian Dana Taperum PNS Pensiun Capai Rp 1,8 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>