Artikel Tembus Level 8 Persen, Angka Kemiskinan Indonesia Terendah Sepanjang Sejarah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kemiskinan 2024 persen dari 8,57 persen dilaporkan oleh BPS pada tahun 1960,” Amlian Adondant, Rabu (01/).
Ringkasan, pandemia pada tahun 2020 terus mengurangi persentase Indonesia yang buruk. Heralia, 1024, jumlah orang di Indonesia adalah 24,06 juta orang. Ini biasanya menunjukkan pengurangan 1,16 juta orang dibandingkan dengan Maret 2024.
BPS menonjol dalam perbedaan dalam kemiskinan dan publik mereka di kota dan kota. September 2024, batas -batas pemesan pedesaan telah disetujui untuk 11,34 persen, atau 6,66% dari kota kota yang miskin. Namun rata -rata minimum hingga tingkat kemiskinan di desa sangat cepat dibandingkan dengan penurunan kemiskinan.
“Kota ini adalah kota yang turun dalam 0,43 poin persentase, dan di fasilitas belakang jatuh pada akhir 0,45%,” Amos dijelaskan.
The Soundper Soutter of the Overty (P1) menunjukkan keseluruhan, semua di kota dan pedesaan. Di sinilah ketidaknyamanan adalah orang miskin.
Miskin adalah keseriusan bagian (P2) biasanya jatuh di kota dan pedesaan. Ini menunjukkan distribusi distribusi pengeluaran ke miskin, semakin dan lebih setara.
“Pada Maret 2024, 1924, pada bulan Desember 2024, pada bulan September 2024, Amazia mengambil,” kata Amaziah.
Di sumur, kemiskinan adalah buah pada bulan September 2024, di bawah nasional 18 Provces. Dan masih ada tingkat yang buruk di atas negara rata -rata. Ini mencerminkan banyak perubahan dalam keadaan kemiskinan antara wilayah Indonesia.
Selasa 2024, dibandingkan dengan lima hari, nama Jambi, Banka Bligugan, Magua dan Papua.
Dan ketinggian pernyataan yang buruk. Jumlah yang buruk masih di Jawa, yaitu sekitar 12,62 juta orang, atau sekitar 52,45% dari orang miskin Indonesia. Sumttra memiliki tempat kedua, 21,82 atau 5,25 minuthions.
“Jumlah orang miskin di Kalinan dari 0,91 juta orang,” kata Amalie.
Artikel Tembus Level 8 Persen, Angka Kemiskinan Indonesia Terendah Sepanjang Sejarah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel OJK Kembali Gandeng BPS Lakukan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kerjasama antara OJK dan BPS adalah kerja sama kedua setelah sukses pada tahun 2024.” Katanya.
Perhitungan hasil 2025 diharapkan lebih berkelanjutan sampai perhitungan hasil 2025 diharapkan lebih berkelanjutan, sehingga indeks yang diperoleh dapat menjelaskan kondisi literasi Indonesia modern dan keterlibatan keuangan.
Ferica berpartisipasi dalam Surveillance 2025 (pada hari Jumat, 7/2/2025 di DKI Jakarta, di Pegangsaan 2 di Jakarta Utara, dan dengan perwakilan BPS Amalia Adalia Adinenggar widyasanti.
“Undang -undang Pengembangan dan Pengembangan Sektor Keuangan (P2SK) mensyaratkan apakah hasil pelatihan perusahaan jasa keuangan efektif dengan PUJK dan apakah program OJK OJK efektif sesuai dengan tujuan aktivitas.” Katanya.
Frideerica mengatakan bahwa sebuah studi yang dilakukan oleh Badan Pengembangan Ekonomi Koperasi (OECD) secara positif terkait dengan tingkat kesejahteraan tingkat melek keuangan di negara tersebut.
“Oleh karena itu, kami terus mendorong orang tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga untuk menggunakan produk jasa keuangan dan pada saat yang sama untuk membaca dan menulis dengan baik.” Katanya.
Saksi camilan bertujuan untuk memastikan bahwa pengumpulan data survei dilakukan dengan benar dan benar oleh Field Registration Officer (PPL). Selain itu, saksi dilakukan oleh kantor OJK lokal dan BPS pusat di setiap negara bagian untuk mempertahankan kualitas proses pengumpulan data.
Antara 22 Januari dan 11 Februari 2024, pengumpulan data SNLIK 2025 berlangsung di 34 negara bagian, termasuk 120 Legin dan City, delapan area kantor OJK dan total 1.080 blok daerah (BS).
Pengumpulan Data Lapangan dilakukan oleh 375 ppl dan 121 Field Inspector (PMLS) Face -To -Face Contacts (PMLS) Menggunakan Aplikasi Wawancara Pribadi Bantuan Komputer (CAPI). Setiap ppl bertanggung jawab untuk 2-3 bs dengan PML.
Hasil SNLIK 2025 menjelaskan kondisi literasi keuangan dan keterlibatan rakyat Indonesia pada tahun 2024. 2020 Peraturan Presiden (Perpres) no. 114 diselenggarakan untuk target inklusi keuangan bahwa Indonesia harus mencapai 90% pada tahun 2024.
Untuk alasan ini, OJK bekerja dengan semua pemangku kepentingan, termasuk bank, pasar modal, asuransi, dana pensiun, pembayaran, asosiasi dan banyak lagi untuk menerapkan program literasi keuangan dan inklusi yang penting melalui Gerakan Cerdas Keuangan Nasional (Penguatan). Selain itu, OJK telah menggabungkan pemerintah daerah dengan program inklusi keuangan melalui Tim Akselerasi Keuangan Regional (TPAKD).
“Seluruh seri program bertujuan untuk membuat daftar, untuk menciptakan populasi Indonesia yang berpendidikan dan terlindungi.” Katanya.
Artikel OJK Kembali Gandeng BPS Lakukan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Meski Melambat, Konsumsi Masyarakat pada Kuartal III 2024 Masih Terjaga pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pada triwulan III tahun 2024, nilai PDB konsumsi domestik atas dasar harga berlaku mencapai Rp2.993,2 triliun atau setara dengan 53,08% PDB nasional atas dasar harga berlaku.
“Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan III 2024. Konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah segmen pengeluaran,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adinanggar Vidyasanti dalam laporannya, yakni sebesar 53,08 persen .” Segmen ini tumbuh sebesar 4,91 persen menunjukkan tidak adanya perubahan pada tingkat konsumsi masyarakat. Konferensi pers, Selasa (5/11/2024).
Amalia menjelaskan, pertumbuhan segmen domestik didorong oleh peningkatan konsumsi restoran dan hotel. Hal ini juga tercermin dari peningkatan perjalanan pariwisata domestik dan peningkatan tingkat okupansi kamar hotel.
“Konsumsi dalam negeri juga didorong oleh pesatnya pertumbuhan sektor transportasi dan komunikasi yang tercermin dari peningkatan penjualan sepeda motor dan peningkatan lalu lintas penumpang kereta api, laut, dan udara,” jelasnya.
Sementara itu, lanjut Amalia, segmen belanja yang tumbuh paling cepat adalah konsumsi organisasi nirlaba yang melayani keluarga (LNPRT). Komponen ini meningkat sebesar 11,69% karena adanya peningkatan kegiatan persiapan Pilkada 2024 dan PON XXI.
Pertumbuhan positif yang signifikan juga ditunjukkan pada sektor impor dan ekspor. Peningkatan ekspor terutama didorong oleh peningkatan nilai dan volume ekspor nonmigas, sedangkan pertumbuhan impor terutama didorong oleh peningkatan impor barang modal dan bahan baku dan penolong.
Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 4,95 persen year-on-year pada kuartal ketiga tahun 2024, menurut laporan BPS. Angka ini turun menjadi 5,05% pada Q2 2024.
Melihat sumber pertumbuhan pada triwulan III 2024, BPS menyebutkan, konsumsi dalam negeri menjadi sumber pertumbuhan utama yang tumbuh sebesar 2,55 persen. Pertumbuhan kemudian sebesar 1,63 persen ditopang pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Diantaranya, konsumsi pemerintah yang menjadi sumber pertumbuhan meningkat sebesar 0,32 persen, ekspor neto meningkat sebesar 0,53 persen, dan pertumbuhan lain-lain meningkat sebesar 0,08 persen.
Artikel Meski Melambat, Konsumsi Masyarakat pada Kuartal III 2024 Masih Terjaga pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Bappenas Bocorkan Sektor yang Bisa Jadi Penopang Ekonomi Indonesia, Masih Bisa Digenjot pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami tahu bahwa wisatawan mempunyai efek pengganda (multiplier effect) yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia.” Jadi, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, kita benar-benar bisa mengandalkan mereka untuk menunjang pertumbuhan ekonomi kita. “Jika memang menjadi faktor protektif perekonomian kita, maka sektor ini harus kita berikan perhatian yang baik,” ujarnya dalam acara CORE Economic Outlook 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (24/11/2024).
Hingga triwulan III tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 10,7 juta orang dengan rata-rata pengeluaran sebesar USD 1.375,08 per kunjungan. Untuk wisatawan nusantara (visnus), hingga September 2024 tercatat sebanyak 757,96 juta perjalanan.
“Sektor ini menjadi sangat penting. Oleh karena itu, pemerintah kini tidak hanya memberikan perhatian pada sektor pariwisata saja, namun secara khusus menunjuk sektor pariwisata untuk fokus pada kepentingan pariwisata saja, kata Rahmat.
Sebelumnya pada Kamis (21/11/2024), Wakil Menteri Perekonomian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bapenas Amalia Adininggar Vidyasanti mengatakan, jumlah kunjungan dan total devisa wisman di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Thailand. Malaysia dan Singapura. Misalnya, total devisa Indonesia sebesar $17 miliar per tahun, sedangkan Thailand mencapai $64,3 miliar per tahun.
Contoh lainnya, rata-rata indeks biaya untuk tiba di Australia adalah $5.100, Thailand $1.610, Singapura $1.060, dan Indonesia hanya $1.050.
Oleh karena itu, pada tahun 2029 kita ingin kontribusi pariwisata terhadap pembentukan mata uang nasional sebesar 32-39 miliar dolar AS, angkatan kerja (di sektor pariwisata) sebesar 29 juta orang, kontribusi terhadap PDB (gross produk dalam negeri) menjadi 5 persen, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat (14,4 persen),” ujarnya, sapaan akrabnya. seperti Winnie.
Dalam lima tahun ke depan, rata-rata belanja pariwisata mancanegara juga ditargetkan sebesar 1.600 per dolar AS, nilai investasi pariwisata sebesar Rp 88,7 triliun, dengan kontribusi 13 destinasi pariwisata prioritas/DPP (10 DPP plus tiga destinasi regenerasi) Rp 49,1 triliun.
“Jadi 10 destinasi wisata prioritas ini dikenal dengan sebutan 10 Bali Baru, ini lanjutan dari periode sebelumnya karena sudah ada 10 DPP.” Kami menyelesaikan master plan pariwisata terpadu tahun ini di masing-masing 10 DPP. Namun kita tidak berhenti di 10 DPP saja, ada yang kita sebut ditambah 3 tujuan kaderisasi yakni Bali, Kepri, dan DKI Jakarta. “Ini sebenarnya sudah menjadi destinasi yang besar untuk dikunjungi wisatawan mancanegara maupun nusantara, namun ini harus kita regenerasi, harus kita tata kembali agar lebih optimal,” kata Vinnie.
Artikel Bappenas Bocorkan Sektor yang Bisa Jadi Penopang Ekonomi Indonesia, Masih Bisa Digenjot pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Miskin Ekstrem Ditargetkan Nol pada 2026, Saat Ini Masih Ada Sekitar 2 Juta Orang pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Tujuannya dalam dua tahun ke depan kita berjuang sekuat tenaga untuk menurunkan kemiskinan ekstrem dari 0,83 persen saat ini menjadi nol persen,” ujarnya saat konferensi pers didampingi Menteri Kependudukan dan Keluarga Berencana (Mendukbanga) Vihaji. Gedung Kementerian Sosial di Jakarta, Selasa (05/11) malam.
Terkait angka kemiskinan, kata dia, targetnya akan berada di bawah enam persen dalam lima tahun ke depan.
“Untuk kemiskinan, sekarang kita bisa menurunkannya menjadi 9,03 persen dari hasil BPS sebelumnya. Mudah-mudahan dengan kerja keras dan kerja sama bisa turun minimal enam persen atau kurang beberapa tahun ke depan atau lima tahun ke depan,” ujarnya.
Kementerian Sosial memiliki data perlindungan sosial, sedangkan Kementerian Kependudukan dan Kependudukan memiliki data di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga yang akan digabungkan menjadi satu data terpadu.
“Presiden perintahkan nanti semua data masing-masing kementerian, khususnya dua kita, bisa diintegrasikan oleh BPS dengan pimpinan BAPENS, satu per satu, setelah terintegrasi akan dikembalikan ke keduanya. katanya.
Mendukbanga Vihaji mengatakan, amanat Presiden Prabowo Subiano adalah menghilangkan ego daerah dan meningkatkan kerja sama untuk saling mendukung, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Karena yang kita urus itu sebelum menikah, lalu kehamilan, anak kecil, orang tua, itu urusan kita karena kita berkeluarga, tentu semangatnya untuk melahirkan generasi emas yang kita semua cita-citakan,” ujarnya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bangga dapat memperluas kerja sama teknis dengan Kementerian Sosial sehingga kerja sama ke depan dapat terlaksana dengan cepat, efektif, efisien dan langsung.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin ekstrem di Indonesia terus mengalami penurunan, dari 6,18 persen menjadi 0,83 persen sejak tahun 2014, atau sekitar 2,3 juta orang pada Maret 2024. Jumlah penduduk miskin terlalu banyak. . 40.000 saja per hari dengan penghasilan rendah.
Artikel Miskin Ekstrem Ditargetkan Nol pada 2026, Saat Ini Masih Ada Sekitar 2 Juta Orang pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Peternak Desak Pemerintah Terapkan Rasio Impor Susu dan Dorong Swasembada pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Bayu Aji, seorang peternak dan pengumpul susu, menilai kebijakan rasio impor yang diterapkan antara tahun 1985 hingga 1998 efektif mendorong pertumbuhan produksi susu dalam negeri. Ia mengusulkan kebijakan serupa dimana industri susu harus memperoleh susu yang diproduksi oleh peternak lokal sebelum mengimpornya.
“Dengan adanya rasio impor, industri pengolahan terpacu untuk membeli susu dari peternak lokal. Hal ini memberikan kepercayaan pasar bagi para peternak dan mendorong mereka untuk meningkatkan produksi,” kata Bayu.
Sebelumnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), impor susu Indonesia mencapai 257,3 ribu ton pada Januari-Oktober 2024, meningkat 7,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Negara pemasok susu utama ke Indonesia adalah Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Australia.
Bayu berharap para peternak Indonesia mampu menghasilkan susu yang berkualitas bahkan melebihi Standar Nasional Indonesia (SNI). “Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, kita bisa mengurangi ketergantungan impor dan mencapai swasembada susu,” ujarnya.
Artikel Peternak Desak Pemerintah Terapkan Rasio Impor Susu dan Dorong Swasembada pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus 2,48 Miliar Dolar AS pada Oktober pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 54 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, kata Plt Kepala BPS Amalia Adiningrat Vidyasanti di Jakarta, Jumat (15/11/2024).
Surplus yang dicapai pada Oktober 2024 lebih rendah secara bulanan dan tahunan yakni sebesar 3,26 miliar dolar AS pada September 2024 dibandingkan 3,48 miliar dolar AS pada Oktober 2023.
Pada Januari-Oktober, total neraca perdagangan sebesar 24,34 miliar dolar AS, relatif rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mungkin mencapai 31,22 miliar dolar AS.
Surplus bulanan tersebut ditopang oleh nilai ekspor dibandingkan impor. Sementara itu, ekspor Oktober 2024 meningkat sebesar 24,41 miliar dolar AS atau 10,69% dibandingkan bulan sebelumnya.
“Total ekspor Indonesia Januari-Oktober 2024 sebesar 217,24 miliar, meningkat 10,25 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Industri manufaktur atau pengolahan merupakan penyumbang ekspor terbesar.
Artikel BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus 2,48 Miliar Dolar AS pada Oktober pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel IPM Indonesia Masuk Kategori Tinggi, Umur Harapan Hidup Tembus 74,15 Tahun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“IPM Indonesia pada tahun 2024 mencapai 75,02 atau masuk kategori tinggi. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 0,85 persen dari tahun 2023 sebesar 74,39,” kata Amalia dalam siaran pers berita resmi statistik yang digelar di Jakarta, Jumat (15/11). . /2024).
Pertumbuhan IPM yang tinggi, kata dia, secara detail didukung oleh item pendukung yang mencakup angka harapan hidup (UHH) saat lahir sebesar 74,15. Kinerja tersebut meningkat 0,22 dibandingkan tahun 2023.
Artinya pada tahun 2024 rata-rata usia bayi baru lahir diperkirakan mencapai 74,15 tahun, jelasnya.
Selain itu juga didorong oleh indikator rata-rata lama sekolah (RLS) sebesar 8,85 tahun justru menurun dari 0,92 persen menjadi 0,91 persen.
Sedangkan indikator lama sekolah (HLS) yang diharapkan pada tahun 2024 mencapai 13,21 tahun atau meningkat 0,06 tahun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13,15 tahun.
Kemudian taraf hidup layak yang diukur dengan pengeluaran riil per orang yang disesuaikan dan pada tahun 2024 mencapai Rp 12,34 juta. Jumlah tersebut meningkat Rp442 ribu atau 3,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Artinya rata-rata pengeluaran riil penduduk Indonesia pada tahun 2024 sebesar Rp12,34 juta per tahun per orang, ujarnya pula.
Dengan capaian tersebut, Amalia mengungkapkan pertumbuhan IPM tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya didukung oleh perbaikan di seluruh indikator formasi, bahkan masuk kategori tinggi yakni pada kisaran 70-80.
“IPM 2024 masuk kategori tinggi yakni pada kisaran 70-80,” ujarnya.
Secara lokal, kata dia, Provinsi DKI Jakarta masuk kategori IPM tertinggi dengan kinerja 84,15, sedangkan provinsi pegunungan Papua tercatat dengan nilai IPM terendah sebesar 54,43.
Meski Papua Pegunungan memiliki kinerja IPM paling rendah, namun dari sisi pertumbuhan IPM, provinsi ini justru mencatatkan pertumbuhan IPM tertinggi pada tahun 2024 dengan nilai 1,83 persen. Sedangkan pertumbuhan terendah terjadi di provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,62 persen.
Artikel IPM Indonesia Masuk Kategori Tinggi, Umur Harapan Hidup Tembus 74,15 Tahun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Konsumsi Rumah Tangga pada Kuartal III 2024 Tumbuh Melambat, Begini Penjelasan BPS pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dibandingkan triwulan II tahun 2024, pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,93 persen, sedangkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III tahun 2024 sebesar 4,91 persen, turun tipis hanya 0,02 persen. kata Direktur BPS. Amalia Adeninger hadir dalam jumpa pers pada Selasa (5/11/2024).
Menurut Amalia, secara triwulanan, beberapa komponen konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan pertumbuhan yang terjadi pada kelompok sandang, sepatu, dan jasa pemeliharaan. Selain itu, rumah dan peralatan, kesehatan dan pendidikan.
Sementara itu, YoY, sektor perumahan dan peralatan rumah tangga, transportasi dan komunikasi, restoran dan hotel termasuk di antara komponen konsumsi rumah tangga yang mengalami perlambatan pertumbuhan.
Perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III tahun 2024 diyakini disebabkan oleh faktor musiman setiap tahunnya. Pada triwulan II tahun 2024, konsumsi rumah tangga berada pada titik tertinggi sepanjang masa karena adanya peristiwa besar seperti Hari Raya atau hari libur nasional.
Berdasarkan catatannya, misalnya pada triwulan III tahun 2024, sektor pengangkutan dan komunikasi mencatat pertumbuhan sebesar 6,54 persen. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan II tahun 2024 yang sebesar 6,84 persen.
Selanjutnya, konsumsi makanan dan hotel mencatat pertumbuhan sebesar 6,8 persen pada triwulan II-2024 dan hanya 6,61 persen pada triwulan III-2024.
Lalu perhatikan kenapa agak lambat, karena pada triwulan II tahun 2024 akan terjadi puncak energi masyarakat terkait Idul Adha dan Idul Fitri yang akan meningkatkan transmisi komunikasi, dan penggunaan. di restoran dan hotel,” tegasnya.
Namun konsumsi makanan dan minuman di luar restoran tumbuh jauh lebih cepat pada triwulan III 2024 dibandingkan triwulan II 2024. Begitu pula dengan pakaian jadi, alas kaki, dan jasa perawatan yang meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, lanjutnya.
Amalia menegaskan, keluarga merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar. Dari sisi perekonomian, ia menjelaskan seluruh faktor menunjukkan pertumbuhan positif pada kuartal III-2024.
“Sektor ekonomi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,08 persen. Unsur ini tumbuh sebesar 4,91 persen menunjukkan tingkat energi masyarakat masih terjaga,” ujarnya.
Artikel Konsumsi Rumah Tangga pada Kuartal III 2024 Tumbuh Melambat, Begini Penjelasan BPS pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Prediksi LPEM UI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2024 Hanya 4,96 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>PDB diperkirakan tumbuh 4,96 persen dan rata-rata 4,94-4,98 persen pada triwulan III 2024 mengingat daya beli masih lemah dan belum ada faktor musiman yang mendorong pertumbuhan, kata Ekonom LPEM FEB UI Rifki di Jakarta. Selasa (5/11/2024).
Perkiraan tersebut menunjukkan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi dibandingkan pencapaian pada dua triwulan sebelumnya, yaitu sebesar 5,11 persen secara tahunan pada triwulan I tahun 2024 dan 5,05 persen secara tahunan pada triwulan II tahun 2024.
Ia mengatakan, pada semester I-2024, Indonesia masih belum bisa tumbuh lebih dari 5 persen, meski dua kuartal berturut-turut ada faktor musiman yang bergerak.
Pada triwulan pertama terdapat pemilihan umum (pemilu) dan bulan suci Ramadhan, sedangkan pada triwulan kedua terdapat perayaan Idul Fitri Ramadhan dan berbagai hari besar keagamaan, serta libur sekolah.
“Ini menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan karena ada risiko Indonesia tidak bisa tumbuh sebesar 5 persen tanpa faktor musiman,” ujarnya.
Rifki juga memperkirakan pada bulan-bulan terakhir tahun 2024, perekonomian Indonesia belum bisa tumbuh signifikan karena adanya musim akhir tahun yakni masa libur Natal dan Tahun Baru.
Selain itu, ia mencatat seiring dengan penurunan pesat belanja pemerintah pada kuartal kedua menyusul upaya percepatan penyelesaian proyek infrastruktur dan penyelenggaraan pemilu pada kuartal pertama, pertumbuhan PDB juga melambat.
Dominasi belanja pemerintah pada segmen pertumbuhan ekonomi dapat membuktikan buruknya produktivitas berbagai sektor perekonomian Indonesia, ujarnya.
Rifki mengatakan penurunan produktivitas terlihat akibat turunnya pertumbuhan 11 dari 17 sektor perekonomian pada kuartal II.
Penurunan ini terjadi pada sektor industri pengolahan, konstruksi, penyediaan air dan pengolahan limbah, jasa dunia usaha, real estate, dan pengolahan.
“Untuk sisa tahun 2024, pertumbuhan ekonomi bergantung pada kemampuan pemerintah baru untuk mencapai kemajuan yang cepat sambil secara strategis mengatasi masalah struktural untuk memastikan ekspansi pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang,” tambahnya.
Artikel Prediksi LPEM UI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2024 Hanya 4,96 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>