Artikel BP Batam-BRIN Gelar Sosialisasi Insentif Super Tax Deduction pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Koordinator Pelayanan Pengurangan Pajak Premi, Hariyanto mengatakan, insentif pengurangan pajak premi berupa pengurangan penghasilan bruto untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (Litbang) tertentu di Indonesia. Pemerintah dikatakan menginginkan keterlibatan pelaku industri dalam kegiatan penelitian dan pengembangan sehingga dapat meningkatkan daya saing produk inovatif nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.
“Manfaat penting dapat dirasakan oleh industri, terutama karena adanya pengurangan beban pajak secara langsung. Dengan pengurangan tersebut maka industri akan lebih mudah dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya dan lebih giat dalam merealisasikan kegiatan penelitian dan pengembangan. dikatakan. Hariyant.
Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya siap memberikan bantuan kepada pelaku industri untuk mendapatkan manfaat pengurangan pajak melalui mekanisme yang diatur dalam PMK 153 Tahun 2020.
“Dilihat dari data, potensi yang ditawarkan industri di Batam cukup besar, hanya perlu bantuan pemerintah untuk mendukung mitra industri dalam melakukan kegiatan litbang, karena litbang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Hariyanto. .
Sementara itu, Kepala Perwakilan BP Batam Purnomo Andiantono meyakini kehadiran BRIN dalam realisasi sosialisasi Layanan Pengurangan Pajak Unggul dapat mempengaruhi pertumbuhan investasi di Kota Batam ke depan.
“Ini sangat penting karena indikator utama BP Batam adalah investasi,” kata Andi.
“Melalui kerja sama dengan BRIN, industri di Batam dapat didukung dengan memanfaatkan insentif perpajakan ini. Mari kita manfaatkan peluang ini melalui riset dan inovasi,” kata Andi.
Diketahui, terdapat 11 fokus litbang dan 105 topik litbang yang bisa diajukan untuk mendapatkan fasilitas pengurangan pajak premi. Area fokusnya meliputi makanan; obat-obatan, kosmetika, dan alat kesehatan; tekstil, kulit, sepatu dan lain-lain; sarana transportasi; Elektronika dan telematika; energi; barang modal, komponen dan bahan penolong; industri pertanian; logam dasar dan mineral bukan logam; bahan kimia dasar berbahan dasar minyak dan gas serta batubara; pertahanan dan keamanan.
Artikel BP Batam-BRIN Gelar Sosialisasi Insentif Super Tax Deduction pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Peneliti: Tiga Tantangan Guru di Era Modern pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Ada tiga kesulitan. Pertama, pengembangan keterampilan bergantung pada pendidikan sains dan keterampilan teknis yang merupakan bagian dari kualifikasi siswa ketika mereka beralih dari sekolah ke dunia kerja, kata Angi Afriansya di Jakarta, Selasa.
Permasalahan kedua yang juga harus mereka hadapi adalah sosialisasi, yaitu terkait dengan internalisasi budaya, nasionalisme, nasionalisme dan nilai-nilai perilaku anak yang berbeda dari sebelumnya.
Oleh karena itu, tergantung pada kemampuan anak dalam berjejaring atau bersosialisasi, menjalin hubungan baik dengan perwakilan kebangsaannya sendiri, tanpa melihat asal usul dan asal usulnya.
Selain itu, permasalahan yang terakhir (ketiga) adalah masalah subjektivitas. Hal ini mengacu pada kedudukan anak sebagai anggota yang mengetahui apa yang dibutuhkannya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kompleksitas zaman.
“Ketiganya saya ambil dari pemikiran Biesta, dan saya kira bisa menggambarkan posisi pendidikan kita saat ini dan semakin kompleksnya tugas guru,” ujarnya.
Tiga tantangan yang dihadapi guru saat ini diperburuk oleh masalah gaji yang tidak mencukupi dalam upaya mereka untuk menyebarkan beragam keterampilan dan pengetahuan.
“Saya melihat ada berbagai kesulitan dan permasalahan. “Kita masih menghadapi tantangan terkait pemerataan akses pendidikan, guru murah dan bergaji rendah, kualifikasi dan kompetensi guru, serta keselamatan guru,” ujarnya.
Oleh karena itu, kehadiran pemerintah sangat penting untuk menjamin dukungan berbagai pihak seperti pemerintah serta aspek budaya masyarakat.
Artikel Peneliti: Tiga Tantangan Guru di Era Modern pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Antisipasi Perundungan, Guru Disarankan Lebih Terbuka Terhadap Siswa pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Trina Fizzanty, Kepala Pusat Penelitian Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan komunikasi yang lebih jelas antara guru dan siswa akan memudahkan pencegahan dan pemberantasan perundungan. Ia mengatakan guru sebenarnya bisa menjadi tempat terbaik untuk memberikan nasihat setelah orang tua. Namun, guru sering kali sibuk dengan tugas-tugas administratif sehingga hanya menyisakan sedikit waktu untuk lebih banyak mendengarkan siswa.
“Saya kira persoalan konseling itu penting. Karena terkadang (siswa) berbicara dengan guru karena mempengaruhi nilai mereka atau perhatian guru dll. efek. “Akan lebih baik kalau pestanya profesional,” kata Trina dalam talkshow TVRI di Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Trina mengatakan, penting adanya ruang konseling di sekolah, terutama untuk melindungi siswa yang menjadi korban perundungan. Namun intervensi kesehatan mental melalui konseling masih sedikit dan jarang dilakukan di sekolah, katanya, terutama di sekolah yang memiliki sedikit atau tanpa sumber daya untuk guru konselor yang berdedikasi.
“Sekolah yang memiliki sumber daya memiliki konselor. Tapi tentu perlu kita pikirkan, image sekolah kita berbeda. Jadi ada (konsultan) yang bisa menyiapkan itu, ada juga yang tidak. “Tetapi perlu ada solusi bagaimana melakukan hal ini,” ujarnya.
Trina mencatat, korban pelecehan dapat mengalami dampak psikologis yang tidak boleh dianggap remeh, mulai dari perasaan tidak dihargai hingga perasaan tidak berharga. Dia mengatakan intimidasi di departemen pendidikan merupakan masalah serius yang perlu diatasi. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tujuan untuk melahirkan generasi emas pada tahun 2045.
Sekadar informasi, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023 memasukkan perundungan sebagai salah satu bentuk kekerasan dan harus ditangani di Kementerian Pendidikan. Ia mengatakan, perundungan seringkali bermula dari hubungan sosial yang tidak setara dan dilakukan berulang kali oleh pelaku terhadap korbannya. Bullying, kata dia, adalah segala perilaku yang mempermalukan orang secara psikologis atau fisik.
“Kami berdua akan mempermalukan diri kami sebagai manusia jika melakukan ini. Bullying menyebabkan kinerja buruk di sekolah. Bahkan menimbulkan masalah psikologis. “Jangan biarkan penindasan menyebabkan Anda kembali menjadi korban,” ujarnya.
Sesuai Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanggulangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memerintahkan pembentukan tim (TPPK) untuk mencegah dan memberantas kekerasan di dinas pendidikan. Trina mengatakan sekolah harus memiliki sistem untuk melaporkan kejadian bullying.
“Penting untuk menerapkan sistem lain di sekolah. Demikian pula, harus ada kelompok kelompok kerja. Jika anak saya mengalami masalah ini, kepada siapa saya harus memberi tahu? “Kalau belum pasti, pasti ada,” kata Trina.
Trina mengatakan aturan tersebut perlu benar-benar dipahami oleh semua pihak baik sekolah, guru, orang tua, dan siswa. Dinas Pendidikan setempat sebaiknya terus melakukan sosialisasi 46 Permendikbudristek lembaga pendidikan kepada lembaga pendidikan pada tahun 2023. Dengan cara ini, semua pihak bekerja sama untuk mencegah dan mengatasi masalah penindasan.
Artikel Antisipasi Perundungan, Guru Disarankan Lebih Terbuka Terhadap Siswa pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE BRIN pastikan penelitian menhir di Sumbar dilakukan pada 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kepala Balai Penelitian Arkeologi, Bahasa dan Sastra BRIN, Harry Yogaswara, Jumat (10/5/2024) mengatakan, “Sudah dilakukan diskusi antara BRIN dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. Nota kesepahaman juga sudah ditandatangani. “
Menyinggung nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak, Harry pun membenarkan Limapuluh terlibat dalam kajian mendalam terhadap Menhir di Kabupaten Kota.
Dikatakannya, kegiatan (penelitian) tersebut belum terlaksana dan bisa dilakukan pada tahun 2024.
Secara umum, peneliti BRIN bersedia menyelidikinya Hanya saja pihak organisasi menunggu konfirmasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar sebagai kelompok pendanaan penelitian.
Harry mengatakan, tujuan utama penelitian tersebut adalah untuk membuktikan dan mengetahui usia menhir tersebut. Nantinya, para peneliti akan menggunakan metode penanggalan radiokarbon untuk mengetahui umur cluster menhir di Nagari (Desa) Mak, Kabupaten Limapulu Kota.
“Biasanya kami bekerjasama BRIN dengan Universitas Godzilla Mada (UGM) karena memiliki kapasitas penelitian di bidang paleoantropologi,” ujarnya.
DRP Superdi Sumbar mengatakan, pada tahun 1985, peneliti UGM melakukan eksplorasi terhadap situs bersejarah tersebut. Para peneliti juga membawa kembali sampel seperti gigi, tengkorak, dan tanah
Namun hingga saat ini penelitian tersebut belum bisa membuahkan hasil Superdi pun mengaku sempat berangkat ke UGM untuk memastikan sampel yang dibawanya
Dikatakannya, Brine akan menggunakan penanggalan radiokarbon untuk mengetahui umur cluster Menhir di Nagari Mak di Kabupaten Limapuluha Kota.
Artikel JAHANGIR CIRCLE BRIN pastikan penelitian menhir di Sumbar dilakukan pada 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Peneliti BRIN: Awan Lindungi Indonesia dari Gelombang Panas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Eddy menjelaskan, Indonesia hampir setiap hari tertutup awan. Memang dua pertiga wilayah Indonesia adalah lautan dan sepertiga daratan, dengan lima pulau besar dan 17.548 pulau, dimana setiap pulau menghasilkan konveksi lokal dan regional yang menimbulkan awannya.
Alhasil, dengan adanya awan tersebut wilayah kita yaitu Indonesia relatif aman dari bahaya gelombang panas, kata Profesor Eddy dalam keterangan tertulis yang diumumkan, Selasa (14/5/2024).
Wilayah yang terkena gelombang panas adalah wilayah atau negara yang didominasi oleh daratan, seperti India, Thailand, dan wilayah seperti Afrika atau Brazil.
Eddy memperkirakan panas terik di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir barat dan utara, akan mencapai puncaknya sekitar Juli 2024. Hal itu merujuk pada analisisnya terhadap perilaku data Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudera Hindia.
Keadaan ini juga diperparah dengan munculnya angin timuran yang bergerak di atas Indonesia tergantung posisi matahari yang menjauhi garis khatulistiwa sejak tanggal 21 Maret, sengaja menuju ke belahan bumi bagian utara (BBU).
“Oleh karena itu, ada indikasi kuat bahwa situasi panas ini akan terus berlanjut. Selain kondisi uap air di wilayah barat Indonesia yang tertarik ke pantai timur Afrika bagian timur, angin timur yang berasal dari gurun pasir di bagian utara Australia mulai masuk ke wilayah Indonesia. “Pintu masuk utama untuk mendapatkan posisi tersebut adalah wilayah NTT, disusul NTB, Bali, Jawa Timur, dll. “ucap Eddy.
Eddy juga mengatakan, fenomena panas terik pada siang hari dan kemudian hujan pada malam hari menandakan Indonesia sedang memasuki akhir musim hujan (MAM) pertama. Ia juga berpesan kepada masyarakat yang mengalami suhu panas atau cuaca panas untuk memberikan air yang cukup untuk tubuh.
Kedua, hindari air dingin karena perubahan suhu yang ekstrim akan membahayakan kesehatan Anda. Ketiga, untuk kawasan atau pusat pangan, distribusi air mungkin berkurang, namun tidak permanen.
“Usahakan untuk tidak menghadap matahari secara langsung, yaitu jangan melihatnya di siang hari, karena sinar UV sangat kuat.
Artikel CIRCLE NEWS Peneliti BRIN: Awan Lindungi Indonesia dari Gelombang Panas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Peneliti BRIN Soroti Perlunya Penanganan Sampah Popok dan Pembalut pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam diskusi daring di Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Teknologi Bersih (PRLTB) BRIN dari Jakarta, Rabu, Lies menjelaskan, berdasarkan penelitian pada tahun 2021, konsumsi popok bayi akan mencapai 17,44 juta per hari yang menghasilkan 3.488 ton. sampah per hari.
Wakil Peneliti PRLTB BRIN menemukan pada tahun 2022, berdasarkan jumlah penduduk wanita usia subur, jumlah limbah pembalut bisa mencapai 42.000 ton untuk 73,44 juta penduduk yang menggunakan 1.151,2 juta pembalut per bulan.
“Produk ini memberi tekanan pada lingkungan karena pada dasarnya produk ini hanya sekali pakai dan langsung dibuang setelah digunakan. Ini risiko pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Dipastikan, saat membuang kedua produk tersebut, masih banyak masyarakat yang tidak memilah, mencampurkannya ke sampah, dan tidak memilahnya.
Fakta bahwa sistem pengelolaan sampah yang ada saat ini masih tidak mempertimbangkan jenis sampah untuk produk penyerap sanitasi adalah salah karena kesadaran petugas, saran yang tepat, dan infrastruktur pengelolaan sampah.
“Kalau dibuang ke alam bisa terurai dengan cahaya, tapi kalau dibuang ke TPA dan dikubur di dalam tanah, tidak bersentuhan dengan cahaya sehingga butuh waktu lama untuk terurai,” ujarnya. .
Literatur secara keliru menyatakan bahwa diperlukan waktu 500-800 tahun, terutama pada bahan polimer, agar tidak terdegradasi sepenuhnya.
Untuk itu perlu dikembangkan bahan penyerap yang ramah lingkungan dan memenuhi persyaratan sanitasi sekali pakai. Selain itu, perlu adanya pengurangan dan pengelolaan sampah.
“Popok sekali pakai dan produk perawatan tidak bisa langsung digunakan kembali, namun yang bisa dilakukan untuk membatasi sampah adalah dengan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan bahan yang dapat digunakan kembali,” jelasnya.
Ia menjelaskan, produk seperti popok bisa didaur ulang sebelum berakhir di TPA, apalagi terbuat dari plastik.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Peneliti BRIN Soroti Perlunya Penanganan Sampah Popok dan Pembalut pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Badai Matahari Bisa Sebabkan Satelit di Bumi Alami Gangguan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Saat terjadi badai matahari, partikel sering berinteraksi dengan satelit sehingga satelit rusak dan tidak bisa langsung aktif kembali,” kata Nizam Ahmad, peneliti Pusat Penelitian Luar Angkasa BRIN. Studi gangguan satelit observasi di Jakarta, Selasa (28/05/2024).
Nizam mengatakan, meski terlihat luas dan tenang dari Bumi, langit sebenarnya dipenuhi berbagai partikel di ketinggian 100-1000 kilometer. Proses ionisasi terjadi di lapisan ionosfer atmosfer. Nantinya, proses ionisasi akibat interaksi dengan satelit bersifat merusak.
Badai matahari dapat menimbulkan arus yang diinduksi secara geomagnetik sehingga dapat mengganggu aliran listrik. Gangguan ini berkisar dari gangguan satelit ringan, sedang, hingga berat. Bila gangguannya ringan, interaksinya biasanya berupa penurunan tegangan listrik.
Gangguan satelit tingkat sedang memerlukan beberapa metode untuk memulihkan satelit. Namun jika interferensinya kuat, dapat menyebabkan satelit gagal total.
Jadi, sebelum meluncurkan satelit ke luar angkasa, harus dipastikan keandalannya, kata Nizam.
Menurutnya, umur satelit orbit rendah yang berjarak 500 hingga 600 kilometer dari permukaan bumi bisa antara 30 hingga 50 tahun. Jika satelit tidak terhalang, satelit dapat terus mengorbit Bumi.
Selain itu, umur satelit juga akan lebih pendek. Selain itu, jika terkena gangguan seperti badai matahari, umur 10 tahun yang semula mungkin berkurang menjadi hanya 2 tahun. “Bahkan ketika baru memasuki orbit, bisa langsung rusak karena gangguan partikel luar angkasa atau badai matahari,” kata Nizam.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Badai Matahari Bisa Sebabkan Satelit di Bumi Alami Gangguan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>