Artikel Aktor Bryan Domani Sering Lihat Orang Tua Bawa Anak Kecil Nonton Film yang tak Sesuai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Saya pikir budaya sensor diri masih hilang. “Saya masih sering melihat orang tua mengajak anak kecilnya menonton film segala usia,” kata Brian Senin (18/11) di acara Gerakan Nasional Budaya Sensor Independen LSF. / 2024).
Karena permasalahan tersebut, Brian meminta masyarakat khususnya para orang tua agar lebih berhati-hati dan bijak dalam memilih film yang akan ditonton. Ia mencontohkan, menonton film yang tidak sesuai dengan usia anak dapat berdampak buruk pada psikologi anak.
“Dan itu ada pengaruhnya (ketika anak-anak menonton film yang tidak sesuai usianya). “Mungkin dampaknya tidak langsung terlihat, tapi dampaknya akan terlihat di masa depan,” kata Brian.
Brian juga mengungkapkan bahwa sensor film memegang peranan penting dalam dunia film, terutama dalam melindungi kepentingan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, dari konten-konten yang tidak pantas. “Sensor film tidak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga di negara lain. “Sensor ini tergantung norma dan budaya negaranya, dan menurut saya apa yang diterapkan di Indonesia saat ini sudah bagus,” kata Brian.
Sekadar informasi, Lembaga Sensor Film (LSF) telah menetapkan empat kategori klasifikasi usia menonton film yang harus dipatuhi berdasarkan UU 33 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah 18 Tahun 2014. Pertama, kategori SU atau penontonnya berbeda-beda usia. Film dan iklan film SU Code menyertakan judul, gambar, adegan, subjudul yang tidak berbahaya dan membantu anak-anak mengenali keberagaman, mengenali fakta dan fantasi, serta mengembangkan keterampilan untuk membedakan mana yang benar dan salah.
Kategori kedua adalah 13+ atau penonton berusia 13 tahun ke atas. 13+ film dan iklan film berisi judul, tema, gambar, adegan, suara, dan teks yang cocok untuk anak-anak yang sudah beranjak remaja.
Kemudian kategori ketiga adalah 17+ yang artinya judul dan adegan filmnya cocok untuk penonton berusia di atas 17 tahun. Kategori terakhir adalah 21+ yang artinya film tersebut boleh ditonton oleh orang-orang yang berusia di atas 21 tahun.
Artikel Aktor Bryan Domani Sering Lihat Orang Tua Bawa Anak Kecil Nonton Film yang tak Sesuai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Aktor Bryan Domani Belajar Arti Keikhlasan dari Film Pantaskah Aku Berhijab pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Film ini menunjukkan segalanya ada waktunya. Sabar dan jujur saja. Terkadang apa yang kita anggap terbaik, belum tentu yang terbaik,” kata Epi Brian dari Jakarta dalam konferensi pers film Pantaskar Ak Belhijab yang digelar di Centrum. , Rabu (13/11/2024).
Dalam film ini, Brian akan dipasangkan bersama Nadia Arena yang berperan sebagai Sophie. Berkaca pada kisah Sophie dan Axa, Brian mengatakan hubungan mereka benar-benar mencerminkan persahabatan sejati seumur hidup.
“Menurutku, Axa dan Sophie adalah sahabat sejati seumur hidup. Mereka berteman sejak sekolah hingga dewasa, sudah saling mengetahui kelemahan masing-masing dan menerima segala yang dimiliki masing-masing.”
Brian menilai film yang disutradarai Hadra Deen Ratu ini mengandung pesan moral dan nilai-nilai kebaikan yang bisa diterima semua kalangan, termasuk non-Muslim. Oleh karena itu, ia berharap film “Pantaskah Aku Berhijab” mendapat respon positif dari para pecinta film tanah air.
“Alasan kenapa menurutku ini cocok untuk semua orang adalah karena aku tahu banyak orang juga punya kesulitannya masing-masing, Sophie. Kita semua punya masalah, kita semua pernah terpuruk, kita semua berusaha untuk bangkit kembali. . “Kadang-kadang,” kata Brian.
Film Pantaskah Aku Berhijab menggambarkan kisah Sophie yang menjalani kehidupan penuh tantangan dan cobaan. Tumbuh tanpa sosok ayah, Sophie merasa kehilangan. Dia terlibat dalam hubungan yang beracun dan menghadapi kenyataan pahit tentang kehamilan yang tidak diinginkan yang menghancurkan kariernya.
Namun melalui segala liku-liku dan cobaan dalam hidup Sophie, ada satu sahabat yang selalu mendukungnya: Axa. Axa adalah sosok penting yang selalu menguatkan dan mendukung Sophie agar ia bisa melanjutkan hidupnya meski harus melalui proses penerimaan diri yang panjang.
Selain Nadia Arena dan Brian Domani, film “Pantaskar Ak Belhijab” juga dibintangi Dini Aminulti, Anjira Shafa, Indra Bilowo, Tike Priatna, Hifuzi Koia, Chakrawala Airawan, Askya Mahila, Dafa Wardana dan Denmark Sharifa juga tampil. Film tersebut akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai 21 November 2024.
Artikel Aktor Bryan Domani Belajar Arti Keikhlasan dari Film Pantaskah Aku Berhijab pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Nadya Arina Adu Akting dengan Bryan Domani di Film Pantaskah Aku Berhijab pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Ironisnya, Nadia menjadi kandidat terakhir yang mengikuti audisi dan akhirnya terpilih memainkan peran Sophie. Menurut Nadia, calon sebelum dirinya kesulitan saat diminta menatap mata Bian Domani.
“Saya cast terakhir yang dikunci. Dan tidak ada satu pun kandidat sebelum saya yang berani menatap mata Brian dan dia luluh. Jadi saya terpilih,” kata Nadia dalam konferensi pers di Epicentrum Jakarta. Rabu (13/11/2024).
Nadia secara pribadi mengaku tidak ada kendala berarti dalam membangun chemistry dengan Brian. Menurut Nadia, Brian sangat terbuka dan lucu sehingga bisa mengembangkan chemistry. “Iya ayo kita ngobrol, dia lucu ngomongnya” ajaknya.
Nadia pun menceritakan tantangannya dalam menghidupkan Sophie. Bagi Nadia, salah satu adegan tersulitnya adalah saat ia berperan sebagai ibu hamil dan harus melahirkan.
“Saya sendiri belum pernah hamil atau melahirkan, jadi saat hamil dan melahirkan awalnya saya agak bingung,” kata Nadia.
Nadia juga mempelajari film-film yang menggambarkan perjuangan ibu hamil. “Saya menonton film tentang ibu hamil, lalu saya bertanya kepada keluarga dan teman saya yang sedang hamil dan melahirkan,” kata Nadia.
Bandaska Aku Berhijab mengikuti kisah Sophie saat ia menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan kesulitan. Tumbuh tanpa ayah membuat Sophie tersesat. Terjebak dalam hubungan yang beracun, dia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kehamilan yang tidak diinginkan menghancurkan hidupnya.
Namun Sophie selalu memiliki satu sahabat yang mendukungnya melewati segala lika-liku hidupnya, yaitu Aqsa. Axa adalah sosok penting yang selalu menguatkan dan mendukungnya agar Sophie bisa melanjutkan hidupnya meski sedang menjalani proses penerimaan diri.
Selain Nadia Arena dan Brian Tomani, film ini juga dibintangi oleh Bandaska Aku Berhijab, Dini Aminarti, Ansira Shafa, Indira Pirovo, TK Prietna, Kifji Goyer, Kakrawala Irawan, Askia Mahira, Dafa Vardhana, dan Sharefa Danish. Disutradarai oleh Hatra Deng Ratu, film ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 21 November 2024.
Artikel Nadya Arina Adu Akting dengan Bryan Domani di Film Pantaskah Aku Berhijab pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Film Pantaskah Aku Berhijab Segera Tayang, Sajikan Pesan Moral Tanpa Menggurui pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Film ini bercerita tentang Sofi (diperankan oleh Nadya Arini) yang mengalami kehidupan yang penuh tantangan dan cobaan berat. Tumbuh tanpa ayah, Sofi tersesat. Terjebak dalam hubungan yang beracun, ia harus menghadapi kenyataan pahit berupa kehamilan yang tidak diinginkan yang menghancurkan kariernya.
Namun melalui segala lika-liku dan cobaan hidup Sofi, selalu ada sahabat yang selalu mendukungnya, yaitu Aqsa (diperankan oleh Bryan Domani). Aksa adalah sosok penting yang selalu menguatkan dan mendukungnya agar Sofi bisa melanjutkan hidupnya meski harus melalui proses penerimaan diri yang panjang.
Film berdurasi 86 menit ini menyampaikan pesan simpatik tanpa terkesan merendahkan. Kisah yang disampaikan juga sederhana, namun sangat dekat dan berkaitan dengan realitas sosial.
Hadrah mengatakan film ini sangat pribadi baginya. Pasalnya cerita film ini terinspirasi dari kisah nyata seorang pria yang namanya tidak ingin diungkapkan.
“Film ini cukup pribadi bagi saya. Judulnya sendiri mengatakan banyak hal. Aturan dasarnya adalah membiasakan diri dengan semua yang saya alami, baik dalam keluarga, karier, atau cinta. Ceritanya sendiri terinspirasi dari kisah nyata, kisah seseorang yang tidak mau disebutkan namanya,” kata Hadrah dalam jumpa pers di Pusat Episentrum Jakarta, Rabu (13 November 2024).
Melalui tokoh Aksa dan Sofi, Hadrah mencoba menyampaikan pesan tentang betapa pentingnya sahabat dalam hidup. Menurut Hadrah, hingga saat ini masih sedikit film yang menonjolkan hubungan pasangan sebagai pasangan hidup yang dengan sepenuh hati menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.
“Perjalanan Aks dan Sofi merupakan gambaran nyata kehidupan dari awal hingga akhir. Di sini kami tunjukkan bagaimana proses dua insan yang saling mendukung dalam segala hal, setiap orang mengalami suka dan duka, bahkan di momen terburuk sekalipun,” kata Hadrah.
Menurut Hadrah, film ini berkonotasi moral universal, meski bernuansa keagamaan kuat, sehingga siapapun boleh menontonnya. “Premisnya adalah tentang ketidaksempurnaan hidup dan menerima semuanya. Saya pikir pesan ini dapat menjangkau semua orang,” kata Hadrah.
Film ini sekaligus menjadi debut rumah produksi yang didirikan Deni Saputra bersama Hadrah. Deni mengatakan, film ini dimaksudkan tidak hanya sebagai tontonan, tapi juga panduan.
“Ini film pertama kami, semoga bisa diterima dan menjadi pedoman, bukan sekedar serial,” kata Deni.
Selain Nadya Arina dan Bryan Domani, Pantaskah Aku Berhijab juga dibintangi oleh Dhini Aminarti, Andzira Shafa, Indra Birowo, Tike Priatna, Hifdzi Khoir, Cakrawala Airawan, Askya Mahira, Daffa Wardhana dan Shareefa Danish. Film ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 21 November 2024.
Artikel Film Pantaskah Aku Berhijab Segera Tayang, Sajikan Pesan Moral Tanpa Menggurui pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>