Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

bullying Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/bullying/ berita dari seluruh kalangan dunia Sat, 16 Nov 2024 09:38:27 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://jahangircircle.org/wp-content/uploads/2024/10/cropped-jc-32x32.png bullying Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/bullying/ 32 32 Viral Video Siswa Disuruh Sujud dan Menggonggong, Psikolog: Sangat tak Mendidik https://jahangircircle.org/viral-video-siswa-disuruh-sujud-dan-menggonggong-psikolog-sangat-tak-mendidik/ https://jahangircircle.org/viral-video-siswa-disuruh-sujud-dan-menggonggong-psikolog-sangat-tak-mendidik/#respond Sat, 16 Nov 2024 09:38:27 +0000 https://jahangircircle.org/viral-video-siswa-disuruh-sujud-dan-menggonggong-psikolog-sangat-tak-mendidik/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Profesor Rose Min Agoe Salim, psikolog anak Universitas Indonesia menanggapi kasus seorang pengusaha asal Surabaya yang memaksa mahasiswanya berlutut dan menggonggong karena mengolok-olok putranya. Menurut Rose, perbuatan pengusaha tersebut tidak bisa dimaafkan. Profesor Rose menjelaskan bahwa menggoda...

Artikel Viral Video Siswa Disuruh Sujud dan Menggonggong, Psikolog: Sangat tak Mendidik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Profesor Rose Min Agoe Salim, psikolog anak Universitas Indonesia menanggapi kasus seorang pengusaha asal Surabaya yang memaksa mahasiswanya berlutut dan menggonggong karena mengolok-olok putranya. Menurut Rose, perbuatan pengusaha tersebut tidak bisa dimaafkan.

Profesor Rose menjelaskan bahwa menggoda teman adalah tindakan yang salah dan tidak sopan. Namun, cara orang tua bereaksi ketika anaknya diledek sebaiknya bersikap wajar dan tidak menghukum anak orang lain sesuka hati.

“Menyuruh anak orang lain dan menyuruh mereka untuk tidak menggonggong bukanlah sebuah pengajaran menurut saya. “Hal ini juga menunjukkan bahwa sebagai orang tua tidak bisa membedakan perilaku yang baik dan buruk,” kata Profesor Rose Meaney saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (12/11/2024).

Perbuatan pengusaha yang membentak anak orang lain juga dianggap sebagai tindakan arogansi. Menurut Rose, menunjukkan sikap arogan di masyarakat bukan menjadi solusi permasalahan, namun justru menimbulkan permasalahan baru.

“Dan menurut saya, kalau dia melihat dirinya berada di level yang lebih tinggi dari orang lain karena dia seorang pengusaha, ya, itu salah besar, karena kalau begitu, akan semakin menyebar.” “Dia juga akan menghadapi rasa iri masyarakat,” kata Rose.

Daripada menindas anak orang lain, Rose menyarankan para orang tua untuk menganalisis terlebih dahulu alasan di balik ejekan tersebut. “Mungkin akan ada ejekan karena anak kami tidak mudah bergaul dengan teman-temannya dan mereka di-bully. “Kalau begitu, solusinya adalah orang tua membantunya mendapatkan rasa percaya diri,” kata Rose.

Ia juga mengimbau para orang tua memahami keluhan atau permasalahan anaknya di sekolah. Menurut Rose, solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan anak di sekolah adalah dengan melibatkan guru, bukan main hakim sendiri.

“Jika anak kita menemukan sesuatu yang buruk di sekolah, kita harus melibatkan pihak sekolah. “Seharusnya sekolah yang memberikan kesenangan pada anak, jadi saya tidak melihat orang tua lain harus bisa mendisiplinkan anak orang lain,” kata Rose.

 

Artikel Viral Video Siswa Disuruh Sujud dan Menggonggong, Psikolog: Sangat tak Mendidik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/viral-video-siswa-disuruh-sujud-dan-menggonggong-psikolog-sangat-tak-mendidik/feed/ 0
Antisipasi Perundungan, Guru Disarankan Lebih Terbuka Terhadap Siswa https://jahangircircle.org/antisipasi-perundungan-guru-disarankan-lebih-terbuka-terhadap-siswa/ https://jahangircircle.org/antisipasi-perundungan-guru-disarankan-lebih-terbuka-terhadap-siswa/#respond Fri, 15 Nov 2024 07:37:28 +0000 https://jahangircircle.org/antisipasi-perundungan-guru-disarankan-lebih-terbuka-terhadap-siswa/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hubungan baik antara guru dan siswa dinilai penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ketika guru dan siswa memiliki hubungan yang terbuka dan saling percaya, siswa akan merasa lebih nyaman untuk berbagi kesulitan yang mereka alami,...

Artikel Antisipasi Perundungan, Guru Disarankan Lebih Terbuka Terhadap Siswa pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hubungan baik antara guru dan siswa dinilai penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ketika guru dan siswa memiliki hubungan yang terbuka dan saling percaya, siswa akan merasa lebih nyaman untuk berbagi kesulitan yang mereka alami, seperti perundungan.

Trina Fizzanty, Kepala Pusat Penelitian Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan komunikasi yang lebih jelas antara guru dan siswa akan memudahkan pencegahan dan pemberantasan perundungan. Ia mengatakan guru sebenarnya bisa menjadi tempat terbaik untuk memberikan nasihat setelah orang tua. Namun, guru sering kali sibuk dengan tugas-tugas administratif sehingga hanya menyisakan sedikit waktu untuk lebih banyak mendengarkan siswa.

“Saya kira persoalan konseling itu penting. Karena terkadang (siswa) berbicara dengan guru karena mempengaruhi nilai mereka atau perhatian guru dll. efek. “Akan lebih baik kalau pestanya profesional,” kata Trina dalam talkshow TVRI di Jakarta, Selasa (12/11/2024).

Trina mengatakan, penting adanya ruang konseling di sekolah, terutama untuk melindungi siswa yang menjadi korban perundungan. Namun intervensi kesehatan mental melalui konseling masih sedikit dan jarang dilakukan di sekolah, katanya, terutama di sekolah yang memiliki sedikit atau tanpa sumber daya untuk guru konselor yang berdedikasi.

“Sekolah yang memiliki sumber daya memiliki konselor. Tapi tentu perlu kita pikirkan, image sekolah kita berbeda. Jadi ada (konsultan) yang bisa menyiapkan itu, ada juga yang tidak. “Tetapi perlu ada solusi bagaimana melakukan hal ini,” ujarnya.

Trina mencatat, korban pelecehan dapat mengalami dampak psikologis yang tidak boleh dianggap remeh, mulai dari perasaan tidak dihargai hingga perasaan tidak berharga. Dia mengatakan intimidasi di departemen pendidikan merupakan masalah serius yang perlu diatasi. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tujuan untuk melahirkan generasi emas pada tahun 2045.

Sekadar informasi, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023 memasukkan perundungan sebagai salah satu bentuk kekerasan dan harus ditangani di Kementerian Pendidikan. Ia mengatakan, perundungan seringkali bermula dari hubungan sosial yang tidak setara dan dilakukan berulang kali oleh pelaku terhadap korbannya. Bullying, kata dia, adalah segala perilaku yang mempermalukan orang secara psikologis atau fisik.

“Kami berdua akan mempermalukan diri kami sebagai manusia jika melakukan ini. Bullying menyebabkan kinerja buruk di sekolah. Bahkan menimbulkan masalah psikologis. “Jangan biarkan penindasan menyebabkan Anda kembali menjadi korban,” ujarnya.

Sesuai Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanggulangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memerintahkan pembentukan tim (TPPK) untuk mencegah dan memberantas kekerasan di dinas pendidikan. Trina mengatakan sekolah harus memiliki sistem untuk melaporkan kejadian bullying.

“Penting untuk menerapkan sistem lain di sekolah. Demikian pula, harus ada kelompok kelompok kerja. Jika anak saya mengalami masalah ini, kepada siapa saya harus memberi tahu? “Kalau belum pasti, pasti ada,” kata Trina.

Trina mengatakan aturan tersebut perlu benar-benar dipahami oleh semua pihak baik sekolah, guru, orang tua, dan siswa. Dinas Pendidikan setempat sebaiknya terus melakukan sosialisasi 46 Permendikbudristek lembaga pendidikan kepada lembaga pendidikan pada tahun 2023. Dengan cara ini, semua pihak bekerja sama untuk mencegah dan mengatasi masalah penindasan.

Artikel Antisipasi Perundungan, Guru Disarankan Lebih Terbuka Terhadap Siswa pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/antisipasi-perundungan-guru-disarankan-lebih-terbuka-terhadap-siswa/feed/ 0
Stop Bullying! Ajari Anak Lakukan Ini Agar tak Jadi Korban atau Target Perundungan https://jahangircircle.org/stop-bullying-ajari-anak-lakukan-ini-agar-tak-jadi-korban-atau-target-perundungan/ https://jahangircircle.org/stop-bullying-ajari-anak-lakukan-ini-agar-tak-jadi-korban-atau-target-perundungan/#respond Tue, 12 Nov 2024 10:45:38 +0000 https://jahangircircle.org/stop-bullying-ajari-anak-lakukan-ini-agar-tak-jadi-korban-atau-target-perundungan/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bullying merupakan masalah serius yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan emosional anak. Sebagai orang tua, kita berperan penting dalam melindungi anak kita dari perilaku tidak menyenangkan tersebut.​ Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog klinis anak dan...

Artikel Stop Bullying! Ajari Anak Lakukan Ini Agar tak Jadi Korban atau Target Perundungan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bullying merupakan masalah serius yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mental dan emosional anak. Sebagai orang tua, kita berperan penting dalam melindungi anak kita dari perilaku tidak menyenangkan tersebut.​

Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog klinis anak dan remaja di Institut Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI), memberikan tips parenting agar anak tidak menjadi sasaran atau korban bullying. “Ajari anak Anda untuk bersikap tegas, berani mengungkapkan perasaannya dengan jelas dan beretika, terapkan pola asuh demokratis, dan biarkan anak Anda terbiasa berpendapat sendiri,” kata Vera beberapa waktu lalu.

Ketegasan adalah kemampuan mengkomunikasikan keinginan, perasaan, dan gagasan kepada orang lain dengan tetap menjaga dan menghormati hak dan perasaan orang lain tanpa sengaja menyerangnya. Oleh karena itu, gaya pengasuhan yang mendukung ketegasan dan komunikasi terbuka dapat membantu anak merasa lebih kuat dan lebih siap menghadapi situasi berbahaya, termasuk perundungan.

Anak yang memiliki keterampilan asertif lebih mampu mengatasi agresi teman sebayanya, misalnya dengan memberikan batasan atau meminta bantuan sehingga mengurangi risiko menjadi korban. “Ajari dan teladani anak untuk tetap berdiri ketika merasa tertindas dan mencari kelebihannya serta mengembangkannya. Ini penting agar anak bisa tampil percaya diri.

Mengajari anak-anak cara membela diri dan mengembangkan kekuatan mereka dapat memberikan mereka strategi yang mereka perlukan untuk menghindari situasi intimidasi sekaligus membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial mereka. Terakhir, Vera mengimbau para orang tua untuk selalu menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh kasih sayang bagi anak-anaknya. Fakta membuktikan bahwa lingkungan keluarga yang harmonis memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak, termasuk kondisi psikologisnya.

“Membuat kehidupan anak-anak di rumah yang dipenuhi cinta akan membuat mereka tidak mudah merasakan penghinaan (pelecehan) dari pelaku kekerasan,” jelasnya.

Informasi pengaduan yang disampaikan Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan hingga awal tahun 2024 terdapat 141 kasus kekerasan terhadap anak. Dari seluruh pengaduan, 35% terjadi di sekolah atau lembaga pendidikan.

Pada awal tahun 2024, sebanyak 46 anak mengakhiri hidupnya. Dari seluruh kasus, 48% terjadi di lingkungan pendidikan atau saat anak (korban) masih mengenakan seragam sekolah.

Artikel Stop Bullying! Ajari Anak Lakukan Ini Agar tak Jadi Korban atau Target Perundungan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/stop-bullying-ajari-anak-lakukan-ini-agar-tak-jadi-korban-atau-target-perundungan/feed/ 0
JAHANGIR NEWS Kiat dari Psikolog Agar Anak tidak Jadi Korban Perundungan https://jahangircircle.org/kiat-dari-psikolog-agar-anak-tidak-jadi-korban-perundungan/ https://jahangircircle.org/kiat-dari-psikolog-agar-anak-tidak-jadi-korban-perundungan/#respond Sun, 13 Oct 2024 14:16:24 +0000 https://jahangircircle.org/kiat-dari-psikolog-agar-anak-tidak-jadi-korban-perundungan/ REPUBLIKA.CO.ID, Psikolog — Psikolog klinis anak dan remaja Vera Itabiliana Hadividjojo dari Institut Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) memberikan nasehat kepada orang tua agar anak tidak menjadi sasaran atau korban bullying. Ajari anak untuk menjadi kuat. “Ajarkan anak untuk bersikap...

Artikel JAHANGIR NEWS Kiat dari Psikolog Agar Anak tidak Jadi Korban Perundungan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, Psikolog — Psikolog klinis anak dan remaja Vera Itabiliana Hadividjojo dari Institut Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) memberikan nasehat kepada orang tua agar anak tidak menjadi sasaran atau korban bullying. Ajari anak untuk menjadi kuat.

“Ajarkan anak untuk bersikap tegas, berani mengungkapkan perasaannya dengan jelas dan beretika, terapkan pola asuh demokratis dimana anak terbiasa mengutarakan pendapat,” kata Vera di Jakarta, Kamis (19/9/2024).

Sikap asertif adalah kemampuan mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dirasakan kepada orang lain, namun tanpa maksud untuk menyerang orang lain, dengan tetap menjaga dan menghormati hak dan perasaan pihak lain.

Oleh karena itu, pola asuh yang mendukung ketegasan dan komunikasi terbuka dapat membuat anak merasa berdaya dan lebih mampu menghadapi situasi berbahaya, termasuk perundungan.

Anak yang memiliki keterampilan asertif dapat lebih merespon perilaku agresif teman sebaya, misalnya dengan menetapkan batasan atau meminta bantuan, sehingga mengurangi risiko menjadi korban.

“Ajari dan teladani anak bagaimana membela diri saat merasa tertindas, temukan dan kembangkan kelebihan anak, yang penting anak bisa tampil percaya diri,” sarannya. 

Mengajari anak-anak untuk membela diri dan mengembangkan kekuatan mereka dapat memberikan strategi yang diperlukan untuk menghindari intimidasi sekaligus membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial mereka.

Terakhir, Vera mengimbau para orang tua untuk selalu menciptakan lingkungan yang hangat bagi anak di rumah. Lingkungan rumah yang harmonis terbukti berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak, serta kesejahteraan psikologisnya.

“Isi kehidupan anak-anak di rumah dengan kasih sayang, agar anak-anak tidak merasa pelaku (pengganggu) bisa lepas begitu saja,” jelasnya.

Sementara itu, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan kekerasan terhadap anak mencapai 141 kasus pada awal tahun 2024. 35 persen dari seluruh pengaduan berasal dari sekolah atau satuan pendidikan.

Pada awal tahun 2024, sebanyak 46 anak mengakhiri hidupnya. Dari total kasus tersebut, 48 persen terjadi di satuan pendidikan atau anak (korban) masih mengenakan pakaian sekolah.

 

Artikel JAHANGIR NEWS Kiat dari Psikolog Agar Anak tidak Jadi Korban Perundungan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/kiat-dari-psikolog-agar-anak-tidak-jadi-korban-perundungan/feed/ 0
CIRCLE NEWS AIPKI Tegaskan Bullying di Lingkungan Pendidikan Kedokteran Harus Diakhiri https://jahangircircle.org/aipki-tegaskan-bullying-di-lingkungan-pendidikan-kedokteran-harus-diakhiri/ https://jahangircircle.org/aipki-tegaskan-bullying-di-lingkungan-pendidikan-kedokteran-harus-diakhiri/#respond Sat, 12 Oct 2024 16:40:50 +0000 https://jahangircircle.org/aipki-tegaskan-bullying-di-lingkungan-pendidikan-kedokteran-harus-diakhiri/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) menekankan pentingnya memberantas aksi terorisme di bidang pendidikan kedokteran. Apalagi setelah kasus miris seorang dokter PPDS Universitas Diponegoro yang dituduh bunuh diri akibat kecelakaan yang dilakukan oleh orang lanjut usia. AIPKI...

Artikel CIRCLE NEWS AIPKI Tegaskan Bullying di Lingkungan Pendidikan Kedokteran Harus Diakhiri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) menekankan pentingnya memberantas aksi terorisme di bidang pendidikan kedokteran. Apalagi setelah kasus miris seorang dokter PPDS Universitas Diponegoro yang dituduh bunuh diri akibat kecelakaan yang dilakukan oleh orang lanjut usia.

AIPKI menegaskan aksi terorisme bukanlah budaya yang patut dilestarikan. “AIPKI mendukung zero terorisme, maka Anda setuju. Karena terorisme itu bukan perbuatan yang baik,” kata Ketua AIPKI, Profesor Budi Santoso, usai membuka Mukernas Nasional Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Jakarta, Sabtu. (12/10/2024).

Namun menurut Budi, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan memerlukan cara yang lebih baik dalam menangani kasus terorisme. Menurutnya, keputusan pemerintah menyelenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi (PPDS) di Undip tidak tepat. Pasalnya, langkah pembekuan tersebut merugikan masyarakat dan pelajar lain yang mungkin tidak terlibat dalam isu perundungan tersebut.

“Penangguhan penangguhan itu merugikan masyarakat, karena yang tidak terdampak juga ikut terdampak. “Oleh karena itu kami berharap ke depan dapat menangani permasalahan terorisme dengan lebih baik dan membawa semua pihak yang terlibat dengan cara yang rasional dan lebih baik,” kata Profesor Budi.

Budi menilai, hukuman atas kasus perundungan di sekolah ini harusnya ditujukan kepada pelakunya. Jika setelah dilakukan pemeriksaan terbukti ada pelanggaran, Budi sepakat pelaku harus mendapat sanksi tegas.

“Kalau terbukti ada terorisme, saya setuju semua akan diusir. Namun hal tersebut harus dilakukan setelah dilakukan penyelidikan yang matang, karena bisa saja pelaku melakukan terorisme tanpa sepengetahuan pihak kampus. “Kalau ditunjukkan, saya setuju dengan hukuman apa pun,” kata Budi.

Selain soal hukuman, ia juga mendorong pemerintah berperan aktif dalam mengkampanyekan kebijakan anti-bullying di pendidikan kedokteran. Profesor Budi yang juga Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga mengatakan, sejak tahun 2018, FK Unair telah menerapkan prosedur pelaporan dan sistem penanganan kasus terorisme.

Sebagai tindakan pencegahan, FK Unair juga sering mengadakan pertemuan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran anti-bullying di kalangan mahasiswa dan seluruh civitas kampus. “Tetapi yang terpenting saat ini adalah pencegahan. Kita harus mencegah agar kejadian perundungan di sekolah tidak terulang lagi,” ujarnya.

 

 

Gumanti Awaliyah

Artikel CIRCLE NEWS AIPKI Tegaskan Bullying di Lingkungan Pendidikan Kedokteran Harus Diakhiri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/aipki-tegaskan-bullying-di-lingkungan-pendidikan-kedokteran-harus-diakhiri/feed/ 0
CIRCLE NEWS Gen Z Punya Akun Media Sosial Lebih dari Satu, Psikolog: Seperti Pakai Banyak Topeng https://jahangircircle.org/gen-z-punya-akun-media-sosial-lebih-dari-satu-psikolog-seperti-pakai-banyak-topeng/ https://jahangircircle.org/gen-z-punya-akun-media-sosial-lebih-dari-satu-psikolog-seperti-pakai-banyak-topeng/#respond Sat, 12 Oct 2024 14:04:20 +0000 https://jahangircircle.org/gen-z-punya-akun-media-sosial-lebih-dari-satu-psikolog-seperti-pakai-banyak-topeng/ REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Psikolog anak Universitas Airlangga (Unair) Prof Nurul Hartini mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya tingkat kebahagiaan Gen Z adalah penggunaan media sosial yang tidak tepat. Faktanya, keberadaan jejaring sosial juga memudahkan hidup anak-anak kelahiran 1997 hingga 2012. “Padahal...

Artikel CIRCLE NEWS Gen Z Punya Akun Media Sosial Lebih dari Satu, Psikolog: Seperti Pakai Banyak Topeng pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Psikolog anak Universitas Airlangga (Unair) Prof Nurul Hartini mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya tingkat kebahagiaan Gen Z adalah penggunaan media sosial yang tidak tepat. Faktanya, keberadaan jejaring sosial juga memudahkan hidup anak-anak kelahiran 1997 hingga 2012.

“Padahal kehadiran media sosial mempunyai dua sisi, yaitu dapat memberikan dampak positif jika dimanfaatkan dengan bijak dan dapat memberikan dampak negatif jika salah dalam memanfaatkannya,” kata Nurul, Kamis (05/02/2024). dikatakan. .

Nurul mengatakan, remaja yang rentan terpengaruh konten media sosial cenderung sensitif, misalnya ketika diejek oleh teman sebayanya melalui media sosial. Ini akan memicu dia.

Faktor lain yang mempengaruhi kesehatan mental Gen Z adalah mereka cenderung memiliki lebih dari satu akun media sosial. Ada pula yang melakukan hal tersebut karena tak ingin mengungkap identitas aslinya di media sosial.

Nurul menilai fenomena tersebut menunjukkan kepribadian yang tidak sehat. Ibaratnya Gen Z yang kini berusia antara 12 hingga 27 tahun harus banyak memakai masker saat bermain media sosial, seolah sedang memainkan peran. Jika terus berlanjut, fenomena ini akan berdampak pada kesehatan mental Gen Z.

“Tentunya mereka akan merasa lelah karena fenomena ini. Dari sini kita bisa melihat bahwa pendidikan keluarga menjadi faktor protektif bagi generasi Z terhadap pengaruh negatif media sosial,” ujarnya.

Artikel CIRCLE NEWS Gen Z Punya Akun Media Sosial Lebih dari Satu, Psikolog: Seperti Pakai Banyak Topeng pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/gen-z-punya-akun-media-sosial-lebih-dari-satu-psikolog-seperti-pakai-banyak-topeng/feed/ 0