Artikel Cadangan Devisa Indonesia pada Oktober 2024 Naik Tipis Jadi 151,2 Miliar Dolar AS pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Peningkatan cadangan devisa antara lain disebabkan oleh beban pajak dan jasa serta pembatalan utang luar negeri pemerintah,” kata Kepala Komunikasi BI Ramdan Danny Prakoso dalam keterangan resmi tertanggal 24/11/2019. 2024.
Denny mengatakan, posisi devisa pada akhir Oktober 2024 setara dengan enam bulan impor atau 6,4 bulan impor dan menyediakan uang untuk melunasi utang luar negeri pemerintah. Dan itu melebihi standar internasional penuh untuk impor tiga bulan.
Bank Indonesia memperkirakan valuta asing dapat menopang kekuatan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, ujarnya.
Lebih lanjut, Denny mengatakan, ke depan, BI memandang cadangan eksternal cukup untuk menopang kekuatan sektor eksternal. Ia mengatakan prospek luar negeri masih positif, dana devisa dan perdagangan diperkirakan akan terus mencatat surplus, sejalan dengan sentimen positif investor terhadap keadaan perekonomian negara dan hasil investasi yang menarik untuk mendukung pemeliharaan. stabilitas eksternal.
“Bank Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah untuk memperkuat stabilitas eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian negara guna mendukung perkembangan perekonomian negara,” tutupnya.
Artikel Cadangan Devisa Indonesia pada Oktober 2024 Naik Tipis Jadi 151,2 Miliar Dolar AS pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS BI Ungkap Modal Asing Keluar Bersih di Indonesia Capai Rp 2,84 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dengan demikian, sejak 1 Januari hingga 10 Oktober 2024, total neto masuk modal asing di pasar SBN sebesar Rp41,19 triliun, di pasar saham Rp46,68 triliun, dan di SRBI Rp193,51 triliun. Pada semester II 2024, nonresiden mencatatkan beli bersih di pasar saham Rp 46,33 triliun, pasar SBN Rp 75,15 triliun, dan SRBI Rp 63,16 triliun.
Kemudian, premi risiko investasi atau premi pada credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun pada 10 Oktober 2024 sebesar 68,30 basis poin (bps), meningkat dibandingkan 4 Oktober 2024 sebesar 67,25 basis poin.
Pada awal perdagangan Jumat (10/11), rupiah dibuka pada level Rp 15.640 per dolar AS, menguat dibandingkan penutupan Kamis (10/10) yang berada di level Rp 15.660 per dolar AS. Indeks dolar AS menguat hingga 102,99 pada akhir perdagangan Kamis (10/10).
Yield SBN Indonesia tenor 10 tahun turun menjadi 6,65%. Pada saat yang sama, imbal hasil Treasury AS, yaitu obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun, naik menjadi 4,062%.
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
Artikel JAHANGIR NEWS BI Ungkap Modal Asing Keluar Bersih di Indonesia Capai Rp 2,84 Triliun pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS LPEM FEB UI Perkirakan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“BI sebaiknya mempertahankan suku bunga acuan pada 6,00 persen untuk sementara waktu,” kata Riefky dalam keterangannya, Rabu (16/10/2024).
Ia menjelaskan, BI sebaiknya fokus pada peningkatan permintaan agregat, terutama mengingat potensi melemahnya permintaan domestik. Riefky juga mengatakan, tekanan inflasi pada Oktober 2024 kemungkinan besar berasal dari imported inflasi akibat melemahnya rupee.
“Tekanan ini akibat melemahnya rupee sejak awal Oktober,” ujarnya.
Ada sedikit optimisme konsumen pada September 2024. Indeks sentimen Bank Indonesia turun menjadi 123,5 dari 124,4 pada bulan Agustus. Penurunan ini terkait deflasi yang terjadi selama lima bulan terakhir. Meski demikian, Bank Indonesia yakin inflasi akan tetap berada pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
Pada bulan September 2024, baik The Fed maupun BI akan mulai melakukan pelonggaran kebijakan moneter pada waktu yang hampir bersamaan. Penurunan suku bunga yang dilakukan bank sentral menyebabkan aliran modal asing masuk ke Indonesia mencapai $1,93 miliar, terutama ke pasar obligasi yang mencapai $1,51 miliar. Akibatnya imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun dari 6,62 persen menjadi 6,51 persen, sedangkan dalam setahun turun dari 6,43 persen menjadi 6,08 persen.
Namun, dalam dua pekan terakhir, aliran modal mulai keluar dari pasar keuangan Indonesia. Volatilitas tersebut terlihat dari imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun yang naik menjadi 6,73 persen dan obligasi pemerintah bertenor 1 tahun yang naik menjadi 6,21 persen. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian menjelang pemilu AS.
Rupiah juga turun 1,20 persen secara bulanan, dari sekitar Rp15.300 per dolar AS pada pertengahan September menjadi sekitar Rp15.660 pada minggu kedua bulan Oktober. Pelemahan ini menunjukkan normalisasi nilai rupee setelah sebelumnya naik tajam sebesar 7 persen dalam waktu kurang dari sebulan.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan menjadi $149,9 miliar pada bulan September, turun dari $150,2 miliar. Meskipun mengalami penurunan, cadangan devisa masih cukup untuk menutupi impor selama 6,6 bulan, yang menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat dalam beberapa bulan mendatang.
Meski terdapat tantangan di sisi permintaan dan nilai tukar, stabilnya nilai rupiah dalam sepekan terakhir dan cadangan devisa yang besar memberikan harapan bagi ketahanan perekonomian Indonesia di masa depan.
Artikel CIRCLE NEWS LPEM FEB UI Perkirakan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Cadangan Devisa RI Diproyeksikan Bisa Tembus 155 Miliar Dolar AS di Akhir 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami memperkirakan cadangan devisa antara 145-155 miliar dolar AS pada akhir tahun ini. Oleh karena itu, kami perkirakan nilai tukar rupiah akan berada pada posisi Rp15.300 hingga 15.600 per dolar AS pada akhir tahun 2024,” kata Joshua di Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Joshua menjelaskan, sentimen risiko yang disebabkan oleh ekspektasi Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga hingga sisa tahun 2024, secara bertahap akan meningkat seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di pasar Timur Tengah dan AS. Data yang kuat.
Oleh karena itu, hal ini akan mendorong investasi asing dan stabilitas rupiah, kata Joshua.
Selain itu, lanjutnya, ketegangan geopolitik di Timur Tengah mungkin meningkat di masa depan, terutama antara Israel dan Iran, yang akan meningkatkan permintaan aset keamanan dan merangsang investasi dari pasar negara berkembang. Indonesia.
Menurutnya, konflik yang semakin meningkat, ditambah dengan data pasar AS yang kuat, juga dapat mendorong harga minyak di seluruh dunia, yang dapat mengancam kemajuan iklim di AS.
Oleh karena itu, lanjutnya, hal tersebut dapat menunda atau membatasi ruang The Fed untuk menurunkan suku bunganya sehingga membuat aset-aset Amerika menjadi lebih menarik bagi investor.
Dampaknya, dolar Amerika akan memperkuat mata uang dunia, kata Joshua.
Ia memperkirakan jika situasi ini terus berlanjut, BI akan menggunakan cadangan devisanya untuk melakukan intervensi di pasar (valas) dan menstabilkan nilai tukar, sehingga secara efektif mengurangi cadangan tersebut.
“Namun jika ketegangan geopolitik sudah teratasi, maka masih ada ruang untuk belanja. Mengingat kondisi perekonomian Indonesia dan prospeknya relatif kuat dibandingkan negara lain,” kata Joshua.
Saat itu, dia menjelaskan, Indonesia mencatatkan aliran modal masuk sebesar 2,76 miliar dolar AS di pasar saham dan bursa pada September 2024 sehingga kepemilikan surat berharga negara (SBN) oleh investor asing meningkat menjadi 1,34 miliar dolar AS.
Pada saat yang sama, investor asing menginvestasikan $1,42 miliar di pasar saham,” kata Joshua.
Di sisi lain, Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melaporkan laba sebesar 3,47 miliar dolar AS pada September 2024.
Dan, pada periode yang sama, pemerintah memberikan pengumuman internasional kepada dua dana yang terdaftar di Securities and Exchange Commission (SEC), sekitar 1,8 miliar dolar AS dan 750 juta Euro, sesuai jadwal.
Artikel CIRCLE NEWS Cadangan Devisa RI Diproyeksikan Bisa Tembus 155 Miliar Dolar AS di Akhir 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>