Artikel PLN Garap Eco Tourism Green Canyon Pangandaran Jadi Destinasi Wisata Global pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam program kerja sama ini, PLN bekerjasama dengan Pemda Pangandaran melakukan konversi 12 unit mesin perahu tradisional menjadi motor listrik, konversi kompor listrik untuk UMKM, pemasangan pembangkit listrik tenaga surya di atap, pemanfaatan sisa fly ash (FABA). Casting di lokasi Green Pier. Selanjutnya, PLN juga menyediakan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) serta Baterai Kapal Motor Listrik dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).
Pj Bupati Pangandaran, Benny Bachtiar mengapresiasi pemerintah daerah, serta langkah PLN yang berkolaborasi dengan banyak kelompok masyarakat dan tokoh masyarakat untuk memajukan ekowisata di wilayah Pangandaran.
“Kami sangat mendukung program ekowisata yang sejalan dengan visi Kabupaten Pangandaran menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan. Kerjasama pemerintah dan PLN ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pariwisata Pangandaran di kancah nasional dan internasional,” kata Benny.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan melalui program kerja sama ekowisata ini, PLN hadir sebagai katalis transisi energi untuk mengembangkan sektor pariwisata yang bebas polusi dan ramah lingkungan. Selain itu, Kabupaten Pangandaran menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kami tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya dengan pengembangan ekowisata. Oleh karena itu, PLN berkomitmen untuk menyuplai energi bersih dan menciptakan ekosistem pariwisata hijau yang ramah lingkungan. jelas Darmwan.
Darmawan mengatakan, ke depan banyak kawasan wisata yang akan dikembangkan sebagai ekowisata. Selain itu, ia juga menekankan kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat lokal, dan pihak swasta untuk memaksimalkan potensi wisata alam.
Terkait hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Susiana Mutia mengatakan Green Canyon Eco Tourism tidak hanya akan mendukung pengembangan pariwisata di wilayah Pangandaran, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Program ini merupakan bagian dari transformasi besar PLN untuk mencapai net zero emisi pada tahun 2060 dan mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, seperti menggunakan energi terbarukan dan mengubah mesin perahu menjadi motor listrik,” kata Susiana.
Susiana menjelaskan, selain program transisi energi, PLN juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan mengedukasi UMKM mengenai gaya hidup elektrifikasi, pengembangan pelaut dan pengemudi, serta penyediaan jaket pelampung untuk keselamatan.
“Upaya ini bertujuan untuk menciptakan pariwisata yang indah, nyaman, ramah lingkungan, mendukung efisiensi operasional dan meningkatkan kenyamanan wisatawan dengan mengurangi kebisingan dan polusi,” kata Susiana.
Susiana menambahkan, kedepannya PLN akan mengembangkan Pantai Pangandaran menjadi paket wisata Green Canyon dengan kendaraan listrik dan mengkonversi perahu lain yang masih menggunakan bahan bakar fosil di Green Canyon menjadi listrik.
“Kami berharap program ekowisata di Green Canyon dapat menjadi contoh inspiratif bagi destinasi wisata lainnya di Indonesia. Mari kita dukung program ini untuk kesejahteraan bersama, lingkungan bersih, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tutup Susiana.
Artikel PLN Garap Eco Tourism Green Canyon Pangandaran Jadi Destinasi Wisata Global pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Relawan PLN Berikan Bantuan Pendidikan Warga Kampung Pemulung Jurang Mangu Timur pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Lebih dari 700 warga Desa Jurang Mangu Timur Pemulung juga merasakan manfaat dari berbagai program mulai dari bantuan pendidikan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pemberian obat-obatan.
Salah satu warga, Yeti yang dikenal sebagai pahlawan lokal Desa Pemulung, Jurang Mangu Timur, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kehadiran Komunitas Relawan PLN. Menurutnya, kampanye sosial ini sangat membantu warga, khususnya yang mengalami kesulitan ekonomi.
“Kami sangat senang relawan PLN bisa mengikuti kegiatan dan berintegrasi dengan warga desa kami. Pemeriksaan kesehatan dan bantuan yang diberikan PLN sangat penting bagi kami. Anak-anak juga sangat senang bisa belajar bersama saudara-saudaranya dari Mari kita berharap kegiatan ini membawa kebaikan bagi semua orang, kata Yeti.
Executive Vice President Corporate Communications dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto menyatakan, inisiatif ini merupakan wujud nyata keterlibatan sosial PLN dalam membantu mereka yang membutuhkan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif khususnya bagi masyarakat Kampung Pemulung, Jurang Mangu Timur, khususnya dalam aspek pendidikan dan kesehatan. Kami juga berharap hal ini juga dapat membangkitkan semangat kerelawanan di kalangan pegawai PLN,” kata Gregorius.
Gregorius melanjutkan, banyak program yang dilaksanakan pada Golden Youth Energy Days di Desa Pemulung, Jurang Mangu Timur. Di bidang pendidikan, anak-anak setempat diajak belajar dan bermain sebagai bagian dari budaya gaya hidup sehat dan kampanye anti-bullying. Selain itu, PLN juga memberikan bantuan berupa bacaan untuk anak-anak dan dana pendidikan yang ditujukan untuk mencegah anak-anak putus sekolah.
Di bidang kesehatan, PLN bermitra dengan klinik setempat untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi ibu hamil dan lansia. PLN juga mendonasikan pakaian layak pakai kepada warga sekitar.
Selain itu, juga dikerahkan Humanity Truck ke lokasi, dapur keliling PLN 1 yang menyediakan lebih dari 700 porsi makan siang gratis bagi warga. PLN Humanity Truck merupakan simbol solidaritas dan kehadiran PLN di masa sulit untuk membantu mereka yang membutuhkan.
“Kehadiran truk ini menunjukkan komitmen PLN tidak hanya sebagai pemasok energi, tetapi juga sebagai mitra dalam misi kemanusiaan,” kata Gregorius.
Ditegaskannya, kampanye sosial yang digagas Komunitas Relawan PLN ini merupakan langkah awal dan akan dilanjutkan ke depannya sebagai bagian dari program lain di seluruh Indonesia.
“Komunitas Relawan PLN akan terus mendukung semangat Employee Volunteer Program (EVP) untuk melibatkan lebih banyak pegawai PLN di seluruh Indonesia dalam berbagai kegiatan sosial berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” tutup Gregorius.
Komunitas Relawan PLN terdiri dari pegawai PLN Grup yang berasal dari kelompok lulusan program Relawan BUMN dan Tim Reaksi Cepat Bencana. Komunitas ini berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi kepada masyarakat, lingkungan dan masyarakat untuk memberikan dampak positif yang bertahan lama.
Artikel Relawan PLN Berikan Bantuan Pendidikan Warga Kampung Pemulung Jurang Mangu Timur pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dukung Pencegahan Stunting, PLN Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Malang pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Program zero stunting Eggcellent di Karangkates bertujuan untuk memajukan masyarakat dengan memberikan 2.000 butir telur ayam kepada kelompok masyarakat di desa tersebut. Telur dari ayam-ayam tersebut dibagikan secara gratis kepada 250 anak kurang mampu setiap hari selama 6 bulan dan selebihnya akan membantu kelompok ternak tersebut untuk mandiri secara ekonomi.
Hermin, salah satu warga Desa Karangates menyambut baik acara tersebut. Ia dengan antusias menginformasikan bahwa melalui proyek ini, masyarakat desa akan dapat mencapai kemajuan dan memenuhi kebutuhan pangan mereka.
“Bayi saya sekarang sudah terbiasa mengonsumsi protein harian dari telur ayam kampung, yang sangat bermanfaat untuk kecukupan gizinya,” ujarnya.
Bersama Hermine, Plt. Bupati Malang Didik Gadot Subroto mengapresiasi upaya PLN dalam mengurangi keterbelakangan pembangunan di wilayahnya.
“Ini adalah bantuan kemanusiaan. Warga membantu pendapatan dari penjualan telur, membantu anak-anak makan makanan bergizi, dan membeli telur dengan harga murah. Kami berterima kasih kepada PLN dan berharap proyek ini terus berlanjut. Gangguan yang ada dapat kita atasi. memberikan dampak yang signifikan,” ujarnya.
Direktur Utama PLN Dharmawan Prasojo menjelaskan pada tahun 2024, PLN membantu 1.533 anak di seluruh Indonesia melalui program stunting. Program yang dilaksanakan antara lain pemberian makanan tambahan pada anak, pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan anak, antropologi dan pendidikan kesehatan.
“Pendekatan perubahan yang komprehensif tidak hanya mencakup pendidikan gizi dan suplementasi gizi. PLN bekerja sama dengan yayasan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) berpengalaman untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui proyek yang menciptakan ekonomi sirkular,” ujarnya.
Dharmawan menambahkan, program Eggcellent Zero Stunting di Desa Karangkates telah menciptakan ekonomi sirkular di wilayah tersebut, yang diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat. Sejak dimulai pada Juli 2024, proyek ini telah melatih 40 pekerja desa yang bertugas mengawasi keberlanjutan proyek, seperti distribusi telur dan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap anak-anak.
“Bantuan ini diharapkan dapat menghasilkan pendapatan hingga Rp1,8 juta per hari bagi kelompok masyarakat yang bergerak di bidang peternakan. Pendapatan ini akan digunakan untuk biaya pakan ternak, pemeliharaan dan keberlanjutan proyek,” lanjut Dharmawan.
PLN meyakini program Zero Stunting Eggcellent akan menjadi model berkelanjutan dan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan stunting di berbagai wilayah Indonesia. Program ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa anak-anak yang berpartisipasi dalam program ini mengalami kemajuan.
Selain anak-anak, telur hasil proyek ini juga akan dijual dengan harga subsidi kepada masyarakat miskin di sekitar desa, dengan harapan dapat meningkatkan konsumsi pangan masyarakat secara keseluruhan, kata Dharmawan.
Artikel Dukung Pencegahan Stunting, PLN Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Malang pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Kerek Ekonomi Keluarga, Srikandi Movement PLN Gelar Pelatihan dan Pendampingan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Direktur Utama PLN Dharmavan Prasodjo mengatakan gerakan Srikandi PLN merupakan wujud kepedulian PLN dalam upaya pemberdayaan kelompok perempuan rentan dan sejalan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Perempuan berperan penting dalam membangun keluarga bahagia. Program ini merupakan wujud komitmen PLN untuk terlibat aktif dalam mendorong kesejahteraan sosial dan ekonomi seluruh lapisan masyarakat,” kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10). /2024).
Pada bulan September 2024, program Women Support Women dilaksanakan secara serentak oleh Srikandi PLN dengan sasaran 776 penerima manfaat di 25 lokasi di seluruh Indonesia. Melalui program ini, PLN mendorong peningkatan kesejahteraan kelompok perempuan rentan, termasuk penyandang disabilitas, kelompok rentan, dan lanjut usia.
Salah satu program tersebut diterapkan di Jakarta dengan membentuk Komunitas Srikandi Pemberdayaan Pondok Rangoon yang beranggotakan 50 orang perempuan dari Desa Pondok Rangoon. Melalui program ini, PLN memberikan pelatihan dan bimbingan bisnis kepada perempuan rentan di wilayah tersebut.
Dalam rangka itu, PLN juga meresmikan Pondok Rangoon Gros Mart, yang merupakan off-taker atau wadah produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dari Komunitas Srikandi Berdaya Pondok Rangoon. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu anggota masyarakat memasarkan produk mereka secara lebih luas dan berkelanjutan.
PLN juga mencanangkan inisiatif pemberdayaan kelompok wanita tani Ping Bawing di Desa/Kelurahan Bardaya, Kecamatan Tanjung Istana Hillirin, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, tidak hanya di Jakarta.
Dalam program ini, PLN memberdayakan kelompok perempuan tani dengan meningkatkan nilai tambah komoditas lemon. PLN bekerja sama dengan UMK Aromaku untuk melatih kelompok tani produksi minyak lemon. Program ini memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan penerima manfaat.
Ketua Mahila Kisan Group Ping Bowing Urea menyambut baik pelaksanaan program pelatihan Srikandi PLN tentang pengelolaan serai. Dikatakannya, pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan menghasilkan produk yang bernilai jual.
“Kami belum pernah mendapatkan pelatihan seperti ini karena keterbatasan kami seperti jarak dan akses komunikasi. Namun alhamdulillah dengan pelatihan yang diberikan PLN ini kami memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memanfaatkan buah lemon yang sebelumnya hanya dijual mentah. . Ini pasti membantu perekonomian keluarga kami,” kata Uriah.
PLN melalui gerakan Srikandi memastikan program Mahila Aid Mahila terus dilaksanakan dengan pemantauan terus menerus, dengan tetap memberikan manfaat kepada kelompok perempuan rentan.
Artikel CIRCLE NEWS Kerek Ekonomi Keluarga, Srikandi Movement PLN Gelar Pelatihan dan Pendampingan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>