Artikel Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kurangi Kemiskinan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>AREEF Anthory Yusuf, anggota Dewan Keuangan Nasional (DEN), menjelaskan bahwa dampak program MBG dalam perekonomian sangat tinggi, terutama bagi orang -orang dengan pengangkutan rendah.
“Masalahnya, program ini sangat bagus dalam konteks pekerjaan, jadi menciptakan pekerjaan baru hingga 1,9 juta, maka miskin, sehingga kemiskinan dapat dikurangi menjadi 5,8 % jika pengantar ini benar, ketidaksetaraan berkurang sebagian besar,” kata Arial di media.
Menurutnya, bantuan melalui MBG jauh lebih besar daripada program bantuan sosial lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bukan untuk makanan (BPNT). “Bayangkan teman -teman. Jika keluarga memiliki tiga anak. Butuh 600.000 dari bulan. PKH hanya sekitar 200 ribu, BPNT hanya 200 ribu.
Untuk memastikan efektivitas program, pemerintah menyusun tiga tahap dasar, yaitu proses bisnis, kontrol rutin BPKP dan peningkatan peran masyarakat di bidang pengawasan. “Kami melakukan proses bisnis segera dan kemudian pemeriksaan konvensional BPKP. Kedua, ia menawarkan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi, sehingga kami dapat melihat karena rasa memiliki tinggi,” tambahnya.
Luhut Binsar Pandjaitan, presiden Dewan Ekonomi Nasional, menambahkan bahwa program ini juga berkontribusi pada sektor hewan dan perikanan, terutama penyerapan produksi dalam negeri.
“Kami telah terbukti menjadi surplus telur ayam selama 20 tahun dan 20 tahun kami juga telah menjadi surplus ayam.
Pemerintah juga menekankan pentingnya penggunaan produk domestik untuk mendukung rantai pasokan MBG, termasuk larangan impor barang yang dapat diproduksi di pasar internal. “Misalnya, apa namanya, menjadikannya nama untuk namanya. Itu tidak boleh dimasukkan, dia mengatakan akan melakukan lokal, jadi kita melihat mereka masih keluar,” kata Luhut.
Artikel Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kurangi Kemiskinan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Family Office Disetujui Presiden, Luhut: Tim Pembentukan Mulai Kerja Hari Ini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kelompok ini akan bekerja mulai besok. Tim kami akan bekerja dengan Horto sebagai Tn. Koordinasi Ekonomi Airlong,” kata Luhat di Jakarta pada hari Rabu (3/13/2025).
Menurutnya, tim konstruksi kantor keluarga telah bekerja selama enam bulan terakhir. Tim DEN menerima masukan dari berbagai aktor terkait, salah satunya adalah Investor Amerika Serikat (AS) Ray Dalio.
Dalam beberapa bulan ke depan, Presiden Prabo akan melaporkan pengembangan kantor keluarga Luhat. Dia mengatakan dia menerima tanda persetujuan dari presiden.
“Ketika bertemu di istana pada saat itu, presiden memberikan maju. Jadi, kami secara teknis melapor kepada presiden,” katanya.
Luht mengangkat gagasan kantor keluarga saat bekerja sebagai menteri koordinasi di Kabinet Indonesia untuk bergerak maju di Republik Indonesia Indonesia Joko Widodo (Jokovi).
Dia mengajar ke delegasi World Water Forum ke -10 (WWF) di Nusa Dua di Bali dan Nusa Dua di Bali antara tahun 2024.
Pada awal 2025, Luhat mengatakan dia akan tunduk kepada Presiden Prabo Subiano untuk menjalankan kantor keluarga pada Februari 2025.
Ketua Den mengatakan bahwa ia akan menyusun insentif yang lebih kompetitif daripada negara -negara sebaya, termasuk Malaysia.
“Mereka memberikan banyak insentif kompetitif. Kita juga harus melakukannya. Jika tidak, kita akan kalah,” katanya lagi.
Menanggapi pengumuman Luhat pada saat itu, Wakil Menteri Keuangan Thomas Jevondono mengatakan partainya masih meninjau insentif untuk program kantor keluarga yang dibahas sejak tahun lalu.
Thomas merujuk pada standar asing, sehingga insentif yang diberikan lebih kompetitif. Dalam hal ini, Kementerian Keuangan juga mencakup Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Vamenkayu Thomas bersikeras bahwa aturan tersebut perlu ditetapkan dengan cermat untuk memberikan konfirmasi hukum.
Artikel Family Office Disetujui Presiden, Luhut: Tim Pembentukan Mulai Kerja Hari Ini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Presiden dan Dewan Ekonomi Nasional Bahas Pertumbuhan Kuartal IV pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Diskusi lebih lanjut bagaimana cara memberikan pertumbuhan di kuartal keempat. Karena angka kuartal ketiga sudah diumumkan, memang benar angkanya sedikit di bawah 5 persen. “Jadi bagaimana kita bisa mengambil langkah di kuartal keempat untuk mempertahankan pertumbuhan. ,” kata Wakil Presiden DEN Mari Elka Pangestu di Istana Kepresidenan Jakarta.
Elka Mari mengatakan, pihaknya telah memberikan beberapa rekomendasi untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah yang kini melemah. Berdasarkan analisis DEN, melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah menyebabkan penurunan konsumsi pada kuartal III.
“Peningkatan konsumsinya sebesar 4,9 persen, relatif rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, kata dia, ini terendah dalam 13 tahun terakhir. Jadi menjaga daya beli menjadi salah satu rekomendasi kami,” jelasnya.
Selain itu, Elka Mari yang juga merupakan utusan khusus presiden untuk perdagangan internasional dan kerja sama multilateral mengatakan DEN juga merekomendasikan optimalisasi belanja pemerintah yang dapat mendorong pertumbuhan.
Dan yang terakhir, dalam jangka pendek dan menengah, bagaimana memperbaiki dan memperbaiki lingkungan investasi. Karena tentu saja harus tumbuh. – Kita butuh investasi lebih banyak – jelas Mari Elka.
Sementara untuk kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat, Mari Elka mengatakan DEN akan mencari program insentif seperti bantuan langsung tunai (BLT) yang selama ini digunakan.
“Masalahnya, harga pangan masih tergolong tinggi dan kita khawatir inflasi akan meningkat jika harga minyak dunia naik. Dan yang penting, dari semua angka, daya beli sepertinya melemah. Jadi di level menengah sebagian besar adalah bagus, di tingkat bawah sudah ada bansos, itu BLT. Beginilah seharusnya kelas menengah diperlakukan. “Nanti bisa kita diskusikan programnya seperti apa,” ujarnya.
Lebih lanjut, terkait pengalihan subsidi ke BLT, Elka Mari mengatakan hal tersebut masih perlu dikaji guna mewujudkan tujuan utama subsidi untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa dukungan yang diberikan, yaitu membantu masyarakat berpenghasilan rendah, sesuai dengan peruntukannya. Baik itu penurunan harga melalui subsidi, bantuan langsung, atau kombinasi keduanya. dipelajari,” jelasnya.
Artikel Presiden dan Dewan Ekonomi Nasional Bahas Pertumbuhan Kuartal IV pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel DEN Rincikan Tantangan Ekonomi Jangka Pendek yang Harus Dihadapi Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel DEN Rincikan Tantangan Ekonomi Jangka Pendek yang Harus Dihadapi Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pengamat: Luhut Perlu Libatkan Banyak Sosok Profesional di Dewan Ekonomi Nasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Saya usulkan agar Pak Luhut dan DEN diisi oleh orang-orang yang profesional dan berkompeten. Banyak menteri di bidang perekonomian di era Presiden Joko Widodo yang sangat berkompeten dalam pekerjaannya, tapi seperti Sandiaga Salahuddin Uno, dia tidak kembali ke jajaran Presiden Prabowo Subianto. Kabinet,” kata analis ekonomi. Kepala Ekonom Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip saat dihubungi Republik, Senin (21/10/2024).
Suarsip misalnya menilai, apakah Sandiaga Uno masih fit dan mampu berpartisipasi dalam menjalankan perekonomian di Indonesia. Ia mengenang kembali pengalamannya menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI di bawah Presiden Joko Widodo.
“Saya kira peluang yang ada masih relevan dan diperlukan untuk memperkuat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, terutama di bidang investasi, usaha kecil dan menengah, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Saya kira orang seperti Sandiaga layak menjadi bagian dari struktur DEN. .”
Selain itu, Sunarsip juga menilai sebaiknya pakar lain bergabung dengan DEN bersama Luhut. Serta individu yang aktif di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Asosiasi Perdagangan Indonesia (Apindo).
Artikel Pengamat: Luhut Perlu Libatkan Banyak Sosok Profesional di Dewan Ekonomi Nasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Cerita Luhut Diangkat Jadi Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Ternyata Sudah Dibahas Sejak Juli pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Aturan tersebut menyebutkan, setelah menjabat, Presiden RI terlebih dahulu akan mempertimbangkan, memanggil kembali, dan memutuskan purnawirawan Jenderal TNI Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Presiden. Dewan Ekonomi Nasional. Dan masyarakat yang terkena dampak akan mendapatkan hak finansial dan fasilitas lainnya sesuai ketentuan hukum.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini menceritakan kisah permintaan Prabowo memimpin DEN melalui akun Instagram @luhut.pandjaitan. Ia membagikan foto dirinya bersama Prabowo dengan caption Instagram yang cukup panjang.
Dia menyebutkan tanggal dia diminta Prabowo menjadi Ketua DEN, yakni 21 Juli 2024. Luhut mengatakan, usai bertemu keduanya di rumahnya hari itu, ia mengundang Prabowo ke gala dinner AKABRI 67/70 yang digelar Luhut malam itu. Di Menara Sophodel, mereka membicarakan berbagai hal.
Selain bernostalgia dengan rekan-rekan seperjuangan, beliau juga menjelaskan sedikit mengenai tantangan dan potensi Indonesia ke depan. Sebelum menutup sambutannya, beliau meminta izin kepada sang istri agar sang suami “mengizinkan” dirinya untuk mengambil alih peran tersebut. tanggung jawab baru di Indonesia Luhut Saat itu, istri saya tersenyum cerah, ujarnya.
Luhut mengaku tak bisa menolak perintah Prabowo saat itu. Apalagi ia adalah seorang prajurit yang siap menjalankan misi apa pun yang ditugaskan kepadanya.
Lanjutnya, “Sebagai seorang prajurit yang selalu siap berdiri ketika diberi misi, saya menerima misi ini dengan rasa tanggung jawab,” dan menambahkan, “Misi ini bukan sekedar jabatan, tetapi panggilan untuk mengabdi pada bangsa. ” “Saya melakukan yang terbaik untuk negara,” jelasnya.
Luhut juga mengakui kesiapannya memimpin DEN, lembaga yang bertanggung jawab memberikan saran dan rekomendasi, untuk memastikan program-program prioritas di bidang perekonomian dapat tercapai dengan baik. Selain itu, lanjutnya, Prabowo ingin mempercepat koordinasi dan implementasi.
Menurut Luhut, tantangan perekonomian Indonesia ke depan tidak akan mudah. Ketahanan pangan, transisi energi, perkembangan teknologi termasuk AI, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks akan segera terjadi. Dewan Ekonomi Nasional, yang dibentuk oleh Presiden Prabowo sebagai lembaga pemikir ekonomi, beranggotakan para pakar ekonomi.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan dan delegasinya.” Dengan semangat kebersamaan yang selalu menjadi kekuatan negara kita, saya yakin buku ini akan membawa masa depan Indonesia yang lebih baik, sejahtera, dan berkelanjutan. “Lakukan,” tutupnya.
Artikel Cerita Luhut Diangkat Jadi Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Ternyata Sudah Dibahas Sejak Juli pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dewan Ekonomi Nasional Kembali Dihidupkan di Era Prabowo, Begini Tupoksinya di Era Gus Dur pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Riset Republik, aturan tentang DEN sebelumnya telah diterbitkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 144.
Kehadiran DN saat itu dinilai semakin menunjang keberhasilan kabinet persatuan nasional, terutama dalam mempercepat pemulihan krisis ekonomi nasional beberapa tahun terakhir. Pakar dari berbagai sektor ekonomi memberi masukan kepada Presiden mengenai kebijakan ekonomi sesuai GBHN.
Pasal 1 menyatakan bahwa misi DEN adalah memberikan nasihat kepada presiden di bidang perekonomian, mempercepat penanganan krisis dan menyehatkan perekonomian nasional, serta merespons dinamika globalisasi. Pasal 2 menyatakan DEN bertanggung jawab kepada Presiden.
Berdasarkan Pasal 3, DEN mempunyai tiga tugas. Pertama, mari kita lihat masalah keuangan sebagai bagian dari nasihat Presiden mengenai rekomendasi tindakan lebih lanjut. Kedua, membicarakan permasalahan perekonomian masyarakat kepada presiden. Ketiga, melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan operasional DEN di bidang keuangan yang diberikan oleh Presiden.
Artikel Dewan Ekonomi Nasional Kembali Dihidupkan di Era Prabowo, Begini Tupoksinya di Era Gus Dur pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>