Artikel Palestine Cinema Days, ‘Senjata’ Melawan Lupa Penderitaan Palestina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Acara tersebut menampilkan 253 pemutaran delapan film Palestina di 44 negara dan lebih dari 150 kota, termasuk Indonesia. Acara ini bekerja sama dengan Decolonial Project dan In-Docs.
Berbagai kelompok lokal seperti Kino Massa Baru, Semai Collective dan Anti-Dehumanisasi juga mendukung penyelidikan tersebut. Di Indonesia, acara tersebut diadakan di Kafe Keris Depok, Jawa Barat, yang menampilkan tiga film besar: Little Palestine, The Siege Diaries, Aida Returns, dan Malul’s Celebration of Its Destruction.
Diaspora Palestina mengatakan film-film tersebut penting karena menunjukkan kepedihan, kekuatan dan ketahanan menjadi orang Palestina. Menurutnya, ketahanan rakyat Palestina (sumud) sangat penting bagi mereka yang tinggal di Palestina dan diaspora sebagai penghubung yang mendalam antara rakyat Palestina dengan tanah airnya.
Diaspora Palestina mengatakan dalam keterangan pers yang diperoleh Republika.co.id: “Sumud adalah simbol ikatan yang tidak dapat diputuskan antara kita dan tanah air.”
Artikel Palestine Cinema Days, ‘Senjata’ Melawan Lupa Penderitaan Palestina pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>