Artikel Soal Rencana Bangun Kilang Jumbo dan Proyek DME, CELIOS: Fosil Tetap Jadi Prioritas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dia menjelaskan mengapa pernyataan mereka di atas di atas. “Tampaknya folder ini menjadi prioritas berkali -kali tentang Pak Prabovo,” kata Wahru kepada Republic.c.id pada hari Rabu (12/3/2025).
Pemerintah mengatakan mungkin rendah hari ini, dalam mencegah keselamatan energi. Jadi itu tergantung pada fosil seperti minyak dan batu bara.
“Pemerintah melihatnya sebagai cara penting untuk menjaga pendapatan publik, termasuk insentif makanan untuk makanan,” kata Wahu.
Jika difokuskan pada kekuatan asuh, ada kekhawatiran bahwa negara ini akan segera membuat transisi lebih dengan kekuatan yang diperbarui. Ini juga berkaitan dengan banyak pihak.
Memahami bangun, ada keuntungan fosil saat ini daripada EBT. Ini adalah salah satu ketidakadilan pasokan. Maka pembicaraan umum adalah tentang uang.
“Kami tahu bahwa kami tahu itu baik untuk pendanaan (mahal). Meskipun mudah, Struktur Proyek Ekonomi EBT dan Direktur Teknologi.
Manfaat lain dari fosil, berlanjut, infrastruktur sudah ada. Tetapi ketika datang ke EBT EBT, ingatlah bahwa itu adalah rencana yang panjang. Selain itu, Indonesia 2045 tidak memiliki tujuan yang tidak berdaya fosil dan lebih ramah terhadap lingkungan.
“Ini adalah pernyataan karena pemerintah tidak dapat mengandalkan kekuasaan yang kuat, karena batubara jelas memburuk dari produksi.”
Wahana telah mengevaluasi bahwa pengembangan EBT membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak. Jika Anda melihat rencana politik saat ini, Anda ingin menentang. Ketika dia mempekerjakan dirinya sebagai presiden, Prabovo didukung oleh beberapa operator yang memiliki industri.
Dia berkata:
Jika skenario di atas dipengaruhi oleh investasi dalam transisi energi. Karena itu, Wahey mendesak pemerintah untuk menerbitkan kebijakan yang baik dan seimbang. Ini untuk memastikan EBT sedang dikembangkan.
“Oleh karena itu, energi tambahan, termasuk beberapa investasi dari EBT lain,” kata Celios Public Celios.
Artikel Soal Rencana Bangun Kilang Jumbo dan Proyek DME, CELIOS: Fosil Tetap Jadi Prioritas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Electricity Connect 2024 Dorong Kemandirian Energi di Era Prabowo pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Acara yang mengusung tema “Beyond the powerless, energizing the future” ini tidak hanya menjadi ajang diskusi strategis, namun juga menjadi simbol kerja sama lintas sektor menuju terwujudnya kemandirian energi nasional berbasis energi hijau.
Direktur Utama Perusahaan Listrik Indonesia (MKI) Ewi Haryadi mengamini langkah tersebut sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo mengenai kemandirian energi nasional.
“Dalam Pidato Kenegaraan tanggal 20 Oktober 2024, Presiden mencanangkan swasembada energi sebagai salah satu pilar Asta Cita yang menjadi prioritas pemerintahan Republik Indonesia di masa depan,” kata Ewi.
Evi menekankan kemandirian dan keamanan energi menjadi landasan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Namun untuk mencapai hal tersebut, Indonesia harus memaksimalkan potensi energi yang melimpah, khususnya Energi Baru dan Terbarukan (REE).
“Tidak hanya sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan bakar fosil. Namun potensi sumber energi terbarukan dari hidro, panas bumi, angin, surya dan potensi energi baru lainnya lebih besar,” ujarnya.
Selain menjadi ruang diskusi, Electricity Connect 2024 dirancang untuk mendorong investasi di sektor energi hijau. Forum ini diharapkan menjadi ajang konsolidasi, penyelarasan persepsi dan penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.
“Kami ingin menjadikan forum ini sebagai ajang berkumpul untuk menyelaraskan persepsi, memperkuat sinergi dan mempercepat pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi di bidang energi,” tambah Evie.
Saat ini, pemerintah terus menggalakkan komitmen penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (REE) untuk mencapai net zero emisi.
Komitmen tersebut salah satunya melalui acara Electricity Connect 2024, “Going beyond energy to power the future”, untuk memperkuat kerja sama lintas sektor guna mempercepat Renewable Energy Transition (REG).
Sementara itu, Ketua Panitia Electricity Connect 2024 Arsyadani G Akmalaputri mengatakan acara tersebut akan menampilkan berbagai teknologi dan inovasi yang dapat membantu mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan.
“EC (electricity Connect) tahun ini merupakan kombinasi acara yang akan menampilkan digitalisasi sistem kelistrikan, digitalisasi peralatan rumah tangga dengan IoT, kantor masa depan, ekosistem EV masa depan, dan inovasi teknologi lainnya yang berwawasan luas bagi generasi muda. dan profesional,” ujarnya.
Sebagai informasi, Electricity Connect 2024 akan digelar di Jakarta Pusat, Jakarta Convention Center (JCC) pada 20-22 November mendatang, dengan menghadirkan lebih dari 500 peserta pameran dan 15.000 pengunjung dari berbagai profesi, tentunya berfokus pada sektor ketenagalistrikan.
Acara ini diharapkan dapat menjadi katalis pertukaran informasi bagi para pemangku kepentingan dan pelaku di sektor energi, tidak hanya mengenai teknologi energi ramah lingkungan.
Namun, mereka juga berbagi gagasan mengenai jaringan pintar untuk mencapai target NZE, serta memperkuat kerja sama global untuk mencapai transisi energi ke NZE pada tahun 2060.
Artikel Electricity Connect 2024 Dorong Kemandirian Energi di Era Prabowo pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Bank Mandiri Perbesar Kontribusi Pengembangan Energi Terbarukan, Portofolio Capai Rp 10 T pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Vice President Bank Mandiri Alexandra Eskander mengatakan peningkatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bank Mandiri dalam mendukung transisi energi bersih. Hal ini juga sejalan dengan rencana jangka panjang penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PLN.
Tujuan utama RUPTL adalah mencapai bauran energi terbarukan sebesar 25 persen pada tahun 2030 dan 100 persen pada tahun 2060, mencapai net zero emisi pada tahun 2060. Mandri tetap bertekad untuk berperan aktif dalam mendukung sektor ini secara finansial, kata Alexandra, dalam konferensi pers lalu Senin (4/11/2024).
Selain pembiayaan energi terbarukan, Bank Mandiri juga menyoroti proyek-proyek inovatif lainnya, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLT) terapung, pembangkit listrik tenaga angin (PLTA), dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong diversifikasi. sumber energi.
Bank Mandiri juga mencatatkan peningkatan signifikan pada pembiayaan kendaraan rendah emisi. Pada sektor usaha, kredit transportasi lingkungan tercatat sebesar Rp7,2 triliun, meningkat 94,6 persen year-on-year. Sementara di sektor penjualan, kredit kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) mencapai Rp 673 miliar, meningkat 129,9 persen pada tahun lalu.
Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya transisi ke energi ramah lingkungan. “Bank Mandiri mendukung penuh ekosistem kendaraan listrik, tidak hanya pada pembiayaan mobil, tetapi juga pada sektor terkait seperti otomotif dan energi terbarukan,” jelas Alexandra.
Melalui pembiayaan energi terbarukan dan kendaraan berbiaya rendah, Bank Mandiri memperkuat posisinya sebagai bagian dari solusi keberlanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan visi Bank Mandiri untuk menjadi “Indonesia’s Sustainability Champion”, melalui penerapan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya. Komitmen ini mendukung salah satu pilar kerangka ESG Bank Mandiri, yaitu perbankan berkelanjutan, yang menempatkan keberlanjutan sebagai bagian integral dari pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Artikel Bank Mandiri Perbesar Kontribusi Pengembangan Energi Terbarukan, Portofolio Capai Rp 10 T pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel PTBA Cetak Laba Bersih Rp 3,23 Triliun, Pendapatan Naik 11 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pendapatan dan EBITDA naik 11 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 30,66 triliun. Total aset perseroan per 30 September 2024 sebesar Rp 40,15. “Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari membaiknya kinerja perseroan pada kuartal III tahun 2024,” demikian pengumumannya, Rabu (30/10/2024).
Penjualan batu bara PTBA mencapai 31,28 juta ton pada Januari-September, meningkat 16% year-on-year. PTBA saat ini mengekspor 14,29 juta ton batubara atau tumbuh 27% year-on-year. Sebagai perbandingan, penjualan ekspor pada periode yang sama tahun lalu sebesar 11,25 juta ton.
Pelaksanaan bea masuk di pasar dalam negeri (DMO) mencapai 16,98 juta ton, meningkat 8 persen dibandingkan triwulan III 2023 sebesar 15,76 juta ton. Sedangkan pada September 2024, batubara PTBA mencapai 32,97 juta ton atau meningkat secara tahunan sebesar 3 persen. 26,42 juta ton barang diangkut dengan kereta api, meningkat 11 persen per tahun.
Hal ini dapat dilaksanakan dengan sukses meskipun terdapat berbagai tantangan, termasuk penyesuaian harga batubara dan fluktuasi pasar. Estimasi harga batu bara ICI-3 telah direvisi naik sekitar 14 persen per tahun dari US$86,32 per ton pada kuartal ketiga tahun 2023 menjadi US$74,59 per ton pada kuartal ketiga tahun 2024. akan mencapai 133,89 dolar AS per ton pada kuartal ketiga. tahun 2024, dari 185,45 dolar per ton pada kuartal ketiga tahun 2023.
Oleh karena itu, PTBA terus berupaya meningkatkan kapasitas pasar dalam negeri maupun kapasitas ekspor untuk mempertahankan kesuksesannya. Perusahaan juga selalu menjadi prioritas dalam pengelolaan keuangan setiap kategori yang ada di perusahaan, sehingga penerapan metode berkelanjutan dapat terlaksana dengan baik. Hal ini tercermin dari penurunan harga tunai per ton dari Rp853 menjadi Rp835.
“Perusahaan yakin penunjukan Managing Partner (MIP) akan cepat selesai dan berdampak positif bagi operasional PTBA.”
Grafik online sejarah daftar PT Bukit Asam Tbk.
Pengembangan energi terbarukan
Transisi energi sedang terjadi di seluruh dunia. Pemerintah telah menetapkan target emisi karbon pada tahun 2060. PTBA juga memiliki visi untuk menjadi perusahaan energi global yang peduli terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dibentuklah divisi bisnis energi baru dan terbarukan (EBT).
Pada tanggal 24 Oktober 2024, PTBA mendirikan pabrik Pellet Air dari Kaliandra Merah di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Pengembangan Wood Pellet yang merupakan bahan bakar campuran batu bara (co-firing) pada pembangkit listrik tenaga listrik (PLTU) merupakan kelanjutan dari program biomassa PTBA Merah Kaliandra yang telah diluncurkan pada tahun 2023. Kini kapasitas produksinya sudah bisa ditingkatkan. dari Pilot Plant sekitar 200 kg per jam.
Saat ini, Perseroan telah mendirikan PLTS di Bandara Soekarno-Hatta bersama PT Angkasa Pura II (Persero) yang beroperasi sejak Oktober 2020. PLTS tersebut berkapasitas maksimal 241 kilowatt (kWp) dan terpasang di kontrol. gedung bandara (AOCC).
Selain Angkasa Pura II, PTBA juga bekerja sama dengan Jasa Marga Group untuk mengembangkan PLTS jalan raya nasional. PLTS 400 kWp di Jalan Tali Bali-Mandara telah selesai dibangun dan dibuka pada 21 September 2022. Perseroan juga menggandeng PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dalam pembangunan PLTS berkapasitas 23,07 kWp. yang akan mencapai tahap COD pada bulan Juni 2023.
Batubara akan turun
PTBA bekerja sama dengan Lembaga Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memulai proyek percontohan konversi batu bara menjadi Grafit dan Lembaran Anoda sebagai bahan pembuatan baterai Lithium-ion (Li-ion). Pilot project tersebut diluncurkan pada 15 Juli 2024 di Kawasan Industri Tanjung Enim.
Proyek percontohan untuk mengubah batubara menjadi grafit dan anoda buatan ini dapat menjadi langkah besar di pasar hilir. Pengembangan batubara grafit dan anoda buatan merupakan inisiatif PTBA yang berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong batubara rendah, menjaga keamanan nasional dan mendukung pengembangan industri ketenagalistrikan tanah air.
Proyek Transportasi Batubara
PTBA telah memulai pembangunan pabrik pengolahan batubara baru untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan batubara melalui jalur kereta api Tanjung Enim – Keramasan. Hal itu ditandai dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di Tanjung Enim pada 30 Desember 2023.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari kerja sama PTBA dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk pengembangan angkutan batu bara di Tanjung Enim – Keramasan yang mampu menangani 20 juta ton per tahun. Peralatan dan prasarana sistem kereta api dikembangkan oleh PT KAI, sedangkan stasiun Keramasan dibangun oleh PT Kereta Api Logistik (Kalog).
Pengelolaan Karbon
Dalam rangka mendukung Pemerintah mencapai tujuan penetapan Net Zero pada tahun 2060, PTBA telah menetapkan beberapa program untuk mendukung dekarbonisasi.
Dari sisi operasional, selain menerapkan metode penambangan terbaik, Perseroan juga menerapkan Eco mining, yaitu penggantian peralatan penambangan yang menggunakan bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik. Beberapa peralatan listrik yang digunakan PTBA antara lain Ekskavator Sekop Listrik PC-3000, Hybrid Dump Truck (Diesel dan Listrik) 100 ton, dan pompa listrik. PTBA juga membangun bus listrik untuk Pelabuhan Tarahan dan Divisi Tambang Tanjung Enim. Perusahaan juga menerapkan E-Mining Reporting System, yaitu sistem produksi real-time dan online untuk mengurangi biaya inspeksi berkala.
Yang juga baru, PTBA telah menciptakan lahan basah buatan (constructed wetlands) untuk menghilangkan polutan seperti logam berat dan dapat mengolah limbah yang bersifat asam. Program dekarbonisasi ini merupakan bagian dari peta jalan pengelolaan karbon PTBA hingga tahun 2060 yang akan terus diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan di setiap lini perusahaan untuk memberikan hasil yang lebih baik.
Artikel PTBA Cetak Laba Bersih Rp 3,23 Triliun, Pendapatan Naik 11 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>