Artikel Indonesia Bidik Pasar Film Global Lewat Asia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Fadli Zon, langkah revolusioner untuk memperkuat kekuatan film -film Asia di pasar global, yang disebut pada langkah revolusioner, yang merupakan langkah revolusioner. Aliansi Film Asia (AFAN) mengatakan dalam perselisihan: “Blok industri film Asia akan memperkuat kekuatan transaksi antara distributor global dan akan berlangsung di Festival Hadiah Internasional Asia.”
Tidak hanya ini, Indonesia bertujuan untuk mengembangkan Timur Tengah yang berkembang pesat. Perselisihan dengan sutradara Laut Merah Suku Holly Daniel, membuka peluang emas untuk mempengaruhi pasar Arab Saudi untuk film -film Indonesia, terutama menceritakan budaya Muslim. Menurutnya, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak narasi kolektif yang dapat menarik perhatian pasar film Arab Saudi, yang sudah semakin terbuka.
Mengingat popularitas spesies di Arab Saudi, film -film horor Indonesia menjadi sorotan. Penonton Saudi dari Arab Saudi dalam film horor menawarkan peluang bagus bagi sutradara Indonesia untuk memasarkan film horor ke Arab Saudi.
Artikel Indonesia Bidik Pasar Film Global Lewat Asia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Menteri Kebudayaan Sebut Film Indonesia Bisa Contoh Korea Sebagai Penetrasi Budaya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Film ini sangat penting untuk promosi budaya, sebagai alat diplomasi budaya,” ujarnya usai bertemu rombongan sineas Pulau Mata Da Rote di Gedung Nusantara III, Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28) /11/2024 ).
Fadli mengatakan, Korea Selatan merupakan salah satu contoh negara yang sukses memanfaatkan proyek film sebagai salah satu cara memperkenalkan budaya ke berbagai belahan dunia. Menurutnya, Indonesia bisa mengambil langkah serupa dengan menampilkan tema-tema budaya dalam proyek film untuk mempromosikan budaya Tanah Air dan mempromosikannya ke negara lain.
Fadli mengatakan Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung produksi film bertema budaya untuk mempromosikan keberagaman budaya Indonesia kepada dunia. “Dengan film, bukan sekedar menampilkan budaya, tapi juga menunjukkan brand nasional yang kuat kepada dunia,” kata Fadli.
Menurut dia, kementerian akan menyiapkan dukungan antara lain peningkatan kapasitas sineas lokal dan memberikan peluang perluasan distribusi film terkait budaya di pasar internasional. Film Perempuan dari Pulau Rote yang disutradarai oleh Jeremias Nyangoen dianggap sebagai salah satu film Indonesia asal budaya lokal yang dapat menjadi alat pengembangan budaya.
Film ini meraih empat penghargaan di Festival Film Indonesia 2023, yakni Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Jeremias Nyangoen), Penulis Skenario Asli Terbaik (Jeremias Nyangoen), dan Sutradara Sinematografi Terbaik (Josep Christoforus Fofid). Panitia seleksi Academy Awards Indonesia telah menyatakan film Perempuan Dari Pulau Rote sebagai karya yang akan diikutsertakan dalam kompetisi Penghargaan Film Dunia di Academy Awards ke-97 tahun 2025.
Artikel Menteri Kebudayaan Sebut Film Indonesia Bisa Contoh Korea Sebagai Penetrasi Budaya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Malam Anugerah FFI 2024 Digelar, Menteri Kebudayaan Apresiasi Sineas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menurut Fadli, setiap film yang dihasilkan merupakan cerminan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia yang mewakili wajah bangsa kita di mata dunia. “Siapapun yang merebut pialanya, kalian semua adalah pemenangnya. Karena film yang lahir dari tangan sineas tanah air mampu menggugah hati banyak orang di Indonesia maupun dunia internasional,” kata Fadli dalam sambutannya, Rabu (20/11/2021). 2024).
Ia mengatakan, pemerintah akan terus mendukung ekosistem perfilman Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan. Sebab film merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan sikap berbagai masyarakat Indonesia. “Tugas kita adalah mengembangkan kebudayaan nasional. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menjadi landasan bagi pengembangan nilai-nilai luhur, pengayaan keanekaragaman budaya, penguatan jati diri bangsa, penguatan persatuan dan kesatuan, kata Fadli.
Tema Festival Film Indonesia (FFI) 2024 adalah “Merandai Kakarwala Sinema Indonesia”. Fadli mengatakan, pesan dan semangat tema ini mengajak kita semua untuk memandang film bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai sebuah perjalanan penemuan, dengan masa lalu sebagai landasan, masa kini sebagai panggung, dan masa depan sebagai cakrawala keseluruhan. kemungkinan.
Dalam sambutannya, Fadli juga mengapresiasi para juri yang menilai karya-karya terbaik Tanah Air secara jujur dan menyeluruh. Penghargaan ini merupakan bukti dedikasi kalian dalam dunia perfilman. Namun Piala Citra adalah awal dari perjalanan panjang, jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya,” kata Fadli.
Tema Festival Film Indonesia (FFI) 2024 adalah “Merandai Kakarwala Sinema Indonesia”. Melalui tema ini, diharapkan FFI 2024 dapat menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem film Indonesia yang lebih kreatif, inovatif, inklusif, dan efisien.
Artikel Malam Anugerah FFI 2024 Digelar, Menteri Kebudayaan Apresiasi Sineas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Lindungi Anak dari Konten Negatif, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Sensor Mandiri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Oleh karena itu, budaya self-censorship menjadi kebutuhan yang sangat penting. “Gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran kolektif dengan memilih tayangan atau film yang menghormati norma dan budaya,” kata Fadli dalam sambutannya pada acara sosial Sensor Independen Gerakan Kebudayaan, bukan film, musik dan media. sutradara Ahmad Mahendra, di Jakarta, Senin (18/11/2024).
Fadli mengatakan, gerakan nasional budaya self-censorship merupakan upaya kolektif untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, komunitas, hingga lembaga pendidikan, agar lebih selektif dan bijak dalam mengonsumsi konten media. Dalam hal ini orang tua adalah benteng pertama, perannya sangat mendasar, orang tua wajib mendampingi dan membimbing anaknya dalam memilih tayangan yang berkualitas.
Fadli mengatakan, Lembaga Sensor Film (LSF) tidak hanya bertugas menyensor dan mengklasifikasikan film, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk menjadi lembaga sensor yang independen. Hal ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem media yang sehat, tidak hanya mendidik tetapi juga memperkuat kearifan lokal dan identitas budaya bangsa.
“Melalui aksi ini, kita bersama-sama mendukung budaya self-censorship sebagai upaya penguatan moral bangsa,” kata Fadli.
Fadli memastikan Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung pengembangan sinema sebagai media budaya. Melalui Undang-Undang Kemajuan Kebudayaan n. 5 Tahun 2017 dan UU Sinema n. 33 Tahun 2009, Kementerian akan memfasilitasi kreativitas, memperluas jaringan internasional dan meningkatkan literasi sinema di masyarakat.
“Bersama kita bisa menjadikan film Indonesia sebagai langkah penting dalam peradaban dunia,” kata Fadli.
Presiden LSF Naswardi mengatakan sosialisasi budaya swasensor akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun 2025, LSF akan mengunjungi 125 kota/kabupaten di Indonesia untuk melakukan sosialisasi budaya swasensor.
“Gerakan ini sangat penting karena merupakan upaya kita untuk menanamkan nilai-nilai dan mengedukasi tentang bahaya menonton film di luar kelas pada usia” Setelah itu kita akan melakukan sosialisasi dengan berkolaborasi dengan komunitas, jaringan bioskop bahkan para aktor di dalamnya. industri film,” kata Naswardi.
Artikel Lindungi Anak dari Konten Negatif, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Sensor Mandiri pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Jumlah Penonton Film Indonesia Capai Angka Tertinggi dalam 98 Tahun Terakhir pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Saya juga mendapat kabar bahwa penonton film Indonesia sudah mencapai 68 juta. Artinya, film Indonesia sudah menjadi juara di negeri sendiri dan diharapkan bisa mencapai 70 juta penonton di akhir tahun. “Ini suatu hal yang menggembirakan,” kata Fadli Zon pada konferensi pers FFI 2024 di Gedung A Kementerian Kebudayaan Jakarta, Kamis (14/11/2024).
Fadli mengatakan, bioskop merupakan salah satu sarana paling efektif untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia. Oleh karena itu, ia mengaku sangat senang karena banyak film Indonesia yang mengikuti festival internasional dan meraih kesuksesan dalam beberapa tahun terakhir.
– Banyak karya yang didedikasikan untuk bioskop anak-anak di negara kita juga berpartisipasi dalam festival internasional. “Saya melihat film mempunyai peran yang sangat penting dalam diplomasi budaya masyarakat Indonesia dalam skala global,” ujarnya.
Fadli menegaskan dukungannya terhadap Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2024. Menurutnya, FFI 2024 dapat menjadi wadah strategis untuk mendukung dan memperkuat sinema dan kebudayaan nasional Indonesia.
“Kami berterima kasih kepada FFI yang telah menyelenggarakan Piala Citra dengan tema ‘Merandai Cakrawala Sinema Indonesia’ sebagai ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Indonesia. “Diselenggarakan sejak tahun 1955, FFI menjadi venue yang strategis. Sinema Indonesia dan kebudayaan nasional,” ujarnya.
Komite Festival Film Indonesia (FFI) akan menggelar Piala Citra Awards ke-44 tahun ini. Didukung Kementerian Kebudayaan RI, Malam Penghargaan Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2024 akan digelar pada 20 November di ICE BSD Tangerang.
FFI 2024 mengambil tema “Mendefinisikan Cakrawala Sinema Indonesia”. Ario Bayu, Ketua Panitia FFI, mengatakan Merandai artinya mengembara atau menjelajah. Melalui tema tersebut, FFI 2024 bertujuan menjadi ruang kolaborasi untuk menciptakan ekosistem film Indonesia yang lebih kreatif, inovatif, inklusif, dan produktif.
Artikel Jumlah Penonton Film Indonesia Capai Angka Tertinggi dalam 98 Tahun Terakhir pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel UMJ Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Kongres HIPIIS ke-12 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR RI Muhammad Hidayat Nur Wahid dan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zone.
Prof. Edul Fitrikiyada Azhari, Presiden HIPIIS, mengatakan HIPIIS bekerja sama dengan MPR RI dan Kementerian Kebudayaan RI untuk kajian struktural. Ia mengatakan keduanya memiliki peran penting dan strategis.
Namun menurutnya MPR Indonesia saat ini sedang terpuruk. Dalam sambutannya pada pembukaan Seminar Nasional dan Kongres di Hotel Trembassi, beliau menyampaikan harapan atas nama HIPIIS agar kajian ketatanegaraan MPR RI dapat mencapai hasil yang terbaik.
Konstitusi khususnya terkait pemilu cenderung bersifat transaksional dan mahal. “Pemilu yang transaksional ini telah mengubah perilaku banyak orang yang sangat permisif terhadap kebijakan moneter, kesejahteraan sosial, dll. Pasti mahal,” ujarnya.
Studi di dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia sedang mengalami kemunduran, padahal sistem pemilu diharapkan dapat memperkuat demokrasi.
“Ini yang coba kita kaji lebih lanjut. Menurut Anda pemilu di Indonesia harusnya seperti apa?,” kata Idol.
Rangkaian Seminar Nasional dan Kongres HIPIIS dilaksanakan di dua lokasi. Pertama, seminar nasional bersama Wakil Presiden MPR RI dan Menteri Kebudayaan RI di Hotel Trembsi. Kedua, Kongres HIPIIS ke-12 di Hotel Grand Jury
Wakil Ketua MPR RI memberikan keynote speaker dengan tema “Membangun Demokrasi untuk Memperkuat Persatuan dan Persatuan Bangsa”.
Seminar Nasional dilanjutkan dengan diskusi para akademisi bidang ilmu sosial yaitu Prof. Aidul Fitrikiyada Azhari, Wakil Rektor UMJ Prof. Ma’mun Murod, Dosen Magister Ilmu Politik UMJ Dr. Endung Sulastri, Alfan Alfian dan Dr. Luqman.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon turut hadir memberikan keynote speaker bertema “Upaya pengembangan budaya politik untuk mewujudkan demokrasi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2045”.
Rangkaian Kongres HIPIIS ke-12 dilanjutkan di Hotel Grand Jury dan mengangkat Fadley John sebagai Ketua Umum HIPIIS.
HIPIIS merupakan organisasi yang fokus pada pengembangan ilmu-ilmu sosial dengan tujuan memajukan negara menjadi MPR.
Artikel UMJ Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Kongres HIPIIS ke-12 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>