Artikel Dian Sastrowardoyo Bicara AI: Jadi Tantangan Buat Sineas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Aktris sekaligus produser Diane Sastrovardoyo mengaku isu terkait kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap industri film saat ini sedang ramai diperbincangkan di kalangan produser film. “Karena keberadaan kecerdasan buatan benar-benar menjadi tantangan bagi kami,” kata Dian dalam talkshow Women’s Innovation Demo Day 2024, Selasa (26/11/2024) di Jakarta Selatan.
Meski demikian, Dian menilai kecerdasan buatan tidak akan mampu menggantikan kreativitas manusia, khususnya di kalangan penulis skenario. Orisinalitas cerita, kata Dian, menjadi salah satu faktor yang membuat sebuah cerita menyentuh hati penontonnya, secara teknis bisa menciptakan dialog atau membangun plot, namun mesin tidak mampu menulis cerita dengan kedalaman emosional.
Lebih lanjut Dian mengatakan, kualitas film sangat dipengaruhi oleh narasi yang kuat, mengharukan, dan relevan dengan berbagai persoalan sosial, budaya, dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat itu. Ini adalah sensitivitas dan pendekatan yang tidak dimiliki AI.
“Film bisa bagus, berkualitas, menarik, dan terbuka bagi penonton jika berangkat dari naskah yang ditulis dengan perasaan dan kedalaman yang menjawab kekhawatiran dan permasalahan di sekitarnya. AI tidak memiliki kepekaan itu,” kata Dian.
Diane, di sisi lain, meyakini keberadaan AI tidak semuanya buruk. Menurutnya, kecerdasan buatan bisa menjadi alat yang memudahkan pekerjaan seseorang, seperti membuat rangkuman atau yang lainnya.
“Tapi kalau menciptakan penemuan, yang harus dilakukan adalah manusia, bukan robot. Ya, manusia harus pintar dalam menggunakan kecerdasan buatan atau teknologi apa pun di masa depan,” kata Diane.
Artikel Dian Sastrowardoyo Bicara AI: Jadi Tantangan Buat Sineas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dian Sastrowardoyo Bicara AI: Jadi Tantangan Buat Sineas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Aktris sekaligus produser, Diane Sastrovardoyo mengakui bahwa AI dan dampaknya terhadap industri film saat ini sedang menjadi perbincangan di kalangan sineas. “Di dunia seni, kita masih memperdebatkan isu AI. Hal ini juga disampaikan pada acara FFI kemarin. “Karena sejatinya kehadiran AI menjadi tantangan bagi kami,” kata Dian pada talkshow Women’s Innovation Demo Day 2024 di Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2024).
Meski demikian, Dion meyakini AI tidak akan mampu menggantikan kreativitas manusia, khususnya dalam penulisan skenario. Orisinalitas penceritaan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan cerita menyentuh hati penontonnya, kata Dianne. AI secara teknis dapat menciptakan dialog atau membuat alur cerita, namun mesin tidak mampu menulis cerita dengan kedalaman emosional.
Lebih lanjut Dian menjelaskan, kualitas film sangat dipengaruhi oleh penceritaan yang kuat, pedih, dan menyentuh berbagai permasalahan sosial, budaya, dan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat itu. AI tidak memiliki kepekaan dan perspektif ini.
“Film bisa menjadi bagus, berkualitas tinggi, menyentuh hati, dan terbuka bagi cakrawala penonton jika film tersebut dibuat dengan naskah yang ditulis dengan emosi dan mendalam, yang menanggapi kekhawatiran dan permasalahan di sekitarnya. “AI tidak memiliki sensitivitas ini,” kata Dion.
Di sisi lain, Diane menilai kehadiran AI tidak sepenuhnya buruk. Menurutnya, AI bisa menjadi alat untuk mempermudah pekerjaan manusia, seperti membuat ringkasan atau lainnya.
“Tetapi dalam hal menciptakan tugas, penemuan, itu harus dilakukan oleh manusia, bukan oleh robot, bukan oleh AI. “Jadi ya, kita manusia harus cerdas dalam menggunakan AI atau teknologi apa pun di masa depan. kata Dion.
Artikel Dian Sastrowardoyo Bicara AI: Jadi Tantangan Buat Sineas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Erick Thohir Lantik Ketua FFI dan ASPI: Konsolidasi Total Menuju Garuda Mendunia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Hal itu dijelaskan Erick usai meluncurkan Federasi Futsal Indonesia (FFI) dan Asosiasi Sepak Bola Pantai Indonesia (ASPI). Peluncuran FFI dan ASPI dilaksanakan pada Senin (18/11/2024) di Jakarta.
“Saya senang sekali dengan peluncuran ini. Kami akan melakukan standarisasi, melakukan integrasi penuh agar menjadi Garuda Global,” kata Erick Thohir usai peluncuran.
Harapannya, lanjut Erick, tidak hanya sepak bola, futsal juga harus muncul. Ia bersyukur FFI sudah sukses sebelum dinobatkan oleh tim futsal Indonesia menjadi juara Piala AFF setelah terakhir kali menjuarainya 14 tahun lalu.
Harapan masyarakat, keberhasilan ini bisa dipertahankan. Karena mempertahankannya lebih sulit. Selain itu, peringkat dunia futsal kita juga harus lebih baik, kata Erick.
Insya Allah dari PSSI kami akan memberikan dukungan penuh agar program futsal berjalan dengan baik. Untuk menggelar Piala AFF dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Juga akan ada Kejuaraan Asia pada tahun 2026, kata Erick.
Erick meminta, selain sukses acaranya, ia juga meminta sukses seperti Piala Dunia U-17 lalu. Dulu, kami lolos ke Piala Dunia U-17 bukan hanya karena menjadi tuan rumah. Kami harus menunjukkan bahwa kami adalah bangsa yang besar, bahwa kami bisa bermain sebaik mungkin. Terima kasih atas dukungan pemerintah.
Ketua Umum FFI 2024-2028 Michael Sianipar mengaku senang dan merasa terhormat dilantik langsung oleh Erick. Suatu kebanggaan bisa dicalonkan langsung oleh Erick Thohir, menunjukkan bahwa futsal kuat di bawah payung PSSI. Kesuksesan juara futsal AFF kemarin tidak lepas dari dukungan Erick Thohir, ujarnya.
Sesuai target PSSI, FFI ingin mempertahankan Piala AFF. Selain itu, mereka juga menetapkan tujuan di tingkat Asia, termasuk FIFA Match Day, untuk bersaing dengan negara-negara kuat seperti Brazil dan membawa acara internasional ke negara tersebut. “Dan kami kembali menyelenggarakan Liga Futsal profesional, semoga bisa lebih banyak lagi,” kata Michael.
Sementara itu, Presiden (ASPI) periode 2024-2028 Anggara Wicitra Sastroamidjojo juga mengungkapkan kebahagiaannya karena dilantik langsung oleh Erick Thohir. Ia bertekad mengembangkan sepak bola pantai.
“Saat ini ASPI ada di delapan wilayah. Agenda selanjutnya adalah menyelenggarakan Indonesia Beach Soccer Festival pada 13-15 November 2024 di Legian Bali,” kata Anggara.
Artikel Erick Thohir Lantik Ketua FFI dan ASPI: Konsolidasi Total Menuju Garuda Mendunia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Federasi Futsal Indonesia Siap Gelar Turnamen 3Second Futsal Super Cup 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Ajang ini dinilai menjadi langkah strategis 3S untuk memasuki industri olahraga futsal, olahraga dengan tingkat partisipasi tertinggi di Indonesia. Melalui turnamen ini, 3seconds berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan futsal sekaligus mengedepankan gaya hidup aktif di masyarakat.
Partisipasi 3Second sebagai sponsor utama pada 3Second Futsal Super Cup 2024 merupakan bagian dari langkah mereka yang lebih besar untuk memperkuat perannya di industri olahraga Indonesia. Manajer Pemasaran 3Second, Henry Sass, mengatakan ini adalah saat yang tepat bagi 3S untuk berekspansi ke industri olahraga.
“Kami sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan dan berharap dapat bekerjasama dengan Piala Super Futsal 3 Detik 2024. Ini merupakan momen yang luar biasa bagi Futsal untuk berkembang di Indonesia, olahraga yang memiliki partisipasi tinggi di masyarakat. Generasi muda harus hidup aktif dan hidup sehat,” kata MNC, Jumat (15/11/2024). ungkapnya di Conference Hall, INews Tower.
Sementara itu, General President FFI, Michael V. Chianibar juga mengapresiasi dukungan yang diberikan 3Second. “Kami mengucapkan terima kasih kepada 3Second atas dukungannya terhadap acara ini. Kolaborasi ini tidak hanya akan meningkatkan popularitas futsal di Indonesia, tetapi juga memberikan inovasi yang akan membawa futsal Indonesia ke level yang lebih tinggi,” kata Michael.
Dengan dukungan 3 Second, diharapkan Piala Super Futsal 3 Second 2024 dapat menjadi wadah bagi para atlet muda untuk menunjukkan potensinya, sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat untuk menggeluti olahraga khususnya Futsal. Sebagai brand yang terus mengedepankan gaya hidup aktif, 3 Second mengajak masyarakat Indonesia untuk merayakan dan mendukung kontes ini.
Menampilkan delapan tim teratas dari peringkat musim lalu, format turnamen 3Second Futsal Super Cup 2024 akan menggunakan format turnamen knockout yang mencakup babak perempat final, semi final, dan final. Selain itu, juga akan ada perebutan tempat ketiga.
Artikel Federasi Futsal Indonesia Siap Gelar Turnamen 3Second Futsal Super Cup 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet Raih Piala Citra untuk Animasi Panjang Terbaik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam pidato kemenangannya, Faza mengakui persaingan di bidang animasi kalah bersaing dengan sektor lain. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa membuat film animasi berdurasi panjang sangatlah sulit.
Film yang masuk nominasi itu tidak mudah, cepat, dan mungkin tidak murah,” kata Faza saat menerima penghargaan Piala Citra keduanya, Rabu (20/11/2024). ).
Untuk itu, Faza mendedikasikan kemenangan ini untuk seluruh pelaku industri animasi Indonesia. Tidak hanya para animator saja, namun juga produser dan investor yang ingin mendukung film animasi di Indonesia.
“Saya kira, penghargaan ini saya persembahkan untuk teman-teman semua yang bergelut di bidang animasi, tidak hanya para animator, tapi juga penonton, support group, produser dan investor yang mempunyai keberanian dan kesabaran dalam membuat film animasi Indonesia,” kata Faza.
Faza menilai penghargaan ini merupakan langkah awal untuk memajukan film animasi Indonesia, tidak hanya di dalam negeri tapi juga ke luar negeri. Dan semoga kedepannya film animasi Indonesia dapat menjadi salah satu faktor utama diplomasi kebudayaan Indonesia, kata Faza.
Sedangkan kategori Film Pendek Animasi Terbaik diberikan kepada Profesor Cangkir, sutradara Yudhatama. Dalam sambutannya, Yudhatama mengaku sangat bersyukur dan bersyukur atas penghargaan ini.
Terima kasih atas piala Citra ini, terima kasih Mas Kurnia Hatta atas ceritanya. “Terima kasih rekan-rekan, kita berhasil,” ucapnya.
FFI Awards Night digelar di ICE BSD, Rabu malam (20/11/2024). Tema Festival Film Indonesia (FFI) 2024 adalah “Sinema Indonesia Merandai Cakrawala”. Melalui tema ini, diharapkan FFI 2024 dapat menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem film Indonesia yang lebih kreatif, inovatif, inklusif, dan produktif.
Artikel Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet Raih Piala Citra untuk Animasi Panjang Terbaik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Dinobatkan Sebagai Film Panjang Terbaik FFI 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Ketujuh penghargaan tersebut diantaranya Piala Citra kategori Film Panjang Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik (Ringgo Agus Rahman), Pemeran Utama Wanita Terbaik (Nirina Zubir), Penulis Skenario Terbaik (Yandy Laurens), Aktris Pendukung Terbaik (Sheila Dara). , Penghargaan Pendukung Pendukung Terbaik. Aktor (Alex Abad), Arranger Terbaik Departemen Musik (Donne Maula). Suryana Paramitha, produser Jatuh Cinta Seperti di Film, menceritakan awal mula film ini. Menurutnya, pembuatan film ini bermula dari perbincangan kecil di kedai kopi.
“Kami mulai di kafe, kami ngobrol, banyak bicara dan ini terjadi,” kata Paramitha di panggung FFI, Rabu (20/11/2024).
Paramitha juga mengatakan bahwa proses pembuatan cerita ini sangat menantang karena disajikan dalam format hitam putih. Situasi ini membuat dirinya dan Ernest Prakasa yang memproduseri film ini sangat sulit mendapatkan kepercayaan investor.
Pembuatan film ini membuat saya belajar bahwa yang terpenting adalah bisa dipercaya dan diberi kesempatan. Kami di sini ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra, investor, dan semua pihak yang mendukung hal ini. filmnya,” kata Paramitha.
Ernest Prakasa, produser dan pendiri Imaginari, mempersembahkan Piala Citra tidak hanya kepada para aktor tetapi juga seluruh kru film Jatuh Cinta Seperti di Film. Ernest menilai peran tim sangat menentukan dalam menciptakan film berkualitas.
“Semua penghargaan ini, semua prestasi gemilang penonton ini tidak ada gunanya jika kita semua, seluruh tim Indonesia tidak bisa merespon detak jantung perfilman kita,” kata Ernest.
Dalam sambutannya, Ernest dengan lantang menghimbau seluruh sineas untuk bekerja sama fokus pada kesejahteraan kru. “Jadi mari kita bersama-sama mengembangkan dan memperjuangkan kesejahteraan seluruh kru film di Indonesia. “Penghargaan ini untuk seluruh tim di sana,” kata Ernest.
Sementara itu, sutradara Yandy Laurens juga mengungkapkan perasaan dan kegembiraannya atas penghargaan ini. Saya merasa disambut dan diterima berada di sini, terima kasih sudah semakin memperkuat ekosistem perfilman, kata Yandy.
Falling in Love Like the Movie mengisahkan seorang penulis bernama Bagus yang bertemu kembali dengan kekasih sekaligus kekasih SMA-nya, Hana, yang masih berduka karena kehilangan suaminya. Bagus mencoba membujuk Hana untuk jatuh cinta lagi, seperti di film-film. Film yang hadir dalam format hitam putih ini berhasil mengumpulkan 651.074 penonton selama 64 hari tayang di bioskop.
Artikel Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Dinobatkan Sebagai Film Panjang Terbaik FFI 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Nirina Zubir Raih Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Aktris kondang ini meraih Piala Citra pertamanya pada tahun 2006 atas kemampuan aktingnya dalam film populer saat itu, Hatiku. “Setelah 18 tahun, saya memegang ini lagi. Terima kasih ya Allah ya Allah.” “Tapi itu semua berkat kerja sama yang luar biasa,” kata Nirina dalam pidato kemenangannya. Pada Rabu malam (11/11/2024)
Nirina bercerita betapa sulitnya membawa proyek Falling in Love Like in the Films ke layar lebar karena format filmnya hitam putih. Oleh karena itu, menurut Nirina, kemenangannya jatuh ke tangan investor Jagarta, Trinity Entertainment, dan Imaginari percayalah pada cerita di film ini
“Kenapa Nirina menangis? Karena film ini pertarungannya luar biasa. “Ditolak dimana-mana karena formatnya hitam putih. Tapi akhirnya saya menemukan investor yang percaya pada saya. Terima kasih banyak,” kata Nirina.
Menurut Nirina, kemenangan besar Jatuh Cinta Bagaikan Film di FFI 2024 bisa menjadi angin segar bagi kemajuan dan keberagaman cerita yang diceritakan dalam film Indonesia ke depan. Ia pun mengajak seluruh sineas untuk tidak takut menciptakan cerita yang berbeda.
“Bagi para sineas Indonesia, percayalah, jika film hitam putih yang sebelumnya ditolak di mana-mana bisa mendapat penghargaan dari FFI ini, percayalah di masa depan. Film Indonesia juga akan berkembang dan beragam. Ayo kita buat film Indonesia dengan genre berbeda. Bayangkan saja,” kata Nirina.
Bersama Nirina, Jatuh Cinta Seperti di Film berhasil meraih penghargaan FFI untuk kategori Feature Feature Terbaik. Aktor Terbaik (Ringgo Agus Rahman), Penulis Skenario Terbaik (Yandy Laurens), Aktris Pendukung Terbaik (Sheila Dara), Aktor Terbaik (Alex Abad), Komposisi Terbaik (Donne Maula) )
Falling in Love Like in the Movies berkisah tentang seorang penulis skenario bernama Bagus yang bertemu kembali dengan teman SMA sekaligus kekasihnya Hana yang masih berduka karena kehilangan suaminya. Bagus berusaha meyakinkan Hana untuk jatuh cinta lagi seperti di film. Film ini hadir dalam warna hitam dan putih. Film ini mengumpulkan 651.074 penonton selama 64 hari penayangannya di bioskop.
Artikel Nirina Zubir Raih Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Malam Anugerah FFI 2024 Digelar, Menteri Kebudayaan Apresiasi Sineas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menurut Fadli, setiap film yang dihasilkan merupakan cerminan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia yang mewakili wajah bangsa kita di mata dunia. “Siapapun yang merebut pialanya, kalian semua adalah pemenangnya. Karena film yang lahir dari tangan sineas tanah air mampu menggugah hati banyak orang di Indonesia maupun dunia internasional,” kata Fadli dalam sambutannya, Rabu (20/11/2021). 2024).
Ia mengatakan, pemerintah akan terus mendukung ekosistem perfilman Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan. Sebab film merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan sikap berbagai masyarakat Indonesia. “Tugas kita adalah mengembangkan kebudayaan nasional. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menjadi landasan bagi pengembangan nilai-nilai luhur, pengayaan keanekaragaman budaya, penguatan jati diri bangsa, penguatan persatuan dan kesatuan, kata Fadli.
Tema Festival Film Indonesia (FFI) 2024 adalah “Merandai Kakarwala Sinema Indonesia”. Fadli mengatakan, pesan dan semangat tema ini mengajak kita semua untuk memandang film bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai sebuah perjalanan penemuan, dengan masa lalu sebagai landasan, masa kini sebagai panggung, dan masa depan sebagai cakrawala keseluruhan. kemungkinan.
Dalam sambutannya, Fadli juga mengapresiasi para juri yang menilai karya-karya terbaik Tanah Air secara jujur dan menyeluruh. Penghargaan ini merupakan bukti dedikasi kalian dalam dunia perfilman. Namun Piala Citra adalah awal dari perjalanan panjang, jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya,” kata Fadli.
Tema Festival Film Indonesia (FFI) 2024 adalah “Merandai Kakarwala Sinema Indonesia”. Melalui tema ini, diharapkan FFI 2024 dapat menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem film Indonesia yang lebih kreatif, inovatif, inklusif, dan efisien.
Artikel Malam Anugerah FFI 2024 Digelar, Menteri Kebudayaan Apresiasi Sineas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Jumlah Penonton Film Indonesia Capai Angka Tertinggi dalam 98 Tahun Terakhir pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Saya juga mendapat kabar bahwa penonton film Indonesia sudah mencapai 68 juta. Artinya, film Indonesia sudah menjadi juara di negeri sendiri dan diharapkan bisa mencapai 70 juta penonton di akhir tahun. “Ini suatu hal yang menggembirakan,” kata Fadli Zon pada konferensi pers FFI 2024 di Gedung A Kementerian Kebudayaan Jakarta, Kamis (14/11/2024).
Fadli mengatakan, bioskop merupakan salah satu sarana paling efektif untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia. Oleh karena itu, ia mengaku sangat senang karena banyak film Indonesia yang mengikuti festival internasional dan meraih kesuksesan dalam beberapa tahun terakhir.
– Banyak karya yang didedikasikan untuk bioskop anak-anak di negara kita juga berpartisipasi dalam festival internasional. “Saya melihat film mempunyai peran yang sangat penting dalam diplomasi budaya masyarakat Indonesia dalam skala global,” ujarnya.
Fadli menegaskan dukungannya terhadap Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2024. Menurutnya, FFI 2024 dapat menjadi wadah strategis untuk mendukung dan memperkuat sinema dan kebudayaan nasional Indonesia.
“Kami berterima kasih kepada FFI yang telah menyelenggarakan Piala Citra dengan tema ‘Merandai Cakrawala Sinema Indonesia’ sebagai ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Indonesia. “Diselenggarakan sejak tahun 1955, FFI menjadi venue yang strategis. Sinema Indonesia dan kebudayaan nasional,” ujarnya.
Komite Festival Film Indonesia (FFI) akan menggelar Piala Citra Awards ke-44 tahun ini. Didukung Kementerian Kebudayaan RI, Malam Penghargaan Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2024 akan digelar pada 20 November di ICE BSD Tangerang.
FFI 2024 mengambil tema “Mendefinisikan Cakrawala Sinema Indonesia”. Ario Bayu, Ketua Panitia FFI, mengatakan Merandai artinya mengembara atau menjelajah. Melalui tema tersebut, FFI 2024 bertujuan menjadi ruang kolaborasi untuk menciptakan ekosistem film Indonesia yang lebih kreatif, inovatif, inklusif, dan produktif.
Artikel Jumlah Penonton Film Indonesia Capai Angka Tertinggi dalam 98 Tahun Terakhir pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Komite FFI Ungkap Proses Penjurian Malam Anugerah Piala Citra pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Tema FFI 2024 adalah “Memperluas Cakrawala Sinema Indonesia”. Ketua Panitia FFI, Ario Bayu menjelaskan, meranda artinya mengayuh atau menjelajah. Melalui inisiatif ini, FFI 2024 bertujuan menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem film Indonesia yang kreatif, inovatif, inklusif, dan produktif.
Ario berharap FFI tahun ini dapat menginspirasi para sineas tanah air. Selain itu, perfilman Indonesia telah mencatatkan berbagai prestasi mengesankan dalam setahun terakhir. Mulai dari prestasi penonton bioskop yang mencapai 60 juta, hingga prestasi membanggakan sineas Tanah Air di peta perfilman dunia.
“2024-2026 Panitia FFI 2024 telah bekerja keras menyelenggarakan Malam Penghargaan Piala Citra FFI 2024 yang dimaksudkan untuk menjadi perayaan bagi semua orang, termasuk masyarakat Indonesia.” dan berkembang lebih jauh,” kata Ario dalam jumpa pers di Kementerian Kebudayaan, Jakarta, di pada Kamis (14/11/2024).
Pada periode penilaian 2024-2026, Budi Irawanto, Ketua Departemen Penilaian FFI 2018, menjelaskan penilaian didasarkan pada prinsip merit melalui serangkaian seleksi yang melibatkan kelompok profesional film, FFI Picture Academy, dan juri akhir. Dewan (DJA). Sistem penjurian akhir, yang juga digunakan oleh festival film internasional besar, menggunakan sistem penjurian akhir untuk memilih pemenang.
“Penilaiannya banyak sekali dan itu sangat sulit, karena karya-karya yang terpilih pada penghargaan FFI 2024 akan menjadi tolak ukur atau prestasi yang baik di dunia perfilman Indonesia.” FFI Award 2024 dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi di dunia perfilman Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, FFI 2024 juga mengumumkan anggota Juri Final (DJA). DJA kategori Film Panjang adalah Adinia Wirasti (Aktris), Bambang Supriadi I.C.S. (pembuat film dan guru film), Dewi Alibasah (editor), Ismail Basbeth (produser, sutradara dan penulis skenario), Leni Lolang (produser), Ong Hari Wahyu (sutradara artistik), Ramondo Gascaro (penyanyi, produser dan komposer musik), Titien Wattimena (penulis) dan Tito Imanda (pendidikan film).
Saat ini DJA cerpen adalah M Irfan Ramli (penulis dan sutradara), Novi Kurnia (sutradara film) dan M Reza Fahriyansyah (sutradara dan penulis). Pada kategori Film Animasi DJA diciptakan oleh Bony Wirasmono (Sutradara Produser dan Sutradara), Chandra Endroputro (Sutradara dan Sutradara Animasi) dan Ronny Gani (Animator).
DJ dokumenter antara lain IGP Wiranegara (guru dan sutradara film), Nurman Hakim (sutradara film dan pendidikan) dan Wahyu Utami (pembuat film dan pembicara) serta Life for Life at the Film Board oleh Dewi Irawan. (aktor), Raam Punjabi (produser) dan Soleh Ruslani (sinematografer).
Artikel Komite FFI Ungkap Proses Penjurian Malam Anugerah Piala Citra pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>