Artikel Cari Cuan? Ini Deretan Perusahaan Pionir yang Siap Bikin Lulusan Bisnis Digital Tajir! pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Berikut beberapa perusahaan pionir yang menawarkan peluang karir cemerlang dan gaji tinggi bagi lulusan Bisnis Digital (S1):
1. Masyarakat Teknologi dan E-Commerce
Perusahaan teknologi seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee telah lama dikenal menawarkan gaji yang kompetitif kepada talenta digital. Di bidang ini, posisi seperti spesialis pemasaran digital, analis data, atau manajer produk seringkali sangat dihargai karena perannya sangat penting dalam meningkatkan komitmen dan pendapatan perusahaan.
Gaji rata-rata: Posisi spesialis pemasaran digital dapat menerima gaji sebesar Rp 10-20 juta per bulan, sedangkan manajer produk dan analis data mencapai Rp 20-35 juta per bulan tergantung pengalaman dan keterampilan.
2. Startup Fintech
Industri fintech merupakan sektor dengan pertumbuhan tercepat dan sangat membutuhkan talenta yang memahami bisnis digital dan strategi pengembangan produk berbasis teknologi. Perusahaan seperti OVO, Dana, LinkAja, dan Xendit tidak hanya menawarkan pengalaman kerja di sektor inovatif, namun juga gaji yang menarik, terutama pada posisi spesialis pertumbuhan, ilmuwan data, dan manajer pemasaran digital.
Gaji Rata-Rata: Growth Specialist bisa menerima gaji sekitar Rp 15-25 juta per bulan, sedangkan posisi Digital Marketing Manager dan Data Scientist bisa mencapai Rp 30-40 juta per bulan.
3. Perusahaan FMCG multinasional
Perusahaan seperti Unilever, Nestle dan Procter & Gamble (P&G), yang fokus pada produk konsumen sehari-hari, kini semakin serius menjalankan strategi digital. Perusahaan fast moving Consumer Goods (FMCG) ini membutuhkan tenaga ahli di bidang pemasaran digital dan strategi e-commerce untuk menghadapi persaingan digital. Oleh karena itu, lulusan bisnis digital sangat cocok untuk mengisi posisi seperti manajer e-commerce atau ahli strategi digital merek.
Gaji rata-rata: Lulusan bisnis digital dan posisi manajer e-commerce dapat menerima gaji berkisar Rp20-30 juta per bulan, sedangkan Brand Digital Strategist dapat memperoleh Rp15-25 juta per bulan.
Artikel Cari Cuan? Ini Deretan Perusahaan Pionir yang Siap Bikin Lulusan Bisnis Digital Tajir! pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pemerintah Himpun Pajak Rp 29,97 Triliun dari Sektor Ekonomi Digital pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam pernyataannya, Direktur Penyuluhan, Layanan, dan Hubungan Masyarakat dari Kementerian Keuangan, DJP DWI Astuti, merinci bahwa pendapatan berasal dari pengumpulan pajak pertambahan nilai (PPN) pada perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sebesar 23,77 triliun. IDR, pajak crypto IDR 942,88 miliar, pajak fintech (pinjaman P2P) IDR 2,71 triliun dan pajak yang dikumpulkan oleh pihak lain pada transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP) dalam jumlah dari jumlah dari tersebut IDR 2,55 triliun.
Untuk PMSE PPN, 170 pmses dikumpulkan dan dikirim PMSE PPN IDR 23,77 triliun, dengan setoran khusus untuk 2024 IDR senilai 6,86 triliun.
Jumlah total PMSE yang ditunjuk oleh pemerintah mencapai 193 aktor bisnis, termasuk 15 janji baru dan tiga koreksi untuk data PMSE pada Oktober 2024.
Agregator PMSE yang baru ditunjuk oleh pemerintah termasuk FM Priv LLC, Midjourney, Inc, ARC Games Inc, Deezer, Rebecca Hall, Youzu Games Hongkong Limited, ArenaNet, LLC, Neris Analytics Limited, Layanan Internet Circle, Inc, Vimeo .com, Inc, TP Global Operations Limited, BetterMe International Limited, Actitech Limited, BetterMe Limited dan Lumen Research Limited. Saat ini, perbaikan sedang dibuat untuk pelaku PMSE Nexway Sasu, Hotjar Limited dan Foxit Software Incorporated.
Pemerintah akan terus menunjuk aktor bisnis PMSE yang menjual produk dan menyediakan layanan digital dari luar negeri ke konsumen di Indonesia untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan bisnis untuk aktor bisnis, baik konvensional maupun digital.
Artikel Pemerintah Himpun Pajak Rp 29,97 Triliun dari Sektor Ekonomi Digital pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dukung Indonesia Fintech Summit 2024, Perusahaan Digital Nilai Literasi Masyarakat Naik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Beliau mengatakan, “Stan kami menawarkan produk M2PAY dan Posku Lite yang cocok dengan pengunjung dan preferensi masyarakat yang luar biasa. “Kemudian kita akan melihat bahwa kampanye bisnis teknologi berada pada jalur yang benar, dengan dukungan pemerintah dan organisasi seperti AFTECH,” kata Indra.
Indra sangat yakin bisnis digital di Indonesia akan berkembang pesat. Perkembangan infrastruktur Internet di seluruh desa, perluasan banyak kegiatan keamanan TI, kerangka hukum yang kuat, menunjukkan pentingnya peran industri fintech dalam meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Beliau menyampaikan, “Saya berharap kegiatan ini kedepannya akan semakin besar karena manfaat bersama dari kerjasama teknologi dan kerjasama yang kuat antar perusahaan, organisasi dan pemerintah akan memperluas bisnis teknologi ini ke seluruh wilayah Indonesia guna meningkatkan perekonomian Indonesia. negara”. .
Indra menegaskan pihaknya berkomitmen mengedepankan perlindungan konsumen sebagai regulasi lembaga keuangan. Organisasi ini melanjutkan upayanya dengan manajemen mutu ISO 9001:2015, sistem manajemen korupsi ISO 37001:2016, dan sistem manajemen informasi ISO 27001:2022.
“Secara khusus sistem keamanan ISO mencakup berbagai tindakan seperti menetapkan kebijakan keamanan informasi, mengembangkan dan menerapkan kontrol keamanan yang sesuai, penilaian risiko, serta pemantauan dan evaluasi rutin.” Perusahaan kami dilengkapi dan kami adalah anggota dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH)”.
Sebelumnya, Departemen Inovasi Keuangan, Aset Keuangan, dan Aset Kripto Badan Pengawas Jasa Keuangan Hasan Fawzi mengumumkan bahwa OJK memimpin ekosistem secara keseluruhan di Indonesia dan tumbuh terlalu pesat Ke arah yang bisa menguntungkan.
Hassan menekankan pentingnya memprioritaskan perlindungan konsumen: “Tidak hanya bagi pedagang dan kegiatan industri, tetapi juga untuk meningkatkan aktivitas dalam sistem keuangan dan berkontribusi terhadap keuntungan serta mendukung pertumbuhan perekonomian negara.” Kontrol perilaku pasar.
Selain itu, OJK sedang mengembangkan pusat inovasi dengan konsep pentahelix yang akan menjadi pusat kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, perusahaan, perguruan tinggi, dan media, guna mendukung berkembangnya perusahaan baru di bidang keuangan. .
CEO AFTECH Pandu Sjahrir mengatakan kepada Asosiasi Perencana Industri Fintech (ITSK) bahwa AFTECH tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan OJK, BI, dan regulator pemerintah.
Sebagai bentuk kerja sama, AFTECH kembali memimpin perayaan FinTech Month (BFN) 2024 bersama OJK, AFSI dan AFPI serta didukung BI sebagai Momentum untuk mempromosikan berbagai produk dan layanan FinTech kepada masyarakat Indonesia.
Pada bulan khusus Fintech 11.11 – 12.12.2024, masyarakat Indonesia akan meluncurkan kegiatan edukasi menggunakan berbagai proyek bisnis fintech di Indonesia, termasuk website dan program pendukung berbagai perusahaan fintech ternama.
Artikel Dukung Indonesia Fintech Summit 2024, Perusahaan Digital Nilai Literasi Masyarakat Naik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Masih di Luar Negeri, OJK Tegaskan Tetap Buru Bos Investree pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Terakhir, kami akan terus bekerja keras untuk melakukan apa yang diperlukan dalam proses implementasi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di sela-sela konferensi pembukaan Indonesia FinTech Summit & Expo (IFSE) ke-6 2024 di Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Diketahui, OJK telah mencabut izin usaha Investree yang beralamat di AIA Central, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Semanggi, Jakarta Selatan, sesuai Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-53/D.06/2024 tanggal 21 Oktober 2024 Pencabutan izin usaha karena Investree melanggar aturan pasar modal yang diatur OJK.
Dalam menangani kasus tersebut, upaya OJK adalah memulangkan Adrian Asharianto Gunadi ke Tanah Air sesuai ketentuan undang-undang bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH). Karena posisi Adrian ada di luar sana.
“OJK bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan terhadap Adrian Gunady terkait dengan kegiatan ilegal di industri jasa keuangan, antara lain upaya pemulangan Adrian Gunady ke Tanah Air sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ketentuan hukum, kata Direktur Jenderal Pengawasan Lembaga Keuangan Ventura Perusahaan Modal, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman di Jakarta, pekan lalu.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2022 tentang Pelayanan Penanaman Modal (POJK 10/2022), PT Investree Radhika Jaya (Investree) wajib menyelenggarakan rapat umum pemegang saham (RUPS), untuk mengambil keputusan. dengan membatalkan dan mendirikan perusahaan tersendiri lebih dari 30 hari kalender sejak tanggal pembatalan izin kerja.
Setelah izin usaha Investree dicabut, peminjam akan tetap dibiayai. Debitur harus melunasi seluruh hutangnya kepada pemberi pinjaman atau kreditur. Proses pelunasan utang-utang tersebut dilakukan melalui perusahaan penyelesaian.
Artikel Masih di Luar Negeri, OJK Tegaskan Tetap Buru Bos Investree pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Tanggapi Persoalan Investree, AFPI Tekankan Pentingnya Inklusi Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Intinya visi dan misi kami adalah mewujudkan inklusi keuangan. “Menerapkan inklusi keuangan merupakan sesuatu yang tidak bisa dikatakan mudah, bahkan sulit,” kata Tiar saat konferensi pers pra acara National Fintech Month (BFN) Indonesia Fintech Summit & Expo 2024 ke-6 di OJK Radius Prawiro Tower, Bank Kompleks Indonesia, Jakarta, Senin (10 April 2024).
Tiar menegaskan, literasi menjadi pekerjaan rumah terpenting untuk menciptakan inklusi keuangan. Dan hal ini membutuhkan peran banyak pihak, mulai dari pelaku usaha fintech, pemerintah, dan kesadaran masyarakat.
“Kata kuncinya adalah bagaimana kita dapat memperkuat literasi komunitas sasaran kita. “Ketika literasinya cukup baik, berarti industrinya juga akan menguat,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan itu, OJK yang hadir dalam acara tersebut, khususnya Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan IAKD OJK, Đoko Kurnijanto, tidak memberikan informasi terkini terkait kasus Investrea. Khususnya pencarian Adrian Gunadi, Direktur Investree yang diduga kabur ke luar negeri. Usai acara, Đoko juga tidak memberikan keterangan apa pun.
Diketahui sebelumnya OJK mencabut izin usaha PT Investree Radhika Jaya (Investree) yang berlokasi di AIA Central, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Semanggi, Jakarta Selatan. Izin usahanya dicabut karena Investree melanggar peraturan pasar modal yang diatur OJK. Hubungan OJK terhadap Investree sesuai dengan Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-53/D.06/2024 tanggal 21 Oktober 2024.
Pencabutan izin usaha Investrea terutama disebabkan oleh pelanggaran modal minimum dan ketentuan lain sebagaimana diatur dalam POJK nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pembiayaan Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), serta karena penurunan kinerja. sehingga mengganggu operasional dan pelayanan kepada masyarakat,” kata OJK dalam keterangan resminya, Senin (21 Oktober 2024).
Artikel Tanggapi Persoalan Investree, AFPI Tekankan Pentingnya Inklusi Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Bos OJK Yakin Fintech Turut Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Mahendra menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers pembukaan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) ke-6 2024 di Mall Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2024).
“Dibandingkan besarnya perekonomian kita, PDB (produk domestik bruto) yang bisa dibilang masih memiliki potensi besar, fintech ini akan banyak membantu,” kata Mahendra.
Ia mengatakan industri fintech terus tumbuh melalui berbagai upaya literasi dan inklusi keuangan yang perlu dikembangkan saat ini. Selain itu, Fintech juga mampu menjangkau pasar yang sebelumnya sulit dijangkau oleh lembaga keuangan.
“Karena sebelumnya teknologi ini tidak terjangkau, atau terjangkau tetapi tidak mudah untuk berbisnis, penerapan teknologi fintech ini akan membantu konvergensi yang semakin menguntungkan dengan industri jasa keuangan, secara signifikan dan akan meningkatkan inklusi literasi.” PDB,” jelasnya.
Mahendra menekankan pentingnya penguatan ekosistem sektor keuangan yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pihaknya juga memastikan terus mendorong perkembangan industri jasa keuangan, seperti industri fintech yang baru mulai berkembang di Indonesia dalam delapan tahun terakhir.
Artikel Bos OJK Yakin Fintech Turut Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS ZDS Perkenalkan Era Baru Fintech pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kepala komunikasi ZDS, Claire Wu, mengatakan perusahaannya ingin memberikan pengalaman bisnis yang aman, efisien, dan transparan kepada penggunanya. ZDS menyadari potensi besar aset digital ketika dikombinasikan dengan teknologi blockchain dan mengembangkan platform perdagangannya untuk memenuhi permintaan investor global akan produk keuangan baru.
ZDS berbeda dengan saham tradisional, ujarnya. ZDS akan dirilis menggunakan teknologi blockchain. “Hal ini untuk memastikan transparansi, keamanan, dan kekekalan transaksi. Selain itu, ZDS akan memberikan hak unik kepada pemiliknya, termasuk partisipasi dalam pengelolaan platform dan diskon biaya bisnis,” kata Claire Wu dalam siaran persnya, Selasa. (17 September). /2024).
Pengumuman ini langsung menarik perhatian luas di komunitas fintech dan kripto. Pengenalan ZDS diharapkan dapat memberikan energi baru ke pasar aset digital dan mendorong inovasi dan pengembangan di industri fintech.
Sejak awal, ZDS telah memelopori pendekatan yang berpusat pada pengguna dan melakukan penelitian dan inovasi sambil menjaga kepatuhan terhadap persyaratan dan praktik peraturan.
Platform ini menawarkan berbagai produk perdagangan, termasuk valuta asing, komoditas, indeks, ekuitas, dan mata uang kripto, menggunakan teknologi perdagangan canggih dan alat manajemen risiko yang canggih.
“Seiring dengan semakin terbukanya pasar keuangan global dan ekonomi digital yang berkembang pesat, ZDS diharapkan menjadi jembatan antara keuangan tradisional dan keuangan digital, memberikan lebih banyak peluang bagi investor untuk berinvestasi dan lebih banyak peluang untuk menciptakan nilai,” katanya.
Penerbitan Saham Antusiasme Digital sesuai dengan aturan dan regulasi dasar pasar global, serta ketentuan yang ditetapkan oleh regulator keuangan untuk menjamin perlindungan hak investor.
Ia berharap fitur digital ZDS menjadi langkah baru dalam dunia teknologi keuangan. “Kami berharap ZDS dapat memberikan pengalaman investasi yang kaya dan beragam kepada investor global serta memberikan semangat baru bagi perkembangan industri fintech secara keseluruhan,” ujarnya.
ZDS adalah bursa saham digital pertama di dunia yang menawarkan layanan perdagangan keuangan. ZDS menggunakan teknologi blockchain untuk menggabungkan nilai produk tradisional dengan fleksibilitas mata uang digital.
Artikel CIRCLE NEWS ZDS Perkenalkan Era Baru Fintech pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Mandiri Capital dan Saison International Dorong Penguatan Ekosistem Fintech pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Saison International dan Saison Capital adalah bagian dari Credit Saison, lembaga keuangan non-bank dengan sejarah lebih dari 70 tahun di Jepang, yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo. Dihadiri oleh para pelaku industri, regulator, pemimpin perusahaan, investor dan startup, konferensi ini menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga perbankan dan startup fintech yang terus berkembang.
Dengan transformasi digital yang mempercepat perubahan di sektor keuangan, kolaborasi antara startup fintech, lembaga perbankan, dan regulator merupakan kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong inovasi berkelanjutan. Konferensi ini membahas berbagai topik utama, termasuk perkembangan terkini di bidang fintech, kemitraan strategis antara lembaga keuangan dan startup, strategi kolaborasi yang efektif, dan upaya untuk menciptakan masa depan yang kuat bagi kemitraan fintech.
Acara ini dirancang sebagai wadah diskusi mendalam mengenai ekosistem fintech, tantangan dan kisah sukses kerja sama lembaga keuangan dan startup, serta strategi efektif untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih berkelanjutan dan kuat. Selain itu, acara ini juga mengeksplorasi potensi teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, perbankan terbuka, serta pendekatan inovatif untuk mengatasi kesenjangan keuangan di seluruh Asia.
“Kami sudah berada di Indonesia sejak tahun 2015 dan sudah lama berada di sini. “Meskipun industri keuangan Indonesia sangat dinamis dan terus berkembang, satu hal yang jelas adalah potensi pertumbuhan yang sangat besar,” kata Kosuke Mori, CEO Syson International, dalam siaran persnya, Jumat (13/9/2024).
Mendorong kolaborasi di seluruh ekosistem keuangan dan bekerja sama untuk mendorong kemitraan yang lebih kuat adalah kuncinya dan mendukung pengembangan ekosistem keuangan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan tangguh di Indonesia, katanya.
Ketika industri fintech terus mengalami disrupsi teknologi, konferensi ini berfokus pada bagaimana para pelaku industri dapat menavigasi perubahan sambil menjaga stabilitas dan kepatuhan terhadap peraturan.
Presiden Mandiri Capital Indonesia Ronald Simorankir juga menekankan pentingnya menciptakan sinergi yang kuat antara lembaga keuangan dan startup fintech yang terus berkembang. “Seiring dengan berkembangnya industri fintech global, kami melihat adanya disrupsi yang signifikan di berbagai sektor mulai dari perbankan hingga investasi. Di sinilah keseimbangan regulasi dan inovasi harus memainkan peran penting. Kami di MCI mencari kemitraan yang memungkinkan kolaborasi antara fintech dan bank. Ronald mengatakan bahwa tangan ini mempromosikan solusi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Industri fintech lebih dari sekedar kemajuan teknologi. Fintech mengacu pada pengembangan solusi yang secara khusus memenuhi kebutuhan pasar lokal dan regional. Perubahan pesat di sektor ini membuka peluang besar bagi inklusi keuangan, terutama melalui kolaborasi strategis antara perusahaan fintech dan lembaga keuangan.
Artikel CIRCLE NEWS Mandiri Capital dan Saison International Dorong Penguatan Ekosistem Fintech pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>